Blunder Pooling TV One, 8 Juli 2009, jam 10:41…!!!


Jam 10:41, ntah kepeleset ntah tidak TV One mengumumkan pooling dari Indonesia bagian timur. Padahal saya mengira TV one akan mengumumkan pada pukul 1, pada pooloing ini diceritakan SBY Boediono mendapat sekitar 58%, JK 25% dan Mega 15%.. Sungguh mengecewakan keputusan mengumumkan hasil pooling pada saat pemilihan belum selesai. Meskipun itu dari Indonesia Timur, dan diumumkan Lingkaran Survey Indonesia (kalau tidak salah) namun sungguh sangat-sangat mengecewakan, karena hasil pooling ini bisa membuat opini orang belum memilih bisa berubah, ntah berubah ke arah mana.

Saya jelas mengkritik keras (meskipun tidak ada yang peduli 🙂 hehe), TV One yang saya kira bisa bijak, namun mengumumkan hasil pooling pada saat pemilihan belums selesai tidak lah bijak dan tepat. Terbukti pembawa acara setelah iklan mengakui kesalahan dan mengatakan akan menunggu sampai pukul 13:00 untuk memilih. Apakah ini disengaja muncul poolin itu sebanyak 1 kali untuk mempengaruhi Pemilih?

Silahkan dipikir-pikir..cape deh….

Iklan

21 thoughts on “Blunder Pooling TV One, 8 Juli 2009, jam 10:41…!!!

  1. Singal

    Mengerikan…entah apa maksud mereka..entah untuk apa poolling-poollingan itu..dan mereka berdasi semua, mukanya licin, ganteng dengan muka berbinar, mungkin kalau kita dekat dengan mereka. mereka wangi, tetapi menjijikkan bagiku.

    Suka

    Balas
      1. bagada

        Sdr Singal, dikepala anda ini penuh dengan energi negatif, saya takut kalau sudah nyampe ke hati anda bisa gawat …. bersihkan diri anda sendiri dulu sebelum menilai orang lain …

        Suka

  2. Callighan

    Mas romail, tadi pas nyoblos kok TPS saya sepi sekali. Dari satu keluarahan, ada 3 TPS dihilangkan.

    Tadi di TVRI sempat memberitakan bahwa dua anak dari Gubernur KalBar yang tidak didukung Partai Demokrat tidak terdaftar dalam DPT.

    Ya sudahlah.

    Sebisa mungkin ada ronde ke 2.

    Suka

    Balas
      1. Callighan

        Tetap berdoa lah bung.

        Btw, kok perolehan JK di hasil quick count LSI sedikit sekali? Padahal pendukungnya lebih banyak dari itu.

        Mari terus menyimak. 🙂

        Suka

    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      semangat dan impian melihat rakyat menjadi yang utama yang luntur..hehe
      paling semangat terus dengan nulis Pro rakyat mulai jilid 3…mengupas rakyat sekitar..

      Suka

      Balas
  3. Hendrawan AP

    ih politik kita ternyata masih kekanak kanakan belum politik sehat nan cerdas…. kemarin saya juga telah baca adanya kontrol polling sebuah stasiun TV swasta sehingga polling yang diperlihatkan di TV bukan murni polling dari pirsawan…. eh,,,,, semoga jadi pembelajaran kedepannya…

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      Hendrawan : yah memang kadang2 perlu “menghalalkan” segala cara untuk menang..
      L Ahsan : TV One do akhir Pilpres tidak berhasil menjaga pikiran saya bahwa TV One netral

      Suka

      Balas
  4. L. AHSAN - RAHA

    Semula hadirnya kebebasan pers memang menggembirakan. Tapi saat ini seperti tv one bebas mengumumkan hasil pilpres 8 juli 2009 sebelum selesai pencontrengan memang telah menodai kebebasan itu sendiri.

    Saya jadi berpikir, daripada kebebasan pers yang bertanggung jawab ini terus dinodai oleh salah satu tv yang mengklaim diri tv pemilu” mungkin akan lebih bijaksana kalau penayangannya dihentikan sementara demi ketenangan di bangsa ini. Saya lihat kayaknya tv ybs sdh cikal bakal meresahkan. Kok pencontrengan belum selesai sudah diumumkan hasilnya?? Logika bagaimana itu??
    Saya pikir Akan lebih baik kalau hak publikasi hasil PILPRES diserahkan saja kepada tv publik, gt.

    Suka

    Balas
  5. rioseto

    Hehe… betul mas, capek deh. ayo “ngadem”, silakan kupas pilpres dari sisi biorhytm sajalah, ada kok di blog saya. monggo…

    Suka

    Balas
  6. Yasir Alkaf

    iya tuh, waktu wuick count itu keluar saia dan keluarga bahkan belum juga nyontreng. kan g bener bgt tuh, menjatuhkan masyarakat yg tidak ingin memilih SBY

    bnr2 tdk etis tv0ne itu…

    Suka

    Balas
  7. hermanto kirana

    harusnya quick count harus ada undang-undangnya… dimana harus dipublikasikan keesokan hari termasuk hasil sms dari KPU. karena masih banyak yang belum nyontreng baik wilayah barat maupun yang di luar negeri…
    mungki harus ada perubahan disitu…

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s