Pareto, apaan sich..?


Ringkasan

Seringnya istilah Pareto didengarkan di lingkungan kerja, usut punya usut Pareto adalah Insinyur Sipil asal Italia yang akhirnya menjadi dosen Ekonomi. Ia meneliti bahwa 80% kekayaan di Italia hanya dimiliki 20% penduduk kaya, prinsip nya dipakai oleh M Juran (ahli manajemen kualitas) menjadi prinsip manajemen kualitas bahwa berfokus pada 20% hal yang mempengaruhi 80% lainnya. Untuk itu berfokus pada 20% hal terpenting akan menghasilkan 80% performance pekerjaan. Prinsip itu turut “menempel” pada klasifikasi ABC

Di lingkungan kerja saya seringkali keluar istilah Pareto, dalam beberapa kesempatan saya merasa istilah Pareto yang terucap terkadang tanpa disertai makna yang sesuai dengan apa yang pernah saya pelajari. Seringkali Pareto itu hanya dikenal sebagai bentuk sebagai mengurutkan suatu kejadian atau suatu set data kuantitatif atau beberapa atribut/variabel dari yang terpenting/terbesar/terbanyak sampai ke terkecil atau sebaliknya. Mengamati itu saya merasa sedikit “gerah” dan tertarik mengetahui lebih lanjut tentang Pareto.

Apa atau siapa sebenarnya Pareto?

Berikut informasi sekilas mengenai Pareto

Sumber dari Situs Wikipedia berikut dan http://www.gassner.co.il/pareto/ menyatakan bahwa Pareto adalah seorang Insinyur Teknik Sipil yang pada akhirnya menjadi dosen Ekonomi dan Manajemen (agak gak nyambung nih si Pareto!!). Pareto mengamati pada tahun 1906 bahwa 80% dari tanah di Italia dimiliki oleh 20% dari penduduk, artinya kesejahteraan 80% rakyat Italia dimiliki oleh 20% orang kaya. Tidak heran banyak analisa mengatakan bahwa dari pengamatan Teori Ekonomi dari Pareto ini juga mempengaruhi Fasisme di bawah pimpinan Benito Mussolini.

Pareto menikah pada tahun 1889. Dina pasangan barunya Bakunin, Rusia, rupanya menyukai kehidupan sosial yang aktif, yang agak bertentangan dengan cinta sendiri Pareto privasi dan kesendirian. Setelah dua belas tahun perkawinan Dina ditinggalkan suaminya. Istri keduanya, Jane Régis, bergabung dengannya tidak lama setelah jatuhnya perkawinannya dan keduanya tetap setia kepada satu sama lain sepanjang sisa hidup Pareto.

…….lebih lanjut dan detail mengenai profil Pareto

Yang mempopulerkan Pareto

Jadi apakah hanya dengan penelitian Pareto tentang kesejahteraan di Italia membuat namanya terkenal sampai saat ini? Apakah hal itu cukup membuat namanya dipakai dalam keseharian perusahaan besar? Atau kepintarannya cukup hebat sampai-sampai namanya dibuat sebagai salah satu nama dari 7 alat pengendalian kualitas (7 tools quality control)?

Bukan masalah hebatnya Pareto atau kepopulerannya, tetapi penemu “istilah” Pareto-lah yang sebenarnya sangat berjasa mempopulerkan istilah pareto. Siapa yang mempopulerkannya? Joseph M Juran pada tahun 1941 mempopulerkan istilah prinsip Pareto. Juran sendiri adalah ahli Manajemen Kualitas, banyak teori-teori kualitas dan buku-buku sekarang yang meneruskan dasar pemikirannya menjadi ilmu Manajemen Kualitas. Saya sendiri tidak begitu percaya pada semua prinsip Juran bisa diterapkan semudah “teori” nya, tetapi apa yang Juran nyatakan terkadang mengarahkan saya dalam menemukan langkah-langkah pencapaian kualitas, pengendalian kualitas dan peningkatan kualitas (Trilogi Juran)

Ia mengembangkan prinsip dengan mengamati bahwa 20% dari kacang polong di kebunnya mengandung 80% dari kacang polong. Ini adalah umum aturan dalam bisnis, misalnya: “80% dari penjualan Anda berasal dari 20% dari klien Anda.” Secara matematis, di mana ada sesuatu yang dibagi di antara set cukup besar peserta, harus ada jumlah k antara 50 dan 100 sehingga k% diambil oleh (100 – k)% dari para peserta. K dapat bervariasi dari 50 (dalam kasus pemerataan) untuk hampir 100 (ketika sejumlah kecil rekening peserta untuk hampir semua sumber daya). Tidak ada yang istimewa tentang angka 80% matematis, tetapi banyak sistem nyata telah k suatu tempat di sekitar wilayah ini antara ketidakseimbangan dalam distribusi.

