Pelaku pemboman, Selamat Anda Berhasil..


Selamat, anda berhasil membuat rangkaian teror di Jakarta kembali hadir..

Selamat, anda memberi ancaman kepada grup musik atau tim sepakbola besar yang akan datang..

Sebentar lagi anda akan dikejar-kejar..Larilah-larilah..

Tunggu keadaan aman, dan tebar lagi aksi anda

Anda mungkin puas dengan kinerja anda

Tetapi lihatlah si pirang yang bersimbah darah

Bagaimana nasib keluarga nya?

Selamat, atas kepuasan hati anda saat melihat korban..tetapi pikirkan sedikit mengenai keluarga yang ditinggalkan..

Kinerja anda berada pada timing yang tepat

Kasih,..

ya sedikit saja kasih ada pada kita..

Apakah semua masih terjadi?

Sekali lagi, selamat anda berhasil menunaikan tugas..

Ada hikmah? Pasti ada.

Membalas dendam? menangkap pelaku atau menghukum mereka?

bukan penyelesaian, tidak akan selesai sepertinya…

MU hampir pasti batal datang, Travel warning banyak beredar..

Semua stasiun tivi menyiarkan, semua mengecam kejadiannya..

Kasih kepada sesama, setiap manusia mulia nilainya dan berharga…

Lirik lagu suatu grup musik..kira-kira begini..

Adakah kasih di hatimu ataukah benci yang kausimpan di sana?”

Tidak ada yang menang dan kalah, yang ada adalah kematian dan bau darah…

siapa yang menang? siapa yang kalah?…

Surga adalah urusan pencipta dengan manusia, bukan manusia dengan manusia..

Tidak ada orang yang memastikan tentang surga, kecuali dirinya dengan Pencipta..

Jadi kenapa masih ada dendam?

berikut ada kutipan dari situs asing mengenai bom marriot :

An attack waiting to happen?

Analysis
By Lucy Williamson
Former BBC Jakarta correspondent

Police expect the blast-damage at the Marriott hotel in Jakarta, Indonesia, on 17/7/09

Jakarta’s Marriott hotel has been attacked twice in the past six years

It took just a few minutes on Friday morning for Indonesia to be jolted back to the early years of this century – to a time when annual bomb attacks by militant Islamists linked to the group Jemaah Islamiah terrorised the country.

Friday’s bombs seem to bear all the hallmarks of those earlier attacks.

The targets were luxury hotels used by foreigners in the most developed part of the capital, Jakarta. One of the hotels, the Marriott, has even been hit before.

The method too appears to be familiar. Initial reports said the bodies of two suicide bombers had been found at one of the sites.

It feels all too much like the bad old days – the days of 2002 when attacks on the tourist island of Bali killed more than 200 people; or of 2003 when the Marriott suffered its first attack; or 2004 when the Australian embassy was hit; or a year later – again in Bali – when suicide bombers blew themselves up in beachside restaurants.

For all the police’s success, the determination of groups like Noordin’s to carry out attacks has remained strong

Jemaah Islamiah (JI), or the radical networks it spawned, have been blamed for every one of those attacks.

And all eyes will once again be on them.

But the militant landscape in Indonesia has changed since those years of violence.

Chilling message

The attack of 2002 actually split opinion within the militant group – with those who supported this kind of attack on civilian targets splintering off to form smaller, more radical units.

One of the most high-profile of these is run by a man called Noordin Mohammed Top – still at large despite a long-running police campaign to catch him.

INDONESIA ATTACKS
Dec 2000 – Church bombings kill 19
Oct 2002 – Bali attacks kill 202, many Australian
Dec 2002 – Sulawesi McDonalds blast kills three
Aug 2003 – Jakarta Marriott Hotel bomb kills 12
Sept 2004 – Bomb outside Australian embassy in Jakarta
Sept 2005: Suicide attacks in Bali leave 23 dead, including bombers

He and others like him are still actively recruiting, say analysts.

And the repeated exposure by police of radical cells working in the country show that the movement has not been stamped out entirely.

But it has been weakened.

Supported by Australia, the US, UK and others, the Indonesian police have made hundreds of arrests over the past few years, and killed or captured many of the most senior suspects.

This has led to a serious lack of experience and technical expertise within the networks.

That may have been filled by expertise from abroad – perhaps from the southern Philippines where a long-term conflict is being waged between Islamist groups and national security forces.

Iklan

20 thoughts on “Pelaku pemboman, Selamat Anda Berhasil..

  1. dionbarus

    Yang jelas terorisme telah menjadikan dunia terkotak-kotak dan sangat tidak aman untuk tinggal. Waktu masih panjang dan semangat perdamaian tak akan luntur pula.

