Merapi Yogyakarta dan Siaran TV tersebut


Sebagai salah seorang warga dari 240 juta penduduk Indonesia dan juga pernah 5 tahun menempa hidup di Yogyakarta, bencana merapi menjadi salah satu perhatian saya belakangan ini. Di tengah-tengah bencana tersebut terlihat peran media dalam membentuk opini dan terkadang cenderung tidak melihat kepada fakta riil di lapangan.

Berita dari TV One

Sumber berita dari Stasiun televisi TV One sampai dikecam oleh beberapa rekan di Jogja. Kecaman ini disampaikan rekan bukan dari berita-berita tak bertanggung jawab yang bisa jadi tujuan nya mendiskreditkan TV tersebut.  Saya coba cuplik chatting melalui BBM :

** Nov 6 Sat 18:09 **
Rekan Tenang kondisi jogja insya allah aman ko

Rekan  Jangan liat di tipi mas
** Nov 6 Sat 18:09 **
Rekan  Mending liat di twitter @jalinmerapi

** Nov 6 Sat 18:12 **
Rekan  Kalo di tipi mah berita bencana juga jadinya berita inpoteinment, standar pertanyaan inpoteinment

** Nov 6 Sat 18:36 **
Saya Ni tv one berita msh aneh2..infotainment ya..😦
** Nov 6 Sat 18:36 **
Rekan  Iya mas
** Nov 6 Sat 18:36 **
Rekan  Beritanya apaan mas?
** Nov 6 Sat 18:36 **
Rekan  Mending lewat situs ini mas
** Nov 6 Sat 18:36 **
Rekan  http://merapi.combine.or.id/
** Nov 6 Sat 18:36 **
Rekan  Itu update terus
** Nov 6 Sat 18:40 **
Saya Isu lahar dingin..
** Nov 6 Sat 18:41 **
Saya Trus masalah2 pengungsi,logistik,dan kmgknan merapi msh erupsi..
** Nov 6 Sat 18:41 **
Rekan  Merapi emang masih erupsi
** Nov 6 Sat 18:41 **
Rekan  Makanya batas aman itu 20 km jarak udara dari puncak
** Nov 6 Sat 18:41 **
Rekan  Kalo pengungsi sih menurut kabar masalahnya adalah ketidak merataan bantuan mas
** Nov 6 Sat 18:42 **
Rekan  Jadi ada beberapa tempat yang kelebihan bantuan ada beberapa tempat yang kekurangan
** Nov 6 Sat 18:42 **
Rekan  Nah di web itu ada semua ko mas
** Nov 6 Sat 18:44 **
Rekan  Kalo logistik sih yang paling banyak kekurangan itu kebutuhan bayi
** Nov 6 Sat 18:53 **
Saya Thx updet nya bro..
** Nov 6 Sat 18:53 **
Saya Smoga bayi2 bisa menyesuaikan diri dan ga krg gizi
** Nov 6 Sat 18:53 **

Cuplikan chatting BBM dengan rekan yang ada di Yogyakarta ini memberi informasi yang berbeda dengan kondisi ancaman karena erupsi, tayangan gambar, ancaman lahar dingin, kondisi pengungsi (yang di syut yang nenek-nenek tua) dan banyak lagi tayangan yang membuat saya memikirikan Jogja sudah kiamat!!

Bisa saja sih, ini hanya asosiasi saya dikarenakan tayangan demi tayangan yang bertubi-tubi serta beberapa bayangan tentang daerah-daerah (yang dulu sering saya datangi) telah tersapu oleh ganasnya alam. Tetapi berapa banyak orang yang memiliki opini seperti ini setelah menonton siaran televisi?

Hari ini (Minggu 7 November), Komisi Penyiaran Indonesia di TPI memberi respon atas keresahan masyarakat, melalui detik.com diberitakan bahwa KPI akan mencoba melakukan klarifikasi dengan TV One. Langkah yang seharusnya sudah diambil sejak beberapa hari lalu.

Dari sisi positif lainnya, pendapat ahli vulkanologi dan mitigasi bencana serta orang-orang kompeten juga dimunculkan di acara Apa Kabar Indonesia Malam. Acara ini terkadang diganggu dengan senangnya anchor membaca mention di akun twitter nya, saya membayangkan jika dia membaca berita hoax yang cukup rajin hadir di twitter dan memberitakan di depan jutaan pemirsa. Sangat sayang jika acara AKI Malam yang sudah sangat tepat menghadirkan ahli-ahli sampai di selipkan berita hoax, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi.