…….lebih lanjut dan detail mengenai profil Juran

Klasifikasi ABC sebagai bentuk Pareto

Jadi apa sih yang sering rekan-rekan di lingkungan kerja ceritakan sebagai istilah Pareto itu? Sepertinya klasifikasi ABC merupakan istilah yang tepat bagi istilah Pareto berdasarkan penjelasan Wikipedia berikut :

Klasifikasi ABC, adalah metode pembuatan grup atau penggolongan berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah, dan dibagi menjadi 3 kelompok besar yang disebut kelompok A, B dan C.

Kelompok A biasanya sejumlah 10-20% dari total elemen dan merepresentasikan 60-70% total nilai. Kelompok B berjumlah 20% dari total item dan merepresentasikan 20% total nilai. Kelompok C biasanya berjumlah 60-70% dari total elemen dan merepresentasikan 10-20% total nilai.

Pengelompokkan dengan menggunakan prinsip ini akan membantu seseorang untuk bekerja lebih fokus pada elemen-elemen yang bernilai tinggi (grup A) dan memberikan kontrol yg secukupnya untuk elemen-elemen yg bernilai rendah (grup C). Prinsip ABC ini bisa digunakan dalam pengelolaan pembelianinventoripenjualan, dsb.

Prinsip ini juga dikenal dengan nama Analisa ABC (ABC analysis), dan dibuat berdasarkan sebuah konsep yang dikenal dengan nama Hukum Pareto (Pareto’s Law), dari nama ekonom Itali, Vilfredo Pareto. Hukum Pareto menyatakan bahwa sebuah grup selalu memiliki persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%). Sebagai contoh, 20% dari total barang biasanya bernilai 80% dari total nilai inventori.

Hukum Pareto ini juga menjadi dasar bagi pengembangan Bagan Pareto (Pareto Chart). Bagan Pareto adalah salah satu dari 7 alat peningkatan kualitas (7 tools of quality) yang dikembangkan oleh J.M. Juran di tahun 1950. Dengan Bagan Pareto, penyebab atau segala hal yg mengurangi kualitas produk diurutkan dari yg paling penting ke yang paling kurang penting.

Berdasarkan penjelasan di atas, sepertinya istilah klasifikasi ABC inilah yang berkembang dalam konteks lingkungan kerja, terlebih yang berhubungan dengan pembelian, inventori dan penjualan. Teknik klasifikasi ABC ini menolong saya untuk “memfokuskan” diri pada klas A (10% hal yang menjadi penyebab 60% performance) dan cukup “memperhatikan” (tidak terlalu fokus dan mencurahkan SDM) pada klas B (20% yang menyebabkan 20% performance) serta sekedar “menjaga” klas C (70% hal yang menjadi penyebab 30% performance).

Apakah benar demikian?

Contoh kasus : Coba liat saja deh 80% hits blog didapatkan dari keyword apa? Kalau saya 80% hits nya rasanya dari keyword berikut : AS Roma, Manajemen Gudang, Administrasi Gudang, Manajemen Logistik, Modem EVDO, standar gaji 2010 adalah beberapa keyword yang merujuk ke blog saya.

Meski belum menghitung apakah hal ini ‘saklek’ dengan prinsip 80-20, rasanya princip pareto sedikit nyambung deh dengan keyword blog, supaya bisa bikin alexa dan google rank membaik, mari terapkan prinsip Pareto… 🙂

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Iklan

4 thoughts on “Pareto, apaan sich..?

  1. harian aprillins

    wah ini nih yang pernah diomongin sama temen satu kosan.. namanya ben.. cuma kayaknya kalo penjelasan di sini lebih ribet tapi jelas.. ehhee kalau teman saya itu ngga ribet tapi kurang jelas.. hehehe dia dari fakultas ekonomi..

    Suka

    Balas
  2. rio satya adi

    mau tanya nih: “apakah pareto hanya untuk menentukan permasalahan yang dominan aja?, dan berapa sih jumlah item minimal yang bisa di pareto-kan?”
    mohon di share ya masih ada pertanyaan lainnya (mohon pencerahan)

    Prinsip nya kan memang menyelesaikan masalah dari penyebab terbesar/dominan?Jika sudah mengurutkan penyebab terbesar/dominan, maka diselesaikan sesuai urutan tersebut.Item penyebab/atribut tidak ada batasan rasanya, tempat saya bakerja biasa menerapkan “10 terbesar” atau “20 terbesar” sesuai tujuan pemakaian.Semoga menjawab

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s