MT = Empty = Kosong?


MT (Management Trainee) memang suatu posisi yang dijadikan incaran, posisi empuk cepat naik ke jajaran manajemen menengah maupun atas. Bayangkan aja, baru masuk sudah menyandang posisi lebih dari beberapa Supervisor yang telah bekerja belasan tahun. Hanya sedikit di bawah manajer, berbekal pengalaman minim dan harapan besar maka seorang MT diharapkan cepat matang. Diberi waktu sedikit untuk menguasai bermacam hal, diserahi tanggung jawab untuk menyelesaikan banyak permasalahan, dipercaya karena menyandang gelar sarjana dan IQ lumayan bisa dibayangkan apa yang ada di pundak MT?

Ibarat kata mangga karbitan, kalau dikarbit maka rasanya gak begitu enak, karena proses matangnya tidak berlangsung alamiah dan dipaksakan. Meskipun tidak dapat dipungkiri memang karbitan adalah cara cepat memenuhi permintaan besar mengenai mangga matang. Analoginya dengan MT, posisi yang tinggi dan tekanan besar memaksa munculnya “karbitan” di perusahaan, apabila ngga dibekali dengan kematangan emosional maka arogansi anak muda akan muncul, tidak mengingat bahwa di sekitarnya banyak orang-orang yang iri karena keberhasilannya langsung naik di posisi “empuk”. Bila sudah seperti itu MT akan hanya menjadi “empty” (baca : emti), dimana empty = kosong maka seorang MT akan menjadi kosong karena program perusahaan yang memaksa seseorang cepat naik.

Management Trainee

Management Trainee

Bersyukurlah MT perusahaan yang berada pada jalur yang baik, tidak matang karbitan, namun menuntut Intelektual tinggi untuk cepat belajar dan menemukan ide-ide baru untuk kemajuan perusahaan. Dengan Intelektualnya dan kemauan belajar maka pengalaman belasan tahun orang-orang karir akan bias disamai bahkan dilampaui. Pengalaman adalah hal minus bagi MT, bulan demi bulan yang berjalan terasa begitu singkat sampai pada waktunya perusahaan menganggap si MT sudah siap atau belum. Jika sudah maka bersiaplah memimpin ratusan orang yang kebanyakan berusia dan memiliki pengalaman lebih banyak, jika belum maka silahkan terus menerus menikmati jabatan MT anda.

Ukuran kinerja MT juga menjadi abstrak, karena kinerja saat posisi belum jelas (belum ada jabatan structural), bahkan keharusan mengkoordinir puluhan orang dengan pengalaman belasan tahun menjadi seni tersendiri, setidaknya MT memiliki satu tingkat kecerdasan yang mengharuskan dirinya mengkoordinir orang-orang dan mengarahkan orang-orang itu untuk suatu tujuan bersama, itu sih definisi lain dari kepemimpinan…

Browsing di internet tentang MT juga menemui beberapa hal mirip, tekanan besar padahal belum memiliki anak buah yang jelas, buntut2 nya keharusan melakukan beberap proyek akan dikerjakan seadanya dengan hasil semaksimal mungkin. Sedikit berbeda memang jika menganalisa MT dengan karyawan karir, biasanya karyawan karir akan menganggap remeh seorang MT dan di sinilah letak atau celah yang bias dimanfaatkan seorang MT. Ketika dipandang sebelah mata, maka seorang MT akan mampu merendahkan dirinya (sesuai anggapan “rendah”) dan menyerap ilmu dari lingkungan. Biasanya ketika dianggap remeh dan dipandang sebelah mata, maka informasi akan terbuka seluas-luasnya dan proses interaksi dengan karyawan sekitar jauh lebih mudah.

MT = Empty = kosong, setuju, namun seorang MT punya waktu untuk membuat kekosongan itu menjadi sesuatu yang penuh terisi dan menjadi berguna tanpa mengancam kedudukan siapapun, bahkan karyawan karir merasa manfaat dari kehadiran MT bukan sekedar merasa iri dan terancam. Benar?

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Iklan

14 thoughts on “MT = Empty = Kosong?

  1. Jaka

    Bang, sekarang jadi MT di mana emangnya?? Trus mau tanya kalo untuk pertama kali jadi MT, salarynya berapa yach?? Thank you banget ya

    Suka

    Balas
  2. romailprincipe Penulis Tulisan

    jaka
    MT di kota..ada deh..he2x..Salary biasa kok, murah bagi perusahaan, tinggi buat ku..standard buat orang-orang …
    salary MT juga beda-beda, ada 2,5 ada 1,75, ada 3, ada 3,5 ada 4…tergantung perusahaan..tapi yang jelas MT sering = kosong..

    Suka

    Balas
  3. Ceu

    MT..ada enaknya ada ga enaknya..

