Sudah ngebet menang, tidak peduli kisruh DPT…


Masih kental diingatan bahwa pemilihan legislatif 2009 sangat kental dengan aroma kekisruhan DPT. Puncaknyapernyataan sikap tokoh-tokoh politik di Teuku Umar, yang ditandatangani dan dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Megawati, Wiranto, Prabowo, Sultan, Gusdur, Yenni Wahid, Rizal Ramli, dll. Daftar Pemilih Tetap diduga dapat menjadi alat efektif bagi salah satu pihak untuk melenggangkan langkah menuju istana. Meskipun berulang kali Pemerintah dan Demokrat menyanggah bahwa DPT yang kisruh itu telah didesain dan direncanakan namun tetap saja para pihak lawan politik tetap saja mencurigai ada kecurangan-kecurangan.

Meresponi statemen Ruhut mengenai DPT serta kutipan kampanye Ruhut Sitompul di Manado berikut :

Hal itu dilontarkan oleh Ruhut Sitompul selaku Juru Kampanye Nasional SBY-Boediono. Ruhut tidak terima SBY dijadikan biang kerok kisruh DPT. “Maling teriak maling itu namanya,”teriak Ruhut saat berkampanye di lapangan KONI Sario Pingkan Matindas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/7).

Ruhut malah menuding Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar sebagai biang kerok kisruh DPT. “Lihat saja mayoritas kepala daerah maupun bupati itu kan kader PDIP dan Golkar. Mereka jugalah yang turut andil dalam pembentukan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). Jadi kalau sekarang amburadul, salahkan PDIP dan Golkar, jangan SBY! KPU dan Panwaslu itu telah bekerja keras, kita semua harus mendukung kinerja KPU dan Panwaslu,”teriak Ruhut disambut gemuruh tepuk tangan pendukungnya.
Ruhut menyatakan sudah tak tahan dengan segala cercaan yang dialamatkan kepada SBY-Boediono.

Menarik melihat statement provokatif khas ruhut, seperti tidak mau “bertobat” atas kesalahan nya, ruhut tetap berkoar-koar dengan menuding-nuding PDIP dan (partai asalnya) Golkar..Dia menuding Maling kepada pihak kader partai lain. dan seperti menuhankan SBY dia juga memberi statmen :

“Pak SBY itu terlalu santun, persis di Alkitab, ‘tampar pipi kiri berikan pipi kanan’. Saya sebagai kadernya yang jadi nggak terima,”teriak Ruhut berapi-api.

tampar pipi kiri berikan pipi kanan merupakan prinsip ajaran kasih dari Yesus Kristus. sementara kampanye di Manado memiliki sebagian besar audience beragama Kristen. Namun peryataan ini kurang tepat, karena tampar pipi kiri berikan pipi kanan merupakan metamorfosa dari mata ganti mata dan gigi ganti gigi ala hukum taurat. jika Ruhut mengatakan persis seperti Alkitab, mestinya dia tidak mengcounter lagi pernyataan lawan2nya, karena filosofi tampar pipi kiri berikan pipi kanan.. tetapi alih2 begitu, ruhut malah menyatakan sebagai kadernya dia tidak terima. maka kampanye nya saat itu malah melemparkan diri ke jurang, karena tidak menunaikan perintah yang ia kutip sendiri..

Statement “blunder” Ruhut juga dicounter oleh anggota KPU :

Anggota KPU Sulut Rivai Poli membantah pernyataan Ruhut. “Tidak benar KPU dibentuk oleh partai politik tertentu. Pembentukan kami sesuai amanat UU No 22/2007 yang bersifat mandiri dan independen,” bantah Rivai.

Dan ini ada kutipan pernyataan Anas Urbaningrum mengenai DPT :

NILAH.COM, Jakarta – Penundaan pilpres karena amburadulnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) kian kencang didengungkan sebagian masyarakat. Kencangnya wacana tersebut ditolak mentah-mentah tim kampanye SBY-Boediono, Anas Urbaningrum.

“Gagasan menunda pilpres harus kita tolak,” ucap singkat Ans kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (5/7).

Ketua DPP Partai Demokrat ini mengatakan dalam demokrasi memang mengandalkan kebebasan berpendapat dan berkepentingan. Namun hendaknya pendapat dan pemikiran yang dipentingkan harus berbasiskan logika dan kejernihan.

“Kepentingan yang wajar diberi tempat, termasuk kepentingan untuk menang dalam pilpres, adalah yang mendatangkan faedah bagi kepentingan pembangunan demokrasi yang sehat dan mendukung masa depan,” terang Anas.

Kepentingan untuk menang, tutur dia tidak boleh menyingkirkan hajat rakyat untuk mendapatkan manfaat dari kehadiran pemilu yang luber, jurdil, aman, tertib dan damai. Sedangkan mengenai perbaikan DPT, menurut Anas memang merupakan tugas dari KPU untuk memperbaikinya.

