The Chronicles Of Narnia : The Voyage of the Dawn Treader


Ketertarikan saya menonton Narnia sebenarnya dimulai dari Film Narnia sebelumnya The Lion, The Witch and The Wardrobe, meskipun saya tidak menonton sekuel Prince Kaspian, tetapi menonton Film ke-3 Narnia ini tetap menjadi jadwal berakhir pekan buat saya.

Penulis dongeng Narnia yaitu C. S. Lewis (dipanggil Jack) dilahirkan pada tanggal ini di tahun 1898, Tahun 1939, saat Jack berusia 41 tahun, Perang Dunia II pecah. Tidak heran jika latar Film Narnia menggambarkan keadaan Inggris saat Perang Dunia II Pecah.

Kali ini berkisah tentang Edmund dan Lucy Pevensie yang sedang menumpang di rumah Paman mereka pada saat masa Perang Dunia. Sepupu mereka, Eustace Scrubb, merupakan seorang narsistik sejati, yang sangat mengagung-agungkan kecerdasannya, tidak heran kalau Eustace begitu membenci Edmund dan Lucy. Pada bagian awal film diceritakan bagaimana mereka bertiga (Edmund, Lucy dan Eustace).

Seperti sebelum-sebelumnya, jika tersesat ke negeri Narnia, maka pastilah ada suatu misi atau tugas tertentu yang dibawa oleh Raja dan Ratu Narnia (Edmund dan Lucy). Mereka bergabung bersama teman-teman prajurit kerajaan Pangeran Caspian dan tikus Reepicheep, mereka menuju misi misterius ke Kepulauan Lone.

Menjadi pokok utama atau musuh mereka kali ini adalah semacam kutukan atau sihir yang harus ditaklukkan dengan menyatukan 7 pedang bangsawan di meja ‘Ashlan’, menurut petunjuk yang mereka dapatkan sudah ada 7 bangsawan yang mencoba melakukan hal tersebut dan 6 di antara ke tujuh bangsawan tersebut tidak terlihat lagi.

Perjalanan penuh magis ini akan menguji hati dan semangat ketiganya menghadapi ancaman badai, godaan-godaan sihir dan perkara-perkara dunia. Sebelumnya mereka sudah diingatkan akan terus digodai / dicobai sampai misi mereka menyatukan 7 pedang di atas meja Ashlan untuk memutus sihir atau kutukan dilengkapi.

Secara umum  film ini termasuk bagus, memiliki nilai-nilai keseharian yang baik. Tontonan sangat bagus untuk menanamkan nilai-nilai positif bagi anak 10-15 tahun serta tontonan baik untuk bersantai bagi kalangan dewasa. Lebih bagus dalam tampilan 3D (sayangnya saya tidak menonton dalam kualitas 3D).

Film Narnia ini memberi pemahaman kehidupan sehari-hari yang sangat nyata bagi manusia. Kecantikan, Kekuasaan, Kekayaan adalah hal-hal yang bisa membuat fokus manusia berubah dalam kehidupan ini. Berubah? Ya, berubah dari grand design yang telah Pencipta tentukan bagi kita sebelumnya, untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan bagi kita.

Pada bagian Ending film ini diberikan sedikit gambaran tentang negeri Ashlan (Singa). Negeri yang dipenuhi keindahan dan banyak orang menanti-nantikan untuk pergi ke negeri tersebut. Pergi ke negeri Ashlan sendiri berarti manusia tidak dapat kembali lagi hidup di dunia mereka, oleh karena itu Ashlan tidak mengijinkan mereka masuk kecuali si tikus Reepicheep yang sudah bulat tekad nya.

Ashlan menutup film ini  dengan perkataan yang sangat bagus, kira-kira begini :

“Di Narnia ini kalian telah mengenalku sedikit, di dunia kalian ada yang seperti aku. kenalilah ia lebih dalam lagi…”

Narnia adalah dongeng ciptaan manusia, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya cukup istimewa dan menghantarkan dimensi pemikiran yang sederhana dan tidak rumit. Nilai terbaik dari film ini adalah keserakahan manusia dalam bentuk kecantikan, kekayaan, dan kekuasaan sangat mungkin dipakai iblis untuk membuat manusia berpindah dari desain sang Pencipta menjadi desain duniawi.

Salam Romailprincipe


11 thoughts on “The Chronicles Of Narnia : The Voyage of the Dawn Treader

  1. eleazhar

    Saya nonton Sabtu kemarin dan baru sekarang mau lihat2 review di blogosphere ttg film ini.
    Overall, keren. Saya malah di akhir film bersimpati ke Eustace Scrubb si narsistik sejati.

    Suka

    Balas
  2. sheila

    q uda nonton tiga2’y…
    penasarn dgn kisah narnia selanjut’y, L.C Lewis keren dah…
    like this buat para pemain Narnia..🙂

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s