SBY menjawab Kasus KPK


Meski didukung oleh gerakan sejuta Facebook nampaknya Presiden tidak terpengaruh dan mengeluarkan statemen yang cukup ‘cantik’ berikut (dari kompas.com) :

“Saya tidak boleh dan tidak akan memasuki wilayah ini karena penghentian penyelidikan ada di wilayah lembaga penyidik atau Polri. Penghentian tuntutan merupakan kewenangan lembaga penuntut atau kejaksaan serta penyampingan perkara melalui pelaksanaan asas oportunitas merupakan kewenangan Jaksa Agung,”

Kadang masyarakat mungkin lelah juga yah memperhatikan kasus KPK, penahanan Bibit Chandra serta berbagai macam kasus-kasus lain. Di tengah-tengah ‘kepopuleran’ Presiden SBY dengan image nya sebagai pemberantas korupsi nampaknya jawaban / konferensi pers SBY kurang memuaskan banyak pihak. Lihat saja petikan dari okezone.com berikut :

JAKARTA – Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak tegas atau mengambang menyikapi rekomendasi Tim 8 atas kasus Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah, menimbulkan kekecewaan terhadap para aktivis dan pengamat hukum.Dengan spontan para aktivis dan pengamat hukum yang menggelar nonton bareng di kantor Imparsial, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, langsung menegaskan untuk menolak sikap yang telah ditunjukkan Presiden.“Lawan-lawan SBY sekarang juga,” teriak aktivis hukum Ray Rangkuti secara spontan dengan berdiri sambil mengacungkan jempolnya ke bawah, usai mendengar pidato Presiden, Senin (23/11/2009).

Sikap ini kemudian diikuti dengan banyak aktivis dan pengamat hukum yang berada di situ. Tampak, Effendy Ghazali, Usman Hamid, Bambang Widoyoko, Boni Hargens, Adhie Massardie, yang kemudian menyanyikan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan para pengunjuk rasa saat menyampaikan aspirasinya.

“Lawan, lawan, lawan SBY. Lawan SBY sekarang juga,” ujar mereka dengan bernyanyi dan dilakukan berulang-ulang. Sebelumnya setelah mendengar sikap Presiden, mereka langsung mematikan televisi yang menyiarkan secara langsung pidato Presiden.(hri)

Hmm , saya ragu apakah para aktivis hukum ini benar-benar berani melawan SBY. Saya semakin dibingungkan juga dengan siapa yang benar dan siapa yang salah? Saya iba melihat Pidato bapak Presiden yang sekali lagi menunjukkan dirinya difitnah, dizalimi oleh orang-orang yang menuduh aliran dana untuk Bank Century juga mengalir untuk kampanye Demokrat dan SBY. Apakah teman-teman lain yang mampir kesini juga iba?

Yang pasti awas ancaman adanya people power, sepertinya rakyat perlu bersikap jernih dan berhati legowo menyikapi respon Presiden terhadap ‘kasus’ KPK dan Bank Century. Rekomendasi tim 8 yang diketuai Adnan Buyung Nasution (sepertinya yang ini memang benar berjiwa reformis) juga tidak direspon dengan detail, detik memberitakan Presiden seperti menggocek bola lagi. Mungkin saja esok akan ada usaha membungkam media massa , mengendalikan media massa serta penangkapan-penangkapan ‘Bibit-Chandra’ lainnya. Ah, terlalu berlebihan tampaknya.

Bolehlah aksi pembentukan satgas hukum atau anjuran kepada KPK, Polri dan Kejaksaan untuk membersihkan institusi nya. Apakah itu cukup? Apakah itu jawaban atas demonstrasi besar-besar an selama ini? Demonstrasi yang juga ditandingi demonstrasi lain yang mendukung Polisi (disimbolkan sebagai pendukung buaya). Mudah-mudahan rakyat bisa puas, atau bahkan lebih baik lagi rakyat apatis, tidak peduli konferensi pers Presiden. Toh untuk kerja esok hari dan mencari sesuap nasi masih susah?

Saya coba browsing respon Gerindra ataupun PDI Perjuangan mengenai konferensi pers, nampaknya belum ada. Tetapi situs Gerindra dan situs Prabowo cukup banyak tulisan mengenai Century, KPK, Bibit-Chandra. Nadanya mengambil sikap kritis terhadap pemerintah, good..good..cukup konsisten ya. Untuk yang memilih Demokrat atau bapak SBY, sekarang pertaruhan suara anda (baca : 60% dari kita semua) bisa dinikmati kan?

Terus bagaimana dengan anda? Setuju dengan Presiden, Tidak setuju, Apatis, atau sibuk kerja-cari makan dan ngeblog? Hmm, ok lah. Selamat menikmati sajian selanjutnya, mudah-mudahan tidak ricuh ya..

Salam Damai semuanya!!

Link SBY dan KPK :

Iklan

9 thoughts on “SBY menjawab Kasus KPK

  1. nusantaraku

    Sepintas saya ikutin pers conference pak Presiden tadi, pak SBY kembali mencari ‘aman’. Pada awalnya beliau ngomong “Pihak kepolisian sebaiknya tidak membawa ke pengadilan”, namun dibagian akhir dia kembali katakan “Pihak kepolisian sebaiknya tidak membawa ke pengadilan”. Dalam hal ini, pak SBY masih mengambil sikap-sikap ‘aman’.

    Suka

    Balas
  2. Cara Membuat Blog

    Akhirnya pidato tanggapan presiden yang selama berhari-hari di tunggu-tunggu oleh masyarakat pun terealisasi juga. Pidato tersebut memang sangat krusial sebab menyangkut sikap presiden terhadap dua kasus yang saat ini terus menggelinding bak bola salju.

    Berbagai tanggapan pun dari banyak pengamat pun menyeruak. Banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap piadto SBY sebab terkesan ngambang dan tidak menampakan sebuah solusi yang nyata. Namun, bagaimana pun itulah keputusan yang diambil oleh SBY. Mudah-mudahan saja itu adalah keputusan terbaik bagi siapa pun.
    Cara Membuat Blog

    Suka

    Balas
  3. aditya

    mungkin sampe hari ini , presiden masih menjawab segala masalah dengan retorika – retorika yang gak bakalan bisa menyelesaikan masalah …
    udah gitu presiden pake acara ngumpet segala setelah melemparkan wacana 9 desember ,
    sekarang rakyat jadi bingung nih , presiden masih nunggu momen yang tepat atau rakyat yang disuruh nunggu sampe presiden “sehat lagi” ,
    moga-moga cepat sembuh deh pak …..

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s