Kehidupan anda dipengaruhi pekerjaan?


Hidup di kota besar seperti Jakarta membuat penduduknya berputar dalam satu ritme yang luar biasa cepat dan nyaris-nyaris tidak memiliki waktu untuk diri sendiri atau keluarga dikarenakan curahan waktu serta kapasitas pada dunia pekerjaan.

Bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam waktu yang bebas (bisnis kecil, part time) atau bekerja sesuai dengan hobi yang menyenangkan hati, kemungkinan judul artikel ini tidak begitu relevan.

Kehidupan dipengaruhi pekerjaan? Apa maksudnya? Saya hanya sedikit mengupas tentang orang-orang yang dalam pekerjaan nya diharuskan memakai “topeng” atau menjadi orang lain yang bukan diri nya. Beberapa contoh pekerjaan itu adalah Jaksa, Pelawak, Polisi, dsb.

Seorang Jaksa yang dalam pekerjaan sehari-hari nya berkutat pada mendakwa seseorang dalam rangka menegakkan “hukum” yang berlaku. Tidakkah mengerikan bila hal itu berpengaruh pada kehidupan pribadinya? Dimana si Jaksa akan menjadi bagian dari kehidupan sosial (Keluarga, Masyarakat dan Negara) dengan watak suka mendakwa orang, mencari-cari kesalahan, memojokkan dan memiliki tatapan mata tajam yang tidak bersahabat?

Seorang pelawak yang dalam pekerjaan sehari-hari nya adalah menghibur dengan membuat lelucon segar. Dalam kehidupan sehari-hari nya si Pelawak akan tidak menyukai situasi serius, tegang atau sedih yang secara alamiah merupakan bagian roda kehidupan. Profesi pelawak yang ditekuni ternyata menggeser atau mempengaruhi juga nilai-nilai kehidupan.

Terbawa nya nilai-nilai yang dipegang dalam pekerjaan dan mengganti/menggeser nilai-nilai yang dipegang sebelumnya menurut saya tidaklah sepenuhnya salah. Tetapi coba bayangkan jika seorang Chris John hobi memukuli orang lain, seorang Dr Boyke pikiran dan kehidupannya dipenuhi seks, seorang Hendarman Supandji sering mencari-cari kesalahan anak atau istrinya, dan sejumlah contoh lain dimana profesi telah merasuki kehidupan secara berlebihan.

Sebelumnya saya bekerja sebagai seorang karyawan swasta. Dalam pekerjaan itu saya dituntut tegas dan mengambil keputusan dengan cepat, bahkan terkadang saya “terpaksa” bertahan atau “menyerang” rekan kerja lain. Meskipun baru 2-3 tahun bekerja, ternyata saya sudah terkena “efek” dari pekerjaan saya tersebut dalam kehidupan. Saya menjadi kesal ketika ada hal-hal lamban dan ketidaktegasan dalam kehidupan saya di luar pekerjaan. Bukan hanya sampai di situ, terkadang bukan nya menjadi orang yang tegas dan cepat dalam kehidupan sehari-hari, saya justru sibuk mencela, menghina atau bahkan memarahi orang yang lamban dan tidak tegas (situasi yang terjadi jika ada rekan kerja yang lamban atau tidak tegas).

Apakah efek pekerjaan dalam kehidupan ini cukup mengerikan? Saya sendiri tidak begitu mengerti, namun saya suka mempelajari hal-hal seperti ini untuk menolong saya menghadapi kehidupan. Bagaimana saya menghadapi si pendakwa, si pelawak, si pengusaha dalam kehidupan sehari-hari terkadang jadi banyak melihat latar belakang watak mereka. Saya mengalami hal ini dan berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi seperti itu, berusaha juga tidak dipengaruhi efek-efek buruk pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Biarlah pekerjaan tertinggal di tempatnya serta bekerja dengan menggunakan karakter asli yang tidak memakai “topeng” akan membantu saya untuk menjaga “keaslian” karakter pribadi.

Bagaimana dengan pengalaman anda?

Salam Romailprincipe

3 thoughts on “Kehidupan anda dipengaruhi pekerjaan?

  1. Asop

    Buat saya, kehidupan dipengaruhi oleh kota tempat tinggal.😉

    Kalo hidup di ibukota negara, pasti tempo kerja dan kegiatan lainnya ikut cepat. Kebalikan kalo hidup di Solo atau di kota kecil lain. Pasti tempo dan ritme hidup lebih lambat…


    wah, mantap…orang solo, yogya dan sekitarnya juga punya sifat yang khas ya…?mirip pengamatan di artikel saya ini…hehe

    Suka

    Balas
  2. rumahsehatafiat

    Satu sama lain saling mempengaruhi, tinggal peyikapannya …

    Di penghujung romadhon ini,
    Tiada kata yang indah selain saling maaf memaafkan di bulan suci nan fitri .Bila ada kata sikap dan pelayanan kami yang tak sepantasnya. Kami atas nama Pimpinan (dr Muhammad ali toha assegaf) dan kawan-kawan di Rumah-sehat afiat mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim. Waja’alnallah.

    Wa iyyakum minal ‘aidiin wal faa iziin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

    Semoga kebersamaan yang terjalin selama ini bisa memberikan keberkahan dan kebaikan untuk kita semua. Amien

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s