Logistik yang dipandang (tidak) Penting


<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

Berikut artikel Logistik yang dipandang (tidak) penting yang saya re-post ulang hari ini. Tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya adalah posting pasca amburadulnya Logistik Pemilu 2009 lalu.

Logistik, satu kata yang menarik. Pengertiannya dari Yahoo Answer menjelaskan logistik sbb :

 

“Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengkontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar. Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, dan pemaketan. berhubungan erat dengan pergudangan atau Warehouse, berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan”


 

Logistik dapat menentukan kebehasilan suatu sistem atau aktifitas, semisal saja Pemilu, Bisnis ataupun Usaha. Dalam kegiatan perkuliahan sendiri di Jurusan Manajemen atau Teknik Industri sering dibahas mengenai Logistik. Mata kuliah Manajemen Logistik biasanya merupakan spesifikasi dari Manajemen Operasi, topik-topik yang dibahas sangat menarik, antara lain : Forecasting, Inventory, Supply Chain Management, Supplier Reationship Management, Material Requirement Planning, Tata Letak Pabrik, Material Handling dsb, dll. Beberapa memang di cover pada mata kuliah lain namun beberapa topik dasar menarik adalah topik-topik yang saya sebutkan.

Forklift

Teoritis?

Saya belajar, dan memahami beberapa topik di atas, meski tidak terlalu detail juga. Herannya di saat sekarang bekerja hamper seluruh topik di atas tidak berlaku dan tidak dapat (atau tidak mau dan tidak bisa) diaplikasikan. Semisal Forecasting tidak menjadi dasar permintaan, yang menjadi dasar permintaan adalah KEBUTUHAN. Jadi misalkan kebutuhan 5, terjual 2 maka akan terjadi pemesanan atau permintaan sebanyak 2. Hmmmhh… Di Forecasting pemesanan berdasarkan data historis, jadi kalau memakai average dan data historis yang digunakan adala 3 bulan maka saat terjadi penjualan selama 3 bulan sebanyak 6, 7 dan 5 maka akan terbentuk pemesanan sejumlah 6. Cara di atas juga dapat dikombinasikan. Entah mengapa menurut saya Permintaan barang suatu perusahaan terkadang berlawanan dengan berbagai macam teori yang dipelajari. Text book yang saya download tentang Supply Chain Management bahkan dapat merumuskan banyak hal yang lebih rumit dan kemungkinan bisa lebih baik atau bahkan lebih buruk.

Jadi apakah itu semua?Apakah sistem tidak mendukung teori, atau teori terlalu ideal?Tidak juga, ternyata ada faktor ketidaktahuan dari para pendahulu (pembuat system) sehingga metode yang berkaitan dengan logistik kurang mengikuti perkembangan jaman, atau di sisi lain teori itu sendiri melahirkan faktor resiko dari aktifitas logistik, sehingga dunia usaha memilih merumuskan teori sendiri, kalo begitu dimana letak teori kuliah? cukupkah sampai pada ijazah yang bertuliskan “A” pada mata kuliah tertentu? Saya kira tidak, 1001 hal bisa saya paksakan, seperti kata Einstein “Jika fakta tidak sesuai dengan teori maka ubahlah faktanya”….

ops10

Faktor Resiko

Resiko dari aktifitas logistik yang saya tahu adalah Selisih barang (hilang atau lebih), Kerusakan barang, Besarnya nilai IOH (Inventory on Hand) atau DSI (Day Sales Inventory), Stock Out hingga Potential Losses Sales. Beberapa Teori Kuliah dapat menjelaskan resiko-resiko di atas. Namun terkadang teori ini justru melahirkan resiko baru, semisal Forecasting. Misalkan dengan meramalkan akan membeli barang sejumlah 40 buah maka ketika permintaan sejumlah 43 maka terjadi stock out dan kehilangan potential sales yang tentunya sangat tidak disukai oleh dunia usaha, namun ketika permintaan dilakukan dengan faktor buffer tinggi, semisal 50, maka terjadi nilai Inventory on Hand yang tinggi artinya saat dimana barang yang dibeli tidak langsung menjadi uang. Ketika kuliah dulu Dosen menjelaskan dengan analogi tukang pisang goring yang memiliki angka IOH kecil, karena siang ini membeli bahan baku, maka sore harinya sudha jadi uang, semakin kecil nilai IOH maka semakin kecil nilai Inventory yang tentunya menyegarkan cashflow perusahaan.

Manajemen faktor resiko ini menurut saya membutuhkan pengalaman dibandingkan teori, meskipun tetap didasarkan pada teori. Pengalaman akan membentuk feeling atau sentuhan atau naluri, melalui hal-hal ini teori dipertajam.

 

Urgensi?

