Pro Rakyat (2), Mamad Tukang Ojeg


“Mas, Pemilu milih siapa?” tanyaku kepada tukang ojeg langgananku, “hmmm, saya sih jelas Mega-Pro karena lebih memperhatikan petani dan nelayan..” sahut tukang ojeg itu. “Lho kok, apa hubungannya sampeyan sama nelayan dan petani?” tanyaku lagi, “Ya, saya sih sudah cukup hidup mas, sehari2 sudah bisa menutupi kebutuhan dan menyekolahkan anak. Tetapi buruh, petani dan nelayan kan belum tentu sepert saya” jawabnya singkat. Merasa tidak puas, saya mengejar nya dengan pertanyaan lain “Mas, kan belum tentu mereka lebih memperhatikan rakyat dibanding Capres lain??”…”Benar juga sih, tetapi kesan yang tertanam sudah seperti itu, dan mudah2an jika amanah ada pada mereka maka benar-benar seperti yang diiklankan..” Jawabnya seolah ragu…

Itulah tadi diskusi kecil penghilang kebekuan antara saya dengan tukang ojeg langganan saya. Singkat dan memberi arti yang bias, tidak dapat dijadikan patokan apa yang sebenarnya dia inginkan untuk dirinya, karena dia lebih memilih presiden karena satu calon presiden terkesan akan menaikkan kesjahteraan kaum ekonomi kecil atau rakyat jelata. Bagi Mamad (nama samaran), memilih Presiden tidak akan berdampak langsung bagi kehidupannya.

Mamad sehari2 nya bekerja sebagai tukang ojeg, dengan modal hape dan langganan bejibun, dia mulai bisa mengais rejeki di kota Jakarta ini dengan cukup memuaskan. Kira-kira per hari 100-150 ribu bisa ia kantongi untuk dibawa pulang, sudah dipotong makan dan bensin, untungnya dia bukan perokok. Jadi jelas, bagi dia sulit mencari koneksi langsung antara kampanye pilpres dengan perubahan hidupnya, hal yang dirasakan jutaan orang lain yang akhirnya akan golput.

Bersyukur kalo mamad juga masih memperhatikan nasib buruh, nelayan dan petani, dia menginginkan kalo semua rakyat bisa naik kesejahteraannya, tidak dengan cara-cara aneh seperti BLT, tetapi melalui program-program yang berhubungan dengan harga kebutuhan bahan pokok. Mamad juga sudah berencana mencicil rumah KPR, dan tentunya kebijakan rumah murah bagi rakyat ditunggu oleh Mamad. Beberapa statemen terakhir mamad mulai melihat kenaikan pamor JK-Wiranto, namun dalam hati Mamad tetap muncul sejuta pertanyaan, mengapa semua masih mengarah ke capres no 2? Apakah image yang begitu mumpuni telah menjadi tembok yang sukar dikalahkan oleh akal sehat? Logika Mamad masih jalan, dia tahu bahwa penurunan harga BBM (satu-satunya dalam sejarah) memiliki awalan menaikkan harga BBM di atas 100% serta penurunan harga minyak dunia. Mamad setuju jika BLT tidak sehat bagi masyarakat, sekalipun menurut Andi Malarangeng penting bagi orang jompo dan yang tidak sanggup mencari uang. Akhirnya saya melihat, bahwa spend uang ke orang seperti mamad dan merasakan jasa ojegnya tidak percuma, berperan juga menjadi penggerek perekonomian mamad. Dalam waktu dekat mamad berencana membuka warteg, mengajak saya bekerja sama. Saya menyambut positif dan mudah2an bisa realisasi dalam waktu dekat..

Mamad…salah satu bagian lain dari kehidupan rakyat..

Iklan

5 thoughts on “Pro Rakyat (2), Mamad Tukang Ojeg

    1. cenya95

      a href=”http://cenya95.files.wordpress.com/2008/06/bendera-indonesia.gif” ; img class=”aligncenter size-medium wp-image-27″ src=”http://cenya95.files.wordpress.com/2008/06/bendera-indonesia.gif?w=132″ alt=”” width=”132″ height=”90″ ; /a

      Suka

      Balas
  1. Ping balik: Pelajaran dari Tukang Ojeg « Romailprincipe’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s