Menambahkan ‘happy hour’ dalam rutinitas


Dalam buku I’m Happy “100 cara bahagia bagi orang sibuk” karya DR Timothy J. Sharp dikatakan bahwa salah satu cara memunculkan kebahagiaan dalam kehidupan kita adalah menciptakan ‘happy hour’ di tengah-tengah rutinitas kita.

Happy hour ini mengandung pengertian menggunakan waktu 60 menit untuk melakukan kegiatan apa saja yang anda suka dan menimbulkan kepuasan. Pada buku ini juga diceritakan untuk mengambil waktu untuk pergi ke tempat sepi dan berkonsentrasi tentang hari yang anda lewati.

Saya terkadang bertanya-tanya seperti ini : Apa happy hour bagi saya?

Dalam kesibukan bekerja sehari-hari nyaros waktu-waktu saya hanya terbagi kepada hal-hal berikut :

  • Membaca dan membalas email.
  • Melihat performance atau ukuran pekerjaan harian.
  • Mengerjakan tugas dari atasan.
  • Mendelegasikan tugas ke rekan lain.
  • Menerima komplain dari atasan.
  • Berpikir keras dan kesal karena komplain dari atasan.

Hal di atas (terutama 2 hal terakhir) adalah aktifitas yang paling menguras energi dan seperti prinsip pareto, 2 hal tersebut terkadang menyita 80% kapasitas saya. Jadi dimana happy hour bagi saya? Untuk beberapa teman happy hour mereka adalah chatting, facebook, xbox, ps-3, atau bahkan (maaf) menonton video porno. Apakah itu happy hour bagi saya? Nampaknya tidak, paling tidak beberapa hal tadi terkadang tidak mendatangkan kepuasan mendalam buat saya.

Jadi apakah happy hour buat saya? Pertanyaan tersebut mendatangkan pertanyaan berikutnya, apa yang membuat kamu puas? Manusia, apa yang membuat kamu puas?? Bingung bukan? Kepuasan nampaknya berbeda dengan kesenangan. Aktifitas rekreasi, menonton film, bermain nampaknya mendatangkan kesenangan bukan kepuasan. Lalu apakah kepuasan bagi manusia? Kepuasan manusia adalah ketika telah memenuhi tujuan hidupnya, tujuan hidup yang biasa dikenal sebagai Purpose Driven Life atau tujuan hidup yang menggerakkan kehidupan.

Untuk menemukan kepuasan, anda sebaiknya terlebih dahulu memiliki tujuan hidup. Selanjutnya jagalah tujuan hidup itu, yang secara alamiah akan menggerakan kehidupan anda, di situ lah terdapat kepuasan hidup. Dalam mencapai kepuasan hidup itu, happy hour dalam rutinitas kita akan tergambar. Dalam mencari kepuasan duniawi atau memenuhi aktualisasi diri, maka situs jejaring sosial akan menjadi pekerjaan happy hour kita. Saya sendiri puas ketika melakukan hal-hal kecil yang bermakna bagi orang lain, seberapa kecil pun hal yang saya lakukan itu 🙂

Salam Romailprincipe

8 thoughts on “Menambahkan ‘happy hour’ dalam rutinitas

  1. kikakirana

    nah kalo tujuan mereka adalah senang,,,, berarti gag salah kan kalo setelah senang mereka akhirnya merasa terpuaskan??

    qkqkqkq mbulet ikz…

    HIDUP!!! ^_^

    mbuleti…hehehehe..suroboyo?

    Suka

    Balas
  2. udienroy

    Hmm boleg juga nih, hehe buat orang sibuk, emang kita mesti kerja yang ada kaitannya dengan hobby ya? Biar miski sibuk namun hati tetap netral, alias tak ada tekanan yang berarti

    yuppss…benarsss…

    Suka

    Balas
  3. kang ian

    bener banget mas roma kalao udah tercapai semua tujuan hidup..kayanya puas banget deh..ya setidaknya puasa ketika pa yang kita inginkan bisa terlaksana dengan hasil yang memuaskan ^^
    makasih atas motivasinya 🙂

    Motivasi?bukan ah, curcol..hehe

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s