“Sudah dan sedang terus dilakukan perbaikan. Justru sebaiknya didukung oleh semua pasangan calon dan timnya,” jelas mantan anggota KPU ini.

Karena itu, lanjut Anas ide dan kepentingan menunda pilpres sukar dibedakan dengan motivasi untuk membuat pilpres tidak terselenggara tepat waktu. Selain itu berpotensi menimbulkan krisis politik, demokrasi dan konstitusi di Indonesia.

“Jelas-jelas hal itu akan mengancam masa depan demokrasi dan bahkan bisa memburamkan masa depan bangsa,” tandas mantan Ketua PB HMI ini.

Menolak penundaan pilpres memang mengindikasikan keyakinan begitu besar bahwa DPT tersebut tidak akan merugikan sisi Demokrat (Anas). Berdasarkan pernyataan KOMNAS HAM mengenai DPT , Komnas HAM merasa kecewa kepada KPU dan penambaahan 5 juta pemilih sebagian besar merupakan pemilih pemula yang dalam bayangan saya merupakan swing voter dan secara melek melihat image yang ditimbulkan 5 tahun belakangan ini. Sebenarnya ada langkah mudah mematahkan komplain tentang DPT, yaitu :

KPU mengeluarkan seluruh DPT dan mempubikasikan ke masyarakat, parpol juga merasa tidak kesulitan mendapatkan DPT, sehingga check and balance berjalan.

namun dalam waktu 3 hari ini dan masa tenang, tentunya sulit menggolkan rencana itu. Justru ibarat kata salah satu, perangkap offside tidak berlaku karena wasit dan hakim garis adalah tuna netra meski para penonton melihat itu, sementara si penyerang lolos dari offside (meski jelas posisinya offside) dan gawang sudah menganga..bahkan kiper sudah malas menjaga, karena sudah pernah dibobolkan (pada pileg lalu) dengan cara yang sama.

Dasar undang-undang menyatakan KPU hanya dapat menunda Pemilu jika ada bencana alam, dan menurut ketua KPU, mereka tidak akan menunda pemilu, berikut sumbernya.

Jadi mau apa lagi Indonesia? beginikah cara mu memperlakukan rakyat mu, apakah akan ada 32 tahun lagi untuk mengulangi yang sudah-sudah..andai saya menduplikasi diri jadi 100 juta orang dan semuanya memiliki DPT, saya memastikan, hasil 8 Juli bisa lain..lho?

Setelah konferensi Pers di gedung Muhammadiyah jam 10:30 seperti yang dilaporkan langsung TV one ada beberapa poin yang disampaikan oleh Din Syamsudin, Mega-Pro dan JK-Win. Yang paling jelas adalah mengajak KPU untuk bertemu dengan Mega-Pro dan JK-Win untuk membereskan kekisruhan DPT.

Apakah blogger lain memandang ini perlu atau tidak? apakah akan berdampak pada pemilu 8 Juli nanti? Saya pikir itu movement yang percuma, pemerintah tidak akan bergeming, memakai kacamat kuda dan tutup telinga dan hidung..jadi apa ya efek pertemuan mereka malam ini? bisa jadi malah mundur dari pipres? woooww….

18 thoughts on “Sudah ngebet menang, tidak peduli kisruh DPT…

  1. Ping balik: Perubahan (yang Biasanya Terjadi) Sehabis Pemilu « Abula45 | Pusat Informasi Digital

  2. terasilmu

    klo ada g bilang DPT kisruh, serahkan aja buktinya, biar hukum yang menentukan. Jgn sampai kita berbicara tanpa fakta yg dpt dibuktikan.

    Suka

    Balas
  3. Adji Wigjoteruna

    Bgmn dgn keputusan MK yg membolehkan penggunaan KTP?

    Kemudian dgn keputusan salah satu lembaga survei, yaitu LSN, yg membatalkan rencana pelaksanaan quick count krn DPT bermasalah sehingga sampel yg diambil di TPS tdk bs merepresentasikan populasi pemilih?

    Suka

    Balas
  4. Yasir Alkaf

    Ruhut Sitompul emang penjilat kelas tinggi dia. saia sudah risih sama dia sejak dia masuk tim pencari pendamping SBY. Bgitu terlihat bangga akan kedudukannya dan sangat menuhankan SBY. bahkan anak kecilpun saia kira sadar dg hal itu. omongannya juga sring out of topic. ngincar jabatan mentri kali tuh..

    Suka

    Balas
  5. L. AHSAN - RAHA

    Betul Pak Yasi Alkaf,
    Kayaknya selain yg anda maksud itu, banyak yang telah bertuhankan makhluk sby
    Saya khawatir tv one dan sby nya cikal bakal perpecahan di bangsa ini.
    Kisru DPT bukan persoalan sepele!!

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s