Berapa seharusnya “kekayaan” penegak hukum kita?


Tertarik dengan simulasi penghasilan PNS “Super Maxima” dari situs Hizbut Tahrir saya tertarik untuk melihat beberapa kehidupan tetangga di kompleks saya (kebetulan kompleks salah satu penegak hukum). Beberapa penegak hukum (atau pensiunan) yang masih tinggal rata-rata hidup cukup bersahaja, kalaupun ada beberapa kelebihan itu berasal dari kesuksesan anak-anak mereka atau dari sumber pendapatan lain.

Yang menarik justru beberapa penegak hukum yang pindah keluar dari rumah dinas ke rumah pribadi yang terbilang mahal. Misalkan saja di kawasan berinisial BI atau C yang bisa dimasukkan golongan menengah. Harga rumahnya berkisar di angka Rp 1 milliar ke atas. Sederhananya, berapa kekayaan para penegak hukum ini sehingga mampu membeli rumah berharga milliaran? Jika dari usaha atau bisnis, jelas mereka tidak termasuk golongan pengusaha atau pebisnis karena keseharian mereka adalah penegak hukum. Anak mereka juga belum memiliki pekerjaan yang mampu memberi rumah seharga milliaran.

Saya kutipkan rencana remunasi tahun 2010

Remunasi diberikan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 19/VII/2009, tanggal 27 Juli 2009 tentang perbaikan tunjangan remunasi Criminal Justice Sistem (CJS) Penegakan Hukum. Remunasi itu naik per satu Januari 2010 berdasarkan tingkatan dan golongan/pangkat pegawai. Untuk golongan I remunasi diberikan Rp3 juta, golongan II Rp5 juta, golongan III a-b Rp7,5 juta, golongan III c-dengan Rp8,5 juta, golongan IV a-b Rp9,5 juta, dan golongan IV c-e Rp12,5 juta.

Menilik dari angka paling tinggi pada angka rp 12,5 juta, maka jelas setiap harta bernilai milliaran bagi para penegak hukum perlu dikritisi. Secara logika saja, meski telah mendapat renumerasi pada tahun ini tetap saja butuh ratusan bulan untuk memperoleh uang sejumlah milliaran. Jadi logiskah seorang penegak hukum memiliki rumah senilai milliaran?

Di kawasan kompleks kami yang patut “dicurigai” juga adalah keberadaan beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah. Bukan masalah mobilnya, tetapi terkadang jumlah mobilnya bisa mencapai lebih dari 1 mobil. Merk nya pun bukan keluaran lama atau mobil bekas, bisa saya pastikan nilai mobilnya di atas Rp 125 juta. Jika ada 1 mobil saja mungkin masih masuk akal, mengingat ada cara kredit mobil. Tetapi jika ada 2 atau malah 3?

Jadi berapa seharusnya “kekayaan” penegak hukum kita? Pertanyaan yang memiliki jawaban mudah.Masalahnya mungkin bukan di berapa banyak kekayaan, tetapi seberapa puas penegak hukum atas kekayaan yang mereka miliki? Atau sebagai bahasa yang lebih mendarat, seberapa puas saya dengan kekayaan yang saya miliki?

Salam Romailprincipe

Iklan

6 thoughts on “Berapa seharusnya “kekayaan” penegak hukum kita?

  1. udienroy

    Penegak hukum memang hidup jaya di negeri ini. Tetapi sepak terjang para penegak hukum. Yaah kayak kita sudah paham. Namun apa hendak di kata. toh mereka yang menguasai hukum. Jadi tidak masuklah senjata makan tuan. Kecuali untuk siapa hukum itu di adakan.

    Suka

    Balas
  2. Eko Deto

    Dengan penghasilan terendah 3 juta, seorang penegak hukum bisa hidup nyaman bersama keluarga, tanpa dihantui dosa dan ancaman penjara. Mengapa masih nekat juga?

    Suka

    Balas
  3. romailprincipe Penulis Tulisan

    Udienroy : hukum sejatinya mengatur hubungan2 antara manusia, tetapi akhirnya bisa turut mengatur pundi2 ekonomi penegak hukum
    Arif : Iya nih, banyak dipertanyakan, tanyaken?
    EkoDeto : Soalnya bisa jadi gak punya ini itu, jadi ditukarkan rasa damai dengan ini itu
    Agoenk : Gaji besar, tapi kalo bisa lebih besar?

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s