Memikirkan Jakarta…


Memikirkan Jakarta, atau lebih tepatnya mungkin memikirkan kehidupan sendiri di kota Jakarta. Ada beberapa pertanyaan yang muncul, Berapa jam waktu yang anda tempuh di perjalanan setiap hari? Jenis transportasi apa yang anda pakai? Bekerja dimana anda saat ini? Berapa persen penghasilan anda bisa ditabung? Semua pertanyaan-pertanyaan itu mungkin mudah dijawab dan berujung pada kata-kata “ah sudah biasa” atau “memang begitu kehidupan“, dan sejumlah jawaban lain yang menunjukkan ketahanan dan kehidupan seseorang. Jakarta sebagai sebuah kota besar memang menjanjikan banyak hal, istilah seorang tukang ojeg langganan saya adalah “Apa saja bisa dijadikan uang”

Kemacetan, berdesakan di busway, lokasi kerja yang jauh dari tempat tinggal, besarnya pengeluaran dan beberapa hal lain menjadi satu bagian stress tersendiri dari orang-orang yang hidup di Jakarta. Hal itu masih ditambah dengan kedatangan ribuan orang setiap tahun untuk mencari nafkah di kota Jakarta.

Saya berkhayal kalau saja suatu saat kota-kota besar di luar pulau Jawa seperti Medan, Makassar, Samarinda, Manado bahkan sampai Maluku dan Papua bisa memiliki roda perekonomian seperti di Jakarta. Mahasiswa dari daerah tidak lagi melulu datang mencari nafkah di Jakarta, namun bisa pulang ke daerah masing-masing karena di kota asal mereka memiliki pekerjaan yang ‘menjanjikan’ bagi masa depan. Kata ‘menjanjikan’ sendiri memang relatif, namun untuk kalangan fresh graduate nampaknya sejumlah angka rupiah tertentu bisa menjadi satu standard untuk mengarahkan mereka berkarya di kota asal.

Dalam masa itu orang-orang daerah yang ada di Jakarta mulai berpikir untuk mencari nafkah di daerah masing-masing, ya dibandingkan di Jakarta dengan uang banyak (terkadang pengeluaran juga lebih banyak) lebih baik bekerja di dekat kota kelahiran toh? Saya rasa banyak yang berpikir seperti itu, ditambah lagi tekanan hidup di Jakarta semakin besar dan semakin tidak memberi pilihan bagi para penduduknya. Kalau saja hal itu terjadi, arus urbanisasi ke Jakarta turun, bahkan cenderung banyak penduduk asli daerah pergi ke daerah asal, maka kota Jakarta akan semakin ‘longgar’ dan menjadi kota atau tempat yang nyaman untuk membangun kehidupan.

Apa yang bisa kita lakukan? Apa yang bisa pemerintah lakukan? Pertanyaan itu mudah dijawab tetapi sulit dilakukan, layaknya soal Fisika atau Kimia, pola jawaban mungkin sudah bisa ditebak dan mudah sekali dibicarakan. Hal yang paling mungkin adalah untuk keluar Jakarta secepat mungkin dan tidak menyarankan orang-orang untuk datang ke Jakarta, dan sayangnya itu sangat sulit 🙂

Salam Romailprincipe

8 thoughts on “Memikirkan Jakarta…

  1. darahbiroe

    heheh memang bener kalau soal pertanyaan apa yang bisa kamu lakukan untuk jakarta atau negri ini sangat mudah obral omongan tapi utk melakukanya hehehh sangatlah sulit

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh 😀

    Suka

    Balas
  2. RitaSusanti

    Yup! rasanya enggak begitu ngaruh kalau hanya sekedar omong doang, tapi nihil tindakan…Tapi ya untuk rakyat kecil seperti saya boleh doong bermimpi.

    Saya bermimpi Pemerintah ke depannya bisa mulai serius memikirkan dan menjalankan aksinya agar pusat ekonomi, jasa, transportasi, dan pusat pemerintahan itu sendiri bisa dialihkan sebagiannya ke daerah. Dan daerah juga harus segera berbenah diri agar bisa menerima transferan itu dari Ibukota. Jadi saling berbenah diri kali yeee…*ih maaph kalo gak begitu berbobot nih komennya*

    Suka

    Balas
  3. Rachmad Widodo

    Hadir…..tuk menyapa dan menjabat erat sahabat dekat,
    Lho kok khayalanmu seperti khayalanku Mas. Kotaku Rembang bisa berkembang maju seperti Jakarta. Kapan ya????
    Salam hangat jabat erat dariku.

    Suka

    Balas
  4. Mas Ben

    Sebenarnya gambaran sosial Jakarta dan sekitarnya sudah banyak diulas di tv, namun rupanya janji-janji masa depan [semu ?] tentang ibu kota masih menggiurkan 🙂

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

    Suka

    Balas
  5. Ping balik: Kehidupan anda dipengaruhi pekerjaan? « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s