Menebak ujung Century “gate”


Pernyataan SBY mengenai motif politik 9 Desember 2009 yang kemudian disusul isu penjatuhan SBY sebelum 100 hari cukup membuat resah dan menuai berbagai respon.Beberapa mempercayai statemen dan isu yang ditebar oleh pemerintah dan antek-anteknya, setelah mencari beberapa artikel saya cukup senang dengan statemen berikut, Simak saja :

Pengamat politik Universitas Parahyangan Andrianus Harsa Waskita menyatakan, Presiden SBY yang tiba-tiba memberikan peringatan akan ada gerakan sosial yang bermotif politik pada 9 Desember adalah tindakan yang ‘tidak presidensial’.

“Ini membuktikan tidak presidensial. Ini demokrasi jalanan yang dikomentari,” kata Andrian. Ini juga menunjukan SBY panik terhadap reaksi publik. “Itu bentuk kepanikan. Lebih baik presiden bicara hubungan antarlembaga,” katanya.

Para pengamat dan publik berpendapat, daripada SBY memberikan komentar yang mengesankan adanya pihak-pihak yang menunggangi demonstrasi, justru lebih baik SBY juga ikut serta pada aksi untuk memperingati hari anti korupsi yang jatuh pada 9 Desember.

Sinyal seperti akan adanya aksi massa yang ditunggani ataupun SBY akan dijadikan target pengeboman adalah laporan dari intelejen yang tidak perlu diangkat dan dikomentari. “Ini gaya-gaya Orde Baru,” ujar Harsa.

Rencana demonstrasi 9 Desember itu justru akan membantu Presiden SBY memberantas korupsi, jika benar bahwa presiden berkomitmen untuk membasmi korupsi dan memimpin sendiri aksi pemberantasan korupsi itu. “Kami hanya membantu pemerintah,” kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif.

Menurut Syafii, mungkin Presiden SBY lupa bahwa pada Pemilu 2004 lalu pernah mengatakan akan memimpin pemberantasan korupsi. “Jadi, ya kita bantu,” ujar dia. Syafii meyakinkan bahwa aksi massa untuk memperingati hari antikorupsi sedunia pada 9 Desember itu tidak memiliki motif lain. Apalagi motif penggulingan Presiden atau pemakzulan.

Beberapa hari yang lalu terpilihnya anggota Dewan dari Golkar yang didukung oleh Demokrat (komposisi nya tidak seimbang (Demokrat (7), Golkar (5), PKS (2), PKB (2), PPP (2), PAN (2) melawan PDIP (5), Hanura (1), Gerindra (1)) membuat saya juga menebak-nebak ujung hak angket ini. tidak heran PDIP menyarankan ada tenaga ahli untuk Panitia angket Century kemudian mengusulkan Rapat Panitia Angket terbuka untuk publik, serta kekhawatiran Puan mengenai ‘mentah’ nya panitia khusus ini membawa persepsi orang bahwa kasus ini akan berakhir seperti ‘biasa’. Jika diteliti pada awalnya Fraksi Demokrat tidak mau ikut usulan hak angket, alasannya ketika itu “biarlah kita menunggu hasil audit BPK”. Namun setelah melihat gerakan hak angket begitu deras maka aksi “ikut” untuk menelikung dari dalam terpaksa diambil. Politik memang seperti itu. Sayang Politikus mantan pengacara yang suka membawa ‘beceng; di kantung diikutkan oleh Demokrat pada pansus hak angket (mungkin karena beliau dari komisi III), tetapi emosi dan gaya bicaranya yang meledak-ledak bisa jadi blunder, beruntung ada Anas yang bisa mendinginkan suasana dan sungguh menguasai pembicaraan (meski kalau dah kepepet terkadang suka keluar substansi).

Berdasakan kepada kekhawatiran SBY dan demi alasan menjaga kestabilan negara serta komposisi panitia hak angket saya masih optimis KORUPSI masih merajalela. Syukurlah, kaget juga kalau korupsi bisa langsung dihapus, kaget juga kalau ada pejabat VVIP or VIP yang bisa diusut dan terbukti bersalah mengalirkan ‘dana’ untuk kepentingan ‘lain’. Jadi PDIP, Kompak, Gerindra, Hanura, GIB dan seluruh yang berjuang nampaknya masih saja belum bisa mewujudkan Visi nya. Bagaimana, benar begitu? Atau salah? Atau…Ach bodo amat, gue gak untung atau gak rugi kok..hehe..

Peace

2 thoughts on “Menebak ujung Century “gate”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s