Mem”bumi” kan Supply Chain Management


Untuk beberapa orang, istilah supply chain management merupakan suatu istilah yang akrab terdengar, anak kuliah (jurusan manajeman atau industri) dan dosennya, praktisi, serta perusahaan-perusahaan yang memiliki stock persediaan serta terkait dengan supplier dan retailer. Hmmm, istilah populer ini juga akhirnya terbit dalam sejumlah ilmu, seminar-seminar dan textbook. Semua orang tertarik dengan Supply Chain Management, yang bahkan dikatakan tahapan atau cakupan penguasaannya di atas pemahaman Manajemen Logistik. Keyword “Chain” menarik dikaji dan dibahas, Istilah Rantai pada SCM dimaksudkan apa sebenarnya?

Rantai Pasokan (Supply Chain)

Rantai pasok dalam istilah ‘supply chain’ menunjukkan keterkaitan antara satu tahapan dengan tahapan lainnya (masing-masing tahapan digambarkan dengan mata rantai. Untuk membentuk rantai yang kuat dan kokoh maka antara mata rantai yang satu dengan mata rantai lain harus saling terkait dan kokoh. Demikian juga dengan Rantai pasok, setiap tahapan dalam sistem rantai pasok harus saling terkait dan saling berhubungan dengan satu tahapan ke depan dan satu tahapan ke belakang. Contoh mudahnya adalah antara pemanufaktur dengan distributor, informasi antara keduanya terkait dengan data jumlah barang yang telah didistribusikan oleh distributor yang akan menjadi data produksi untuk pemanufaktur. Jadi rasanya cukup oke dan masuk akal istilah ‘rantai’  itu sendiri kan?

Seberapa erat Rantai Pasokan itu?

Eratnya rantai pasok digambarkan sebagai arus informasi dan kesinambungan antara setiap mata rantai. Semisal informasi penjualan di pengecer akan menjadi data permintaan pada gudang/pemasok kemudian data pada gudang/pemasok akan menjadi permintaan kepada distributor atau suplier, data permintaan pada distributor atau supplier akan menjadi data produksi pada pemanufaktur, data produksi pada pemanufaktur akan menjadi data permintaan bahan baku (untuk membentuk semacam master production schedulling) kepada setiap supplier si pemanufaktur, begitu seterusnya terkait dari hulu sampai ke hilir.

Dapat dibayangkan apabila salah satu mata rantai terputus arus informasinya, maka mata rantai sebelum dan sesudahnya akan terganggu. Contohnya : Jika pemanufaktur mengeluarkan 10 buah barang, dan untuk membentuk 10 buah barang itu diperlukan 10 karton pembungkus, maka informasi 10 karton pembungkus ini diperlukan oleh suplier karton (pembungkus barang). Jika informasi 10 bungkus itu tidak didapatkan oleh suplier, maka supplier tidak memiliki data riil untuk melakukan permintaan kepada produsen pembungkus karton.

Agak rumit, namun begitulah kejadiannya, informasi dan data yang saling terkait secara otomatis akan menjadi data permintaan, data produksi, data volume kebutuhan tempat, data armada atau transportasi (semisal memakai jasa transportasi outsource), data kebutuhan personil, data kebutuhan dana/biaya serta sejumlah data lain yang menjadi informasi penting yang berkesinambungan dan memutar roda bisnis perusahaan. Manajemen rantai pasok mengharuskan integrasi dari seluruh kegiatan dan arus transportasi logistik.

Ke depannya bagi praktisi logistik, mencari tahu kendala dan kemungkinan praktek-praktek riil mengenai Manajemen Rantai Pasok di Indonesia mungkin akan lebih Mem”bumi” kan Supply Chain Management. Sehingga bisa memodelkan apa yang dimaksud dengan manajemen rantai pasok atau supply chain management sesuai dengan karakteristik bisnis masing-masing.

Salam Romailprincipe

Artikel Romailprincipe lainnya mengenai Logistik :

Tulisan Logistik Romailprincipe

Iklan

4 thoughts on “Mem”bumi” kan Supply Chain Management

  1. Ping balik: Mem”bumi” kan Supply Chain Management (1) | Update Blog Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s