    Enaknya iya sih, emang dianggap posisi wuenaak, salary mayanlah utk beginer,tp pressure nya jg GUEDEEE bgt pak,bu..

    So..
    Silahkan dipilih tertarikkah menjadi “MT” ???

    Suka

    Balas
  4. arylangga

    saya memberikan anda 1 free ticket untuk seminar leadership, jika anda ingin datang silahkan registrasi, jika tidak teruskan pesan ini , silahkan liat pesan asli di blog : arylangga.blogspot.com

    Suka

    Balas
  5. AJI

    Untuk Pangeran Roma, perlu dipertimbangkan juga bahwa ketika mereka yang di ‘jalur karir’ mulai bekerja dan menerima uang gaji, para MT harus berkutat dengan buku-buku dan berbagai deadline tugas dari dosen masing-masing. Bahkan sering begadang tidak tidur menjelang ujian, untuk memperoleh nilai yang akan dianggap ‘berkualitas’ oleh calon perusahaan yang akan merekrut mereka. So, jangan underestimate dengan kemampuan anda. MT =empty ? TIDAK SETUJU>

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      not underestimate pak, but that’s a reality…kenyataan ‘kosong’ nya Mt di tengah2 harapan perusahaan. Memang beberapa tahap pendahuluan seleksi ada, namun trik si MT dan perusahaan lah yang mendukung pada akhirnya keberhasilan seseorang MT ‘kosong’ menjadi penuh…hmmm, saya belum pernah begadang demi MT, yang ada kan kerja cerdas bukan kerja keras..hihi…
      So kosong kah sekarang saya (setelah 1 tahun)? ternyata tidak, sudah ada beberapa hal yang menjadi bukti saya sudah ‘terisi’….

      Suka

      Balas
  6. aya

    halo2 pak, om, mas… hi3

    saya baru lulus S1 agustus lalu

    besok dipanggil buat interview MT di perusahaan FMCG gituh,,

    lumayan besar deh

    tapi kok pas ngliat banyak tulisan ttg MT,, kayaknya anak2 MT ga berharga bangett ya

    kalo mis saya ditanya,, ngapain km ngelamar jadi MT,, saya bakal jawab, yah namanya fresh grad, belum tau apa2, masih ingusan, jadi mencari training ato pelatihan sebelum kerja.

    saya dah pernah kerja dulu di perusahaan farmasi, tapi resign bulan desember, karena ga tau mesti ngapain pas kerja, ga dikasih training,, lgsg jadi staff

    wah,, gila saya

    saya keluar aja, skrg lg nyari MT, ODP, MDP apapun lah

    dan cita2 saya bukan buat ntarnya jadi manager ato apalah,, ga mimpi gw jadi gituan..

    prinsip saya, kalo dah tau mau ngapain, dibayar berapapun gw terima deh.. kasarnya gituh…

    2 juta perak jadi dah..

    hahahahaaa

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      Wah, kalo pak aya mengincar 2 juta perak lebih baik jangan mau dikasih pos MT..
      Justru menurutku MT itu sangat berat tekanannya, karbitan gitu..cepat dianggap bisa, ada standard iq dan segala macam..
      Tapi di MT setahun pertama pasti ga betah, karena tidak tahu mau ngapain, cuman belajar banyak
      padahal mas aya pingin yang pasti kan?
      secara all pekerjaan semua sama, berat..tapi mencari kerja MT jangan kepengaruh tulisan di internet..
      inti MT = mencari lulusan S1 berkualitas, mungkin mau upgrade SDM
      gitu mas.. jadi semangat ya..

      Suka

      Balas
      1. Gandi

        Wah, masak ada standart IQnya???
        Aku baca2 ttg MT koq jadi minder sendiri ya!!!!
        Kayaknya pekerjaannya berat banget, sampai ke psikologis lagi.
        Hadoh hadoh.
        Kalau yang seperti Om Roma bilang “karena tidak tahu mau ngapain”, jadi kita dikasih pekerjaan apa donk sama perusahaan?
        Maaf banyak tanya, masih fresh banget dengan MT ini….hehehe

        Suka

  7. Ping balik: MT = Management Trainee « Romailprincipe Menulis

  8. mikha_v

    satu lagi kelemahan MT, selain pengalaman adalah…kepercayaan dan kedekatan dengan rekan kerja.

    Orang yang mulai dari posisi 0, lama-kelamaan kerja di situ pasti akan semakin dekat dan mengenal siapa saja rekan, kolega, atasan, dan bawahan dia. Sehingga masing2 dari mereka membentuk kepercayaan/trust, akuntabilitas, dan sejenisnya.

    Menurut saya itu penting sekali, karena manusia bukan hanya robot yang diprogram ABC terus jalan.

    Suka

    Balas
  9. Ping balik: (Akhirnya) Mulai Bekerja Lagi Serie-2 « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s