2010 = kelam atau cerah ya?


Pertama-tama, Met tahun baru 2010 ya buat teman pengunjung yang nyasar ke blog ini. Gimana tahun baru nya, menyenangkan, menyedihkan atau biasa aja? Menjelang tahun 2010 ini saya dapat arus di atas rata-rata tulisan lain dari tag “tahun baru 2010” pada tulisan Tantangan 2010, so what?. Yap, menghadapi 2010 saya sendiri sudah banyak berdiri tembok-tembok besar serta setumpuk target dan pekerjaan yang sepertinya lebih besar dari 2009. Target dan pekerjaan bukan saja dari dunia kerja, dari impian-impian pribadi, keinginan yang belum terpenuhi, kadang memberi saya gambaran 2010 ini banyak hal yang Sang Pencipta ijinkan saya lakukan.

Kembali ke cerah atau kelam nya 2010, jika parameter cerah dan kelam sendiri disandarkan pada kondisi dan suasana hati, maka cerah atau kelam akan sangat bergantung pada keahlian orang-orang mengelola suasana hati, mengatur kondisi-kondisi eksternal, mencari sejumlah aktifitas menyenangkan hati, dan lain sebagainya. Kaitan dengan keuangan, buat saya cerah dan kelam tidak pernah berkaitan dangan pekerjaan dan penghasilan, sebab saya punya teori “saat ini bukan masalah seberapa besar penghasilan, tetapi seberapa besar pengeluaran“.

Di depan akan ada 12 bulan yang memberi pilihan kepada setiap orang akan melewati dengan ke sia-sian dan kehampaan, atau melewatinya dengan penuh gairah dan suasana hati yang cerah? Akan ada pilihan untuk terus tenggelam dalam dunia ‘hitam’ (kejahatan, kemunafikan, iri hati, dengki, cemburu, amarah, dll) atau berada pada lingkungan terang benderang dan dipenuhi rasa sukacita setiap harinya. Pada tahapan ini sepertinya kehidupan batiniah sangat menentukan, seberapa dekat seseorang dengan Tuhan, seberapa besar keyakinan yang dimiliki mampu dilakukan dan terus mempertajam mata hati rohani akan mampu membuat diri peka terhadap keinginan Sang Pencipta.

Melakukan sejumlah aktifitas produktif yang menyenangkan bisa memberikan tahun yang berbeda daripada tahun sebelumnya. Hal kecil yang sangat sulit dilakukan adalah membuka usaha. Tanggal 1 Januari 2010 kemarin ada tayangan TV One mengenai usaha kecil Mie basah. Dari acara itu diketahui dengan usaha bermodalkan 15 juta maka dapat meraih omset 5 juta per hari dengan keuntungan 10% saja, maka akan dicapai BEP dalam 1 bulan. Huihh…siapa yang tidak tergiur? Bukan dari nilai uang nya, tetapi dari nilai ‘membangun usaha kecil‘, dimana berarti itu akan membuat banyak orang turut serta merasakan kehidupan lebih layak (bisa mempekerjakan orang). Keren kan jika aktifitas-aktifitas produktif seperti itu bisa dikerjakan di tahun 2010 ini, hitung-hitung mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia 🙂

Kelam nya tahun 2010 bisa merupakan pemutusan hubungan kerja (PHK), kematian orang yang kita cintai, perceraian, kenakalan anak/keluarga, pertengkaran hebat, serta sejumlah kejadian lain yang membuat (lagi-lagi), suasana hati menjadi down. Kelam nya 2010 juga bisa diwakilkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang semakin kacau dan semakin tidak dapat berjalan dalam aturan dan koridor yang benar. Sejumlah harapan menanti pemerintah pada tahun 2010, namun kejadian apa yang akan terjadi dari sejumlah hal yang diharapkan itu mari kita tunggu saja.

Menutup, kelam dan cerah nya 2010 ini sekedar memberi sentilan kecil, bahwa sebenarnya kelam dan cerah itu hanya bergantung pada diri sendiri. Tidak dipungkiri akan ada masa-masa kelam (seolah makan saja gak mau!!saking lebay nya), tetapi paling tidak masa-masa seperti itu tidak boleh banyak terjadi dan tidak boleh terlalu berlarut-larut bukan? Sayang sekali rasanya kalau hal-hal seperti itu terlalu banyak mengganggu, terlalu banyak hal lain yang bisa dilakukan daripada berlarut dalam kelam nya dunia.

Salam Hangat

9 thoughts on “2010 = kelam atau cerah ya?

  1. romailprincipe Penulis Tulisan

    met tahun baru juga semua..
    mas nusantaraku doanya baik sekali, hihi…moga sempat seperti yang dikatakan mas nusantaraku
    joefre..blog saya juga amatiran kok…hehe..sering2 aja blogwalking, komen, update…padahal aku makin jarang gitu..

    Suka

    Balas
  2. mikha_v

    Ya sebenarnya banyak sih penentu faktor cerah atau kelam. Bisa dari diri kita sendiri (yang sebagian besar bisa kita kontrol), dan dari lingkungan luar (yang sebagian besar di luar kendali kita).

    Oleh karena itu, kita hanya bisa berharap yang terbaik dan melakukan segala hal yang dalam kendali kita sebaik-baiknya. Karena apabila ada intervensi luar yang “kelam”, kita punya antisipasi.

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s