Sebelum memindahkan Ibu kota Jakarta


Wacana pemindahan ibukota sedang nge trend pada akhir bulan Juli kemarin. Suatu ide baru (tapi lama) yang memerlukan analisa mendalam ala pemerintahan SBY tetapi butuh eksekusi cepat khas JK. Permasalahan inti menurut saya adalah ibukota Jakarta telah over kapasitas. Efeknya selain kemacetan, inefisiensi, penyakit dan kemiskinan (bisa dilihat pada situs berikut). Sebelum memindahkan ibukota jakarta, saya tertarik dengan beberapa ide dan penemuan-penemuan selama berkantor di daerah Jakarta Selatan.

Dari sisi efisiensi transportasi, saya mengamati di daerah pelabuhan Jakarta Utara sangat jenuh dengan truck kontainer yang mengangkut kebutuhan logistik ibukota Jakarta. Dalam benak saya muncul ide liar, kalau Tanjung Priok dibuat banyak (memunculkan Tanjung Priok baru di beberapa lokasi), semisal dibangun di Kalimantan, Sulawesi, Cirebon, maka kemungkinan persebaran logistik bisa merata dan efisiensi biaya distribusi karena akses langsung kota yang dituju.

Bentangan Jakarta sampai dengan Semarang misalkan, tidak ada sejenis Tanjung yang “sehebat” Tanjung Priok atau Tanjung Emas. Jika saja ada dan bisa efektif digunakan (semisal daerah Cirebon), maka perusahaan-perusahaan swasta juga akan turut berperan penggunaan “Tanjung baru” tersebut karena alasan biaya distribusi lebih murah. Perusahaan makanan dan ekspor impor akan berbondong-bondong membuka gudang dan kantor baru di daerah Cirebon. Berikutnya pemanufaktur dengan modal besar juga akan investasi di daerah tersebut. Bagi Jakarta, pengurangan beban transportasi truck kontainer dari Tanjung Priok ke “Tanjung Baru” serta kepindahan atau pembangunan gudang dan kantor baru di daerah Cirebon akan “sedikit mencairkan” kepadatan Jakarta itu sendiri.

Jadi dengan investasi port pelabuhan di titik tengah antara Jakarta dan Semarang (misalkan Cirebon) juga akan turut mencairkan Jakarta, sekaligus merupakan konsep pemerataan pergerakan ekonomi. Tentunya pembangunan port baru itu harus disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak terkait (perusahaan swasta atau distribusi lain), sehingga akan tepat sasaran. Jika sudah berhasil, maka selanjutnya dibangun proyek-proyek sejenis di beberapa kota lain, di pulau Kalimantan dan Sulawesi untuk cover Indonesia bagian tengah dan timur.

One thought on “Sebelum memindahkan Ibu kota Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s