    Suka

    Balas
  2. suciptoardi

    kalau misalnya, kata selamat itu dikirimkan untuk muslimin seperti Al Qaeda, maka saya yakin mereka akan berkata…

    Selamat, anda mendapatkan pembalasan yang setimpal, lihatlah si kecil tanpa dosa yang bersimbah darah karena rocket Amerika dan Yahudi….

    lihatlah si penderitaan muslimin di Palestina, Afganistan, Dagestan Cechnya yang bersimbah darah dan terusir dari rumahnya

    Bagaimana nasib keluarga nya?

    Bagaimana nasib keluarga nya?

    Suka

    Balas
  3. Ping balik: Rezkycell's Blog

  4. Gde Semadi Putra

    Pertanyaan yang selalu muter-muter di benak saya..
    Kenapa harus INDONESIA sih?? kayanya masih banyak negara tetangga yang bisa di BOM, SINGAPUR? MALAYSIA?? AUSTRALIA?? kenapa MESTI INDONESIA???
    KEMANA INTELIJEN KITA?? Ngapain aja Mereka TIDUR??
    sorry bro nulis besar2..
    saking keselnya…

    http://semadiputra.wordpress.com

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      yah itulah, saya juga bisa paham. kesal betul, tetapi lebih berharap orang itu mau bertobat dan berbalik kembali hatinya..
      tidak perlu mendapat balasan setimpal atau semacamnya..
      tolak setiap bentuk politisasi bom kuningan..

      Suka

      Balas
  5. Ping balik: SOUNDTRACK BOM HOTEL RITZ CARLTON DAN JW MARRIOT KUNINGAN « PADEPOKAN GERILYA EYB

  6. KangBoed

    Zamaaaaaaaaaaaaan uediaaaaaan.. sing sopo ora edian ora kebagian.. tapi mendingan Eling dan Waspada
    Salam Sayang

    Suka

    Balas
  7. kawanlama95

    ketidak nyamanan global dan ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan dan kezholiman sebuah pemaknaan hidup sehinga memunculkan sebuah aksi yang bernama terorisme
    dan ini bukan sebuah pembenaran terhadap apa yang dinamakan aksi

    Suka

    Balas
  8. compaq40

    apapun bentuk teror, itu adalah sesuatu hal yang dilarang dan tidak pernah diajarkan, tapi pernahkah kita melihat dan hati kita tersentuh ketika melihat saudara2 yg ada di iraq, afganistan, palestina, checnya dan negara lainnya, mereka juga adalah korban teroris “PEMERINTAH AMERIKA” yang berada dibalik topeng DEMOKRASI, HAM Dan apapun namanya setiap hari hidup dalam ketakutan pada misil2 amerika dan sekutunya yang bernaung dibawah bendera NATO

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      compaq, itu perbandingan yang benar kah? bagaimana jika logika mengatakan seluruhnya salah, setiap tindakan merampas hak hidup orang tidak dibenarkan. Tetapi memang, imperialisme kapitalis pintar menutupinya…

      Suka

      Balas
  9. Widya Wicaksana

    Kenapa Indonesia?
    –> Karena negara muslim terbesar di dunia.

    Kenapa Marriott?
    –> Karena simbol barat. Terbukti memang banyak orang asingnya.

    Kenapa 17 Juli 2009?
    –> (Mungkin) karena MU mau datang. Poor MU fans 🙂

    Kenapa 07.47?
    –> Karena waktu itu ada pertemuan perusahaan pertambangan. Termasuk Freeport & Newmont, perusahaan kakap yang terkenal sebagai pencemar lingkungan.

    Suka

    Balas
  10. Widya Wicaksana

    Kenapa Indonesia?
    –> Karena negara muslim terbesar di dunia. AS jadi ada alasan untuk menjalin kerjasama lebih erat dengan pemerintah RI untuk ‘membasmi terorisme’.

    Kenapa Marriott?
    –> Karena simbol barat. Terbukti memang banyak orang asingnya. Plus hotel mewah dengan pengamanan ekstra ketat. Membuktikan kepada dunia, di tempat yang paling aman sekalipun, masih bisa kebobolan.

    Kenapa 17 Juli 2009?
    –> (Mungkin) karena MU mau datang. Poor MU fans 🙂

    Kenapa 07.47?
    –> Karena waktu itu ada pertemuan perusahaan pertambangan. Termasuk Freeport & Newmont, perusahaan kakap yang terkenal sebagai pencemar lingkungan.

    Kenapa langsung dikaitkan dengan pilpres, padahal belum ada bukti konkret?
    –> No comment 😀

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      hmm. analisa parsial yang masuk akal…
      kira-kira sama gak ya dengan pikiran pelaku pembom?
      utk mengkaitkan dengan pilpres, saya belum sampai ilmunya ke sana, mending no komen yak..hi..hi..

      Suka

      Balas
  11. kawanlama95

    kalo nyari yang mengeboom udah matee tapi yang bikin boom dan otaknya dan kroninya mungkin agak sulit tapi aku yakin mereka (kepolian dan intelijen ) akan mampu mencium ato menangkapnya amein. mari kita dukung . kalo punya Info silahkan hubunggi kepolisian ato ke no telp yang lain

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s