Melihat ketidakteraturan logistik pemilu maka bisa saya duga bahwa KPU tidak melakukan analisa terlebih dahulu yang melibatkan orang yang berpengalaman pada bidang logistik, atau rekanan KPU yang sangat tidak profesional di bidang logistik. Bagaimana tidak? Ribuan surat suara ada yang basa terkena hujan, masak sih pengemasan tidak diperhatikan? Belum lagi keterambatan pelipatan surat suara, sehingga perlu dikerahkan bayak “jin” seperti proyek loro jonggrang yang bak ujian mahasiswa menggunakan sistem kebut semalam. Menilik hal ini maka saya berpendapat lingkup manajemen logistik diperhatikan, dikaji dan didalami oleh orang-orang yang berkompeten, sehingga semua aktifitas di Indonesia dapat berjalan dengan produktifitas tingi. Perlu juga adanya forum2 terbuka mengenai logistik di Indonesia, tidak hanya dalam seminar formal yang banyak teorinya, tetapi melibatkan Industri yang berada pada level menengah atau level atas dimana Industri ini memiliki pengalaman bidang logistik cukup baik sehingga teori2 dapat lebih mendarat dan aplikatif di semua bidang.

 

Asosiasi?

Di Indonesia terdapat komunitas logistik, yaitu Asosiasi Logistik Indonesia, hal ini berarti telah ada orang-orang yang memandang bahwa pengaturan logistik sangat penting dan Ilmu, Pengetahuan dan Teknologi megenai logistik penting dibagikan dan dikembangkan. Namun di mana posisi Asosiasi Logistik Indonesia? Saya sebenarnya pernah menjadi Master of Ceremony acara Seminar Nasional yang mengadirkan perwakilan ALI, saat itu saya akui bahwa secara data dan penguasaan lapangan pihak ALI sangat baik dan pemikiran-pemikiran yang berkembang sangat membantu terciptanya produktifitas lebih tinggi.  Namun apa jadinya jika ALI kurang mengcover kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan atau informasi mengenai logistik, menurut saya ALI (mungkin sesuai dengan Visi, Misi atau tujuan awal) sangat mengedepankan kepentingan indutri atau dunia usaha, padahal sejatinya industri level menengah ke bawah, pihak pemerintah atau orang awam sangat membutuhkan pengetahuan dasar mengenai logistik

Namun memang semuanya kembali kepada diri masing-masing, apakah setiap diri sudah memandang pengetahuan dasar tentang Manajemen Logistik penting?

Salam Romailprincipe

Artikel Romailprincipe lainnya mengenai Logistik :

Tulisan Logistik Romailprincipe

Iklan

8 thoughts on “Logistik yang dipandang (tidak) Penting

  1. yudi Apriadi

    salam kenal dari saya mas?
    saya bekerja di suatu perusahaan yang bergerak di bidang prebiotik Retail,kebetulan posisi yang saya tempatin sekarang adalah bagian pergudangan.Di mana gudang yang saya pegang adalah gudang baku?yang saya mau tanyakan!kalau mengenai manufacture dipergudangan?

    Suka

    Balas
  2. sutopo

    Dear mas..
    nambah dikit (sorry jika salah)..
    Untuk forecase,perhitungannya tentu tidak cuma dgn hystorical average sales saja,tetapi banyak faktor yg perlu diperhatikan.contoh stock out dan program promo di bulan yang di buat untuk acuan pembuatan forecase.stock out akan menyebabkan lost sales,sedangkan promo terjadi lonjakan sales,kedua duanya hrs diperhatikan karena forecast yg akan timbul bisa jadi stock yang kurang di bulan berikutnya atau malah jadi over yg menyebabkan Inventory bermasalah.maaf kl salah…

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      Wah, benar sekali tuh. Terima kasih telah memperkaya tulisan ini mas Sutopo. Faktor promosi memang akan menaikkan dan menurunkan persediaan..

      Bisa share contoh rumusnya?

      Suka

      Balas
      1. sutopo

        untuk rumus forecase sgt beragam,gambaran gampangnya seperti berikut:
        jmlh hari januari : 30 hr
        penjualan : 300 krt
        kosong barang di outlet : 10 hr
        maka avg sales yg dihasilkan bukan : 10 krt per hari (300 krt/30 hr),
        tetapi angka penjualan di bagi dengan kondisi saat stock ada yaitu 20 hari (asumsi tiap hari toko kita buka).maka riil avg sales yg terjadi selama bln januari adalah : 300 krt/20 hr = 15 krt per hari.
        Penting yg WAJIB diperhatikan adalah perhitungan sales harus dlm kondisi penjualan normal,bukan kondisi saat ada promosi,apalagi promo tsb cm sebulan atau tdk berlanjut di bln berikutnya.Demikian jg apabila item yg kita buat forecast dibulan berikutnya ada promo,maka lonjakan sales hrs jd pertimbangan dgn melihat sejauh mana promo yg akan berjalan menambah kontribusi sales (slh satunya dgn membandingkan competitor).
        Satu hal lg stlh forecase jadi adalah komitmen pemasok atas forecase yg kita buat,kemampuan dan kendala supply ke kita.
        Apabila di bulan berikutnya outlet kita ada penambahan,tentunya jumlah qty forecase hrs berubah.Rata rata dlm pembuatan forecase selalu ada up ke angka 20 % untuk antisipasi apabila supply bermasalah atau behaviour konsumen yg kadang berubah.
        Untuk rumus forecase banyak mas..tergantung jenis usaha yg beda beda.Forecase pun bisa kita pecah per week u/ membantu pemasok dan menyesuaikan kondisi sales running di outlet kita.nt sambung lg mas,krn mash panjang dan apabila empunya blog tdk keberatan..he hee..
        maaf bila salah.
        tks

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s