Tantangan tahun 2010, so what?


Kira-kira beberapa hari lagi kita semua ninggalin tahun 2009 menuju ke tahun 2010. Beberapa sibuk dengan perayaan akhir tahun, beberapa sibuk dengan ijin cuti panjang, sibuk dengan kenaikan gaji, sibuk dengan isu mutasi, sibuk dengan komitmen baru tahun 2010, sibuk dengan mereview satu persatu kehidupan di tahun 2009, atau malahan ada yang tidak sibuk apa-apa, karena tahun baru atau tidak bukan menjadi hal penting dalam kehidupan, toh sebenarnya perayaan tahun baru hanya dekat ke arah hura-hura dan menghabiskan sejumlah uang untuk tujuan dan kepuasan yang tidak jelas. Meski terkadang perayaan dan kegitan itu berbau perayaan keagamaan lho..

2010, berarti satu waktu dan tantangan baru lagi. akan ada kenaikan harga yang terkadang tidak seimbang dengan kenaikan gaji. Bagi yang tinggal di Jakarta, maka selamat menikmati fenomena kemacetan yang semakin parah, karena bisa dipastikan ribuan pencari kerja akan menyerbu Jakarta. Bagi pelaku usaha, akan banyak penetrasi produk china yang rasanya pasti lebih murah meriah, kemudian banyak orang-orang kaya mulai membuka usaha kecil menengah ‘untuk sampingan’, akibatnya orang-orang yang benar-benar menggantungkan hidup pada usaha kecil menengah jadi tersingkir. Inilah persaingan sempurna, sebuah dunia liberal dan bebas. Siapa yang memiliki modal dan kekuatan maka akan mampu bertahan. Tidak ada tempat bagi orang-orang cengeng dan pemodal kecil, kalian (baca : kita) semua akan tergilas.

Dari sisi kehidupan batiniah, maka kehidupan super sibuk orang-orang akan membawa dalam belantara gelap dan kelam. Berdoa dan membaca Firman Tuhan akan menjadi hal yang langka. Segala strategi membawa software kitab suci di handphone, lagu dan buku rohani dibawa ke tempat kerja, rasanya tidak mampu membawa diri kita benar-benar ke dalam kehidupan yang semakin dekat dengan pencipta. Semakin lama justru akan semakin terpisahkan, semakin tidka peduli dengan hal-hal dan koridor agama. Ambil contoh, caci maki dan kehidupan saling menjatuhkan, rasanya menjadi hal yang lumrah bagi setiap orang.

Rumah tangga, bagi beberapa orang akan ada yang mulai mengarungi bahtera rumah tangga. Persiapan biaya pernikahan, biaya tempat tinggal atau kendaraan dan biaya harian tentunya akan semakin membebani. Yah, membebani! Perlu diakui ada beberapa yang sudah siap, memiliki tabungan secukupnya, bergaji 7-10 Juta yang sudah bersih dipotong cicilan ini-itu. Bagi kalangan seperti ini kehidupan rumah tangga tidak berarti selesai, konflik dan egoisme antar pasangan dimana satu sama lain terkadang masih mengenal sebatas ‘pacar’ belaka, sehingga kemudian hari mulailah muncul konflik-konflik kecil. Diperparah dengan kehadiran ‘kompor’ sejati yaitu masing-masing pihak keluarga yang membumbui rumah tangga ditambah dengan aktifitas super sibuk maka lengkaplah menu ‘cikal bakal perceraian’ pasangan muda. Begitu cerdas dan hebat ‘si iblis’ merasuki dan menghancurkan rumah tangga, tempat dasar manusia bertumbuh den berkembang, nampaknya ‘si iblis’ terus mencari-cari ‘calon’ rekan-rekan nya di dunia akhir nanti.

