Tingkat Persediaan [Ekonomis] Logistik


Dalam kegiatan atau aktifitas logistik, salah satu komponen pembentuknya adalah menentukan tingkat persediaan yang ekonomis. Begitu banyak teori yang diangkat termasuk EOQ, Forecasting, Reorder Point, dan lainnya. Namun karena belum melihat koneksi nyata dari sejumlah rumus tersebut dengan relita lapangan, maka saya tertarik untuk membahas dari sisi lain. Seperti pengamatan sekitar dan penggunaan di lapangan, digabungkan dengan sedikit pengetahuan mengenai beberapa teori. Satu pertanyaan, apakah di tempat saya bekerja tingkat persediaan yang ekonomis adalah sama dengan rumus EOQ, Reorder Point, Forecasting atau rumus lainnya?

EOQ memiliki syarat Harga barang per unit konstan, Setiap saat perusahaan memang butuh bahan mentah secara stabil, Jumlah produksi dengan bahan mentah dan pemeliharaan di gudang. Sedangkan Reorder Point memiliki unsur safety stock, lead time dan pemakaian barang selama lead time. Untuk Forecasting dengan metode terbaik sepertinya metode Winter, sepertinya jika dimodelkan dalam bentuk grafik, maka hasil peramalan Winter selalu terlambat 1 periode. Lalu apa? Bagaimana menentukan tingkat persediaan yang ekonomis bagi suatu aktifitas logistik?

Pertama-tama, pemahaman yang perlu diketahui adalah apa akibatnya jika persediaan yang dimiliki terlalu besar / terlalu kecil? Terlalu besar, maka jelas ada pengendapan modal / uang. Seharusnya uang dan modal itu bisa terus diputar dan menjadi profit baru namun dikarenakan mengendap dan tidak berputar maka profit berkurang. Belum lagi resiko kerusakan barang jika handling dalam jumlah besar, semisal resiko expired, resiko barang rusak karena kesalahan penanganan dan sejumlah resiko lain. Terlalu kecil, maka terjadi potensi loss sales dan performa bisnis juga bisa menurun.

Kedua, tentukan grafik pergerakan stock yang dimiliki. Semisal stock akan memiliki permintaan tinggi pada pertengahan bulan, maka hitunglah periode terbaik kapan harus dipesan ke pihak ke tiga. Mungkin mirip Reorder point? Tetapi yang mau dibilang bahwa penguasaan mendalam mengenai sejumlah teori akan percuma jika tidak bisa fleksibel menghadapi problem di lapangan. Jika pergerakan stock sudah dikuasai, maka bisa ditentukan kapan akan membeli sejumlah barang.

Ketiga, setelah mengerti dan menguasai karakteristik persediaan maka saatnya mulai memodelkan perhitungan persediaan ke dalam sebuah lembar kerja (bisa worksheet excel). Ketika memodelkan perhitungan manfaat terbesar adalah mengetahui selisih/error dari model yang kita buat versus realisasi nya. Memodelkan suatu perhitungan tidak sulit, boleh memakai berbagai macam cara. Moving Average, Winter, Linear, Seasonal, Average, dll. Saya yakin banyak  textbook dan teori mengenai ini. Dalam memodelkan harus konsisten kemudian pemakaian model harus sesuai dengan karakteristik pergerakan stock (poin kedua).

Keempat, ini paling basi tapi paling urgent dan sesuai dengan prinsip continous improvement. Evaluasi pemodelan dengan error. Teliti penyebab error, bisa jadi karena ada semacam miss dari poin kedua dan ketiga. Menurut saya hal itu sangat-sangat wajar, Edison menemukan lampu bukan dari sejumlah keberhasilan pendahuluan tetapi karena tidak menyerah sama kegagalan. Melalui langkah keempat yang sangat klasik ini model persediaan akan terus disempurnakan sampai ke dalam tingkat ideal, yaitu persediaan tidak over dan tidak under, bahkan bahasa kerennya (kalau tidak mau dibilang impossible) adalah Zero stock.

Nah, keempat langkah di atas saya kira adalah salah satu dari sejumlah pekerjaan di dunia logistik yang sangat menarik, menantang dan menurut saya belum ada satu ilmu yang bisa memastikan jawaban serta rumusan yang tepat untuk seluruh karakteristik usaha. Apakah persediaan kursi, lampu, meja di retailer ACE Hardware menggunakan rumus sama dengan persediaan kabel, paku, pasir di toko bangunan “Maju Jaya”? saya kira tidak, demikian juga Hypermarket sekelas Makro, Carefour, dll menyediakan barang di tempat terbatas yang nyaman dan ber-AC untuk dipajang semenarik mungkin bagi konsumen pastilah memiliki dasar pemikiran berapa jumlah barang yang tersedia.

Nah, bagaimana dengan yang lain? Model persediaan apa yang dipakai di tempat anda bekerja? Bisa share disini? Atau jika terlalu panjang boleh menjadi salah satu posting di blog ini kok, hitung-hitung meramaikan tulisan mengenai logistik, silahkan loh kalau mau ikutan mengisi dan membagi pengalaman.🙂

Salam Romailprincipe

Silahkan pembaca untuk komentar di bawah tulisan ini atau share via email ke romailprincipe2012@gmail.com. Silahkan juga Follow blog ini dengan mendaftarkan email di sidebar blog ini :)

Daftar Tulisan Romailprincipe bisa dilihat di sini

Download Sample Template Excel atau Portfolio 

15 thoughts on “Tingkat Persediaan [Ekonomis] Logistik

  1. ratnavisuda

    Menarik sekali mengikuti tulisan2 anda.
    Sangat sedikit pembahasan lokal (baca:di indonesia) mengenai dunia logistik di dunia maya dan ketika saya klik yg muncul dominasi tulisan anda.

    Memang teori2 di textbook terkadang tdk ada yang cocok dengan ciri wharehousing yang sedang kita tangani, apalagi di dunia perbukuan (penerbitan)..hufffft sangat sulit di prediksi dan dikendalikan krn itemnya per judul yg mencapai ribuan dengan sistem penjualan konsinyasi yang sangat beresiko kembali lagi ke gudang.

    Adakah teman2 yg berkutat di bidang logistik yg sama (penerbit) “pengen share bareng” :))

    Saya pernah juga approach dengan salah satu penerbit untuk handle gudang, namun tidak terjadi kesepakatan. Jadi dunia logistik penerbit masih belum bisa saya ketahui detailnya. Jika ibu Kerja di penerbitan bisa sumbang tulisan ke Blog ini .. mau dijadikan kontributor?🙂

    Suka

    Balas
  2. Ping balik: Sistem Manajemen Persediaan Gudang « Romailprincipe Menulis

  3. Adit

    tentunya di tmpt saya FIFO, krn material punya automotive (hampir) tdk ada expire date nya.
    memungkinkah penggabungan antara re-order point dan forecasting? apa ya nama istilahnya?
    karena semua pasti akan re-order bila stok sudah mencapai level critical mrk dan juga memakai forecasting dari trend market & visi misi company ke depan.

    Suka

    Balas
  4. Ping balik: Sistem Manajemen Persediaan Gudang « ashifyuri

  5. Bracu1

    pekerjaan saya erat kaitannya dengan apa yang sudah dijabarkan di artikel2 ini … memang sebelumnya saya sudah pernah training, tetapi melalui artikal ini saya kembali direfresh, terimakasih.

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s