Pendapatan di bawah Garis Kemisikinan


Beberapa hari lalu saya membaca sebuah artikel yang ditulis 2 tahun lalu di blog strategimanajemen.net. Pada artikel itu dipaparkan rincian alokasi pengeluaran anggaran sebuah keluarga kecil (dengan 2 anak) lengkap dengan berbagai cicilan. Di akhir artikel tertulis kata-kata yang cukup mengejutkan (jika tidak mau dibilang membuat heboh), berikut saya kutipkan :

Sebab sebelum Anda mencapai penghasilan sebesar 16 juta/bulan, maka berdasar uraian diatas; rasanya Anda cukup pas dikategorikan “masih hidup dibawah garis kemiskinan”. Sorry to say…….but that’s fact of life, my friends.

Seketika saja saya tidak terima, secara pendapatan saya sangat jauh di bawah itu. 🙂

Tetapi demi alasan penyeimbang, maka saya coba buatkan analisa saya tepat seperti asumsi-asumsi artikel strategimanajemen.net tersebut. Mari kita rinci satu-persatu sesuai dengan keadaan sekeliling kita masing-masing.

Setiap komponen yang menjadi biaya pengeluaran bulanan  saya coba seminimal mungkin dan hidup yang “cukup” versi saya. Asumsi adalah biaya untuk keluarga dengan 2 anak. Komponen biaya pengeluaran juga sama dengan yang ada di situs tersebut.

Biaya hidup sehari-hari

Untuk pengeluaran saya dan istri adalah Rp 100.000 sehari (1 x makan siang di luar sisanya makan di rumah). Untuk sebulan adalah Rp 100.000 x 30 = Rp 3.0000.000 untuk memenuhi pengeluaran untuk :Sembako (minyak, beras, gula), Roti tawar, kopi, teh, lauk-pauk, sabun, shampo, odol, make up, susu anak, makanan anak .

Kemudian 15.000 per hari atau Rp 450.000 per bulan  untuk listrik, PDAM dan menabung untuk perawatan rumah atau maintanance.

Total biaya hidup sehari-hari = Rp 15.000 x 30 = Rp 3.450.000.

Cukup feasible karena pengeluaran ayah saya untuk item yang sama jauh dibawah itu 🙂

Biaya pendidikan anak

Dengan berasumsi anak bersekolah di sekolah negeri dan dengan sedikit jerih payah saya dan istri untuk menjadi “guru les” gratis bagi anak, maka pengeluaran setiap anak adalah sekitar Rp 400.000. Sebenarnya uang sekolah “hanya” sekitar Rp 50.000 – Rp 100.000, namun pungutan lain-lain, pembelian buku dan alat tulis serta “jajan-jajan” tambahan anak adalah dasar pengeluaran Rp 400.000 per anak.

Untuk alternatif lain bisa ditambahkan asuransi Rp 300.000 sebulan. Asuransi ini opsional juga, saya belum dapet sumber berapa biaya asuransi pendidikan pastinya per bulan. Jadi dengan uang sekolah Rp 400.000 dan asuransi Rp 300.000 per anak maka Biaya pendidikan anak 2 orang = Rp 1.400.000

Biaya transportasi dan komunikasi

Biaya transportasi dan komunikasi dirinci sebagai biaya tol, bis, jemputan anak, pulsa telepon, internet. Untuk saya dan istri uang bensin masing-masing Rp 20.00o per hari kerja. Untuk anak, dengan menitipkan ke jemputan sekolah atau tukang ojeg/becak, maka biayanya adalah Rp 15.000 per hari. Internet =Rp 250.000 per bulan. Pulsa keluarga Rp 500.000 per bulan. Maka total pengeluaran bulanan adalah sekitar Rp 1.600.000 – Rp 1.700.000

Biaya kredit mobil dan kredit rumah

Kredit Mobil memanfaatkan fasilitas car ownership program dari kantor, maka hanya membutuhkan kira-kira Rp 1.000.000 per bulannya. Fasilitas ini biasa diberikan untuk karyawan pada level supervisor atau manager. Sistemnya kira-kira seluruh uang didahulukan oleh perusahaan dengan bekerjasama pada sistem kredit kendaraan bermotor pada bank (misalkan KKB BCA), selanjutnya karyawan hanya mengembalikan seluruh uang yang telah dikeluarkan perusahaan. Belum lagi tambahan dan tunjangan khusus dari perusahaan untuk bensin dan maintanance mobil.

Kredit Rumah sebenarnya juga ada di beberapa perusahaan. Namun ada beberapa persyaratan tertentu seperti masa kerja > 5 tahun, prestasi dan jabatan tertentu yang lebih tinggi dari car ownership program. Asumsikan saja mengambil sebuah Rumah KPR di daerah Cikarang atau Bogor. Kredit Rp 1.000.000 per bulan (tanpa uang muka) dengan mengandalkan Jamsostek bisa didapatkan.

Total kredit mobil dan rumah = Rp 2.000.000

Total Pengeluaran : Rp 8.500.000 – Rp 8.700.000

Dengan pendapatan segini anda sudah memiliki rumah, mobil dan asuransi pendidikan. Untuk tambahan lain seperti asuransi kesehatan, biaya rekreasi dan pengeluaran tertier lain belum diabsorb. Jadi mudah-mudahan standar artikel strategimanajemen.net bisa turun standardnya dari Rp 16.000.000 menjadi Rp 8.700.000, selisih Rp 7.300.000 meskipun belum tentu banyak orang memiliki penghasilan sebesar Rp 8.700.000.

Bagaimana, berapa angka pendapatan untuk hidup “pas” di daerah Jabodetabek???

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Artikel lain tentang Gaji :

Gajiku-Gajimu dan Gaji di Indonesia

inilah-com-gaji-orang-indonesia-vs-orang-eropa

kegiatan-harian-menjadi-pencari-kerja

7 thoughts on “Pendapatan di bawah Garis Kemisikinan

  1. aprillins

    sayangnya masih ada pengeluaran tak terduga.. misalnya..
    – duh tiba-tiba pengen beli henpon nih….
    – duh tiba-tiba pengen punya istri lagi nihh…..
    – duh tiba-tiba pengen makan enak di hotel nihh….
    – duh tiba-tiba ada saudara yang jatuh miskin………
    – duh tiba-tiba kucing harus vaksin sekitar Rp150rb sekali vaksin
    – belum kena palak di jalan..
    – belum kena pungli di pengkolan.. xixiixixxi…
    – belum bayar tukang sampah,,
    – iuran RT.. kekekeke..
    – belum anak ntar minta mobil / motor atau dibelikan iPad 😛

    tapi emang sih kalau dikatakan gaji di bawah 16 jt itu = hidup di garis kemiskinan itu pernyataan terlalu ekstrim..

    yaa paling ngga 10jt lahh…. buat nabung dikit. 10jt-8.7jt(perhitungan romailprincipe) = 1.3jt sebulan buat biaya tak terduga dan tabungan ehhehe

    postnya manteb nih.. 😎

    Suka

    Balas
  2. Asop

    Yap, di ibukota Jakarta pasti lebih besar lagi.. 😐
    Di Bandung aja harga bahan pokok dan sampai tetek bengek juga besar kalo dibandingkan dengan Surabaya. Biaya hidupnya mahal di sini.. 😐

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s