Harapan dan Peluang, Peluang berprestasi, peluang berusaha, peluang kenaikan posisi, penghasilan, peluang beraktifitas baru, peluang merenda kehidupan yang lebih baik mungkin juga tersaji di tahun yang baru. Bagi orang yang stabil dan memiliki pandangan jauh ke depan, maka 2010 bisa jadi merupakan fondasi selanjutnya dari apa yang telah dibangun  selama ini. Keluarga, komunitas, orang-orang terdekat merupakan alasan lain (setelah Sang Pencipta) untuk terus bertahan dan kuat dalam kondisi apapun. Terus menggantungkan harapan pada hal-hal yang kekal dan tidak fana/sementara membuat tubuh rohani seorang manusia semakin kuat, karena semakin mempertebal iman (percaya meski tidak melihat). Kepercayaan bahwa hidup adalah anugrah seperti Video klip D’Massiv berikut :

Terlepas dari plagiat atau tidaknya lagu ini, Anugrah membuat kita bersyukur dan merasakan bahwa sebenarnya siapa sih saya? Mengapa ada di dunia dan dilahirkan, dirawat dan dicukupkan sampai saat ini. Dalam bernafas saja, begitu besar anugrah yang saya terima. Anugrah membawa kita sendiri ke dalam pemikiran bahwa dengan bersyukur, kehidupan ini indah dan akan menjadi cukup. Meski lantas tidak membawa kita bermalas-malasan dengan dasar toh kita dalam anugrah…!!!” 🙂

Dalam kehidupan berkeyakinan terhapa adanya satu Sang Pencipta, maka bisa saja komunis atau liberalis yang ateis akan semakin banyak tahun depan. Mengapa? Tentu, banyak hal yang tidak terjawab oleh agama dikarenakan begitu bangganya kita (baca : manusia) kepada alam pikiran dan logika, begitu kita mengandalkan logika yang sangat kecil dan terbatas ini. Meskipun sebenarnya logika dan alam pemikiran manusia terlalu dangkal untuk mendekati segala sesuatu yang berbau Ilahi.

Sedikit mengenai 2010 dari pemikiran seorang Romailprincipe, kalau saya sendiri melihat 2010 bisa lebih baik dari 2009. tidak seperti saya melihat 2009 yang cenderung hanya kelanjutan dari 2008 dan mengalir apa adanya. Di luar semua itu, Tuhan maha besar yang mampu membuat kita semua mengatakan

2010, So What?

Iklan

4 thoughts on “Tantangan tahun 2010, so what?

  1. Singal

    So what? selalu ada harapan, semoga semangat tetap berada dalam diri kita. Saya sangat susah menuliskan kata “semangat” itu, karena terbayang kepada banyaknya teman kita pengangguran yang telah menghabiskan uang atau ongkos untuk mencari kerja dan tidak pernah mereka dapat. Lapangan kerjapun tampaknya sangat sedikit dan tidak mampu menampung mereka. Sementera penguasa negeri ini lebih sibuk membenahi masalah yang rasanya tidak ada hubungan langsungnya dengan lapangan kerja. Janji kampanye dan pidato kampanye tentang lapangan kerja, hanya menghasilkan tegukan air liur pahit. Lalu?! hanya berharap. Menciptakan lapangan kerja sendiri? mungkin hanya sebagian kecil yang punya darah dan jiwa dan keberuntungan. Kita ini, kebanyakan buruh, alias pekerja.

    Suka

    Balas
  2. Lex dePraxis

    Pertama-tama, salam kenal aja yah karena saya pribadi agak lupa pernah berkunjung di sini atau belum. 🙂

    Tulisan yang menarik, karena rasanya jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Saya pikir perenungan seperti ini memang berguna, karena di jaman modern ini kita jarang sekali meluangkan waktu untuk refleksi walau sedikit saja. Saya juga ada menuliskan cerminan lainnya dalam Fakta Dibalik Resolusi Tahun Baru. Semoga bisa saling membantu dan memperkaya wawasan kita semua.

    Sekali lagi, salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    Suka

    Balas
  3. Ping balik: 2010 = kelam atau cerah ya? « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s