ACARA SILET RCTI

Kalau berita ini masih baru, kira-kira baru hari ini banyak diberitakan dan didiskusikan. Tercatat beberapa thread atau berita tentang acara ini seperti : thread kaskus I, thread kaskus II, komen di FB tentang SILET, forum Vivanews serta beberapa posting berita lagi tentang acara SILET mengenai Merapi. Apa yang di komentari? Silahkan liat thread-thread tadi dan jangan lupa cari berita penyeimbang (termasuk jika thread-thread tersebut kemungkinan salah).

Berikut berita/posting lain mengenai tayangan SILET yang membahas merapi :

‘Silet’ Minta Maaf Tayangannya Resahkan Warga Yogyakarta

Fenny Rose Bukan yang Bertanggung Jawab

Akui Salah, Redaksi Silet Minta Maaf

“Segenap tim redaksi Silet memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas pemberitaan Silet edisi Minggu 7 November 2010 yang memuat ramalan dan pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang prediksi Merapi. Simpati dan doa kami untuk seluruh korban bencana.

Saya tidak terlalu berani mengomentari karena tidak menonton, tetapi saya tuliskan di sini sebagai contoh media yang membuat rakyat resah (buktinya dari thread-thread tersebut). Bukan bermaksud untuk menyatakan kebenaran thread-thread atau forum-forum di atas, tetapi ada efek acara yang bisa demikian hebatnya memberi opini bagi publik.

Meskipun saya makin merasa bahwa serangan “publik” tidak pada tempatnya jika mengarah kepada Feny Rose sebagai presenter. Menurut saya Feny Rose bertugas membacakan tema-tema yang ingin diangkat redaksi SILET, berarti tim kreatif atau script editor atau apapun namanya yang bertanggung jawab mengenai naskah acara sudah sepatutnya tidak layak lagi bekerja di bidang pers.

Adegan Tertentu di TV

Selain stasiun-stasiun televisi tadi, Metro TV juga berulangkali memutar adegan dimana reporter dan kameraman nya berlari-lari dari awan panas. Adegan ini cukup unik, karena terjadi paling tidak 2 kali. Selalu terjadi ketika akan evakuasi korban dan hebatnya si kameraman selalu menyempatkan mengambil gambar sekitar meskipun dalam kualitas rendah. Saya rasa tayangan ini kurang cocok disiarkan karena kurang mengedepankan fakta (buktinya mereka selamat dan tidak tersapu awan panas), jika berlari menghindari awan panas (ada yang tau kecepatan riil nya berapa? ada informasi 200 km per jam) saya kira hal itu bisa dilakukan Clark Kent atau Superman yang memiliki kecepatan lari luar biasa.

Apresiasi mendalam kepada reporter, kameraman, dan seluruh crew di lapangan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan untuk memberi informasi kepada khalayak ramai. Agar dimengerti saya menulis ini dalam rangka keprihatinan juga untuk warga Yogyakarta dan seluruh keluarga yang berada di luar kota dan sangat concern terhadap Yogyakarta. Sedikit tulisan dari saya untuk tayangan-tayangan dan berita-berita mengenai merapi.

Salam Romailprincipe

7 thoughts on “Merapi Yogyakarta dan Siaran TV tersebut

  1. izah

    tayangan silet yg nampilkan paranormal permadi dg ramalannya kalo merapi tdk akan berhenti meletus seblum kraton dan yogya hancur sangat meresahkan warga,seharusnya rcti tidak menayangkan hal2 yg menambah kepanikan,padahal kami warga jogja sdh cukup menderita dg kondisi merapi jangan menambah penderitaan kami,bikin acara yg menentramkan misalnya tablig akbar dsb jangan hanya isu2 murahan


    Semoga tenang rekan2 di sana…

    Suka

    Balas
  2. The Gombal

    jadi inget si marishka prudence, tuing2.
    menurut sy, sebenarny bukan kesalahan secara personal pada teman2 reporter. tp ini melibatkan persoalan industri besar di balik reporter2 td. ya industri media, khususny media televisi. dlm hal ini, perusahaan, tidak memberikan modal yg cukup kpd tmn2 reporter. mekanisme perekrutan dan magang juga perlu ditambah. jangan cuma rekrut reporter yg tampak cantik atau tampan d kamera. tp liat juga skillsnya.

    Untuk reporter memang asyik yang good looking…Skill nya cukup mumpuni, namun jangan2 ada arahan khusus? Untuk presenter spertinya seluruh skrip pasti ada editor nya, dan bukan orang sembarangan kan?😀

    Suka

    Balas
  3. Ping balik: Delapan bulan setelah 100.000 hits « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s