Aktivis 98 dikucilkan karena menganugerahi SBY Bapak Demokrasi


Aneh2 saja, setelah ada isu iklan ilegal kemudian elektabilitas mulai menurun serta blunder yang dilakukan Fox, SBY lalu pertikaian relawan SBY dengan Fox serta blunder Andi Malarangeng yang mengeluarkan pernyataan rasis, ada lagi kasus baru seputar SBY. Mengenai pengucilan aktivis 98 yang memberinya anugerah bapak Demokrasi. Sangat mengenaskan, bahkan sampai diberi sanksi segala loh..berikut kutipannya dari okezone

JAKARTA – Gelar Bapak Demokrasi Indonesia yang diperoleh Presiden SBY dari empat aktivis Gerakan 98 dinilai keliru dan konyol. Para aktivis 98 yang tergabung dalam Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni) pun akhirnya mengklarifikasi hal itu.

Alih-alih memberikan gelar Bapak Demokrasi ke SBY, menurut penilaian Tali Geni, prestasi SBY dalam memajukan demokrasi di Indonesia malah dipertanyakan. Itu karena menurut catatan Tali Geni, Presiden SBY telah melakukan pembungkaman kebebasan berekspresi selama lima tahun terakhir.

“Karena itu kami menyesalkan empat aktivis yang mengatasnamakan Gerakan 98 menganugerahi gelar Bapak Demokrasi. Jangan-jangan mereka tidak tahu arti demokrasi sebenarnya,” kata Koordinator Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan Indonesia (Pedoman Indonesia) Fadjroel Rachman di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Ditambahkan pula, Presiden SBY telah menjegal kebebasan pers. Berdasarkan catatan Poros Wartawan Jakarta (PWJ), selama Pemerintahan SBY dari tahun 2008-2009, tercatat sebanyak 63 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

“Dibelahan dunia manapun kebebasan pers adalah ukuran demokrasi. Pemerintahan yang membangun demokrasi harus secara tegas memberikan perlindungan terhadap jurnalis. Jumlah kekerasan yang dialami para jurnalis dalam Pemerintahan SBY membuktikan adanya pembungkaman demokrasi secara sistematik, teroganisir, dan merata,” kata jubir Forum Kota (FORKOT) Jeppri F Silalahi saat pernyataan sikap menolak dan mengecam empat aktivis konyol yang memberikan gelar Bapak Demokrasi Kepada Presiden SBY.

Saat ini keempat aktivis yang menganugerahi gelar Bapak Demokrasi kepada SBY telah dicopot dan dikenai dua sanksi, yaitu politis dan etis.

“Empat orang yang bernama Ahmad Rizal, Boyke Novrizon, Wahab Talauhu, dan Bernard Talauhu dipecat dan tidak dipakai lagi karena menabrak ukuran demokrasi,” ungkapnya.

(ful

Apakah ini merupakan bagian “gempa” dari lawan politik SBY-Boediono? atau sekedar kerikil kecil biasa yang akan terlewati dan hanya meninggalkan lecet kecil?  Ketidaksetujuan aktivis 98 ini memiliki alasan mendasar sebagai berikut :

Ditambahkan pula, Presiden SBY telah menjegal kebebasan pers. Berdasarkan catatan Poros Wartawan Jakarta (PWJ), selama Pemerintahan SBY dari tahun 2008-2009, tercatat sebanyak 63 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Apakah itu memang sungguh dapat dijadikan penolakan bahwa SBY tidak disukai oleh Demokrasi Indonesia? Bagaimana dengan permasalahan Daftar Pemilih Tetap, bagaimana dengan Pemilu di Jawa Timur dan Maluku Utara, Bagaimana dengan pencopotan Kapolda Jawa Timur yang memanggil ketua KPU Jawa Timur?

Bagi saya ada puluhan misteri yang belum tersingkap mengenai demokrasi di pemerintahan SBY. tetapi, ketika ingin menganugerahkan, selayaknya melihat dulu hal mendasar apa yang memang pantas menjadi alasan memberikan anugerah atau semacam gelar. Bapak Demokrasi..hihi, akan menjadi semacam Bapak Pembangunan kah?

Segitu geramnya teman-teman aktivis 98 sehingga menyebut keempat temannya KELIRU dan KONYOL.. Saya tidak tahu, jangan2 yang menyebut keliru dan konyol tidak murni. Tetapi sepanjang belum ada pemberitaan lebih lanjut, memang persepsi saya sementara adalah ke-4 orang itu benar-benar KELIRU dan KONYOL. Saya anggap saja kasus DPT, dan kasus lain yang sangat berbau mencederai hak demokrasi saya dan rakyat telah selesai. Mari menatap Pemilu 8 Juli dengan optimis, sesuai dengan perkataan Bapak SBY tadi malam.

Itu beberapa persepsi saya atas berita okezone, mungkin sangat subjektif.. Senang bisa menuliskan ini dan juga mengetahui persepsi pendapat lain mengenai Berita di atas..atau mengenai anugerah Bapak demokrasi pada SBY.. Ada yang punya persepsi lain?

10 thoughts on “Aktivis 98 dikucilkan karena menganugerahi SBY Bapak Demokrasi

  1. Singal

    Bukankah BJ Habibie yang lebih pantas mendapat julukan itu? soalnya beliau sukses menjalankan pemilu demokratis yang pertama setelah ORBA.

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      100% setuju..karena wawasan dan gaya berpikirnya dia sangat demokratis..
      sayang dia maju lagi ke pemilihan presiden berikutnya, kalo tidak bisa sangat happy ending..
      meskipun saat itu, termasuk happy ending juga..

      Suka

      Balas
  2. fatur

    aaaah, itu kan cuma kerjaan orang2 oportunis saja, perhatikan baik2 didalam tim sukses semua calon banyak oportunis2 seperti musang berbulu domba, ada juga yang bersorban pula.

    Suka

    Balas
  3. spabaliku

    aghhhh kayak nya indonesia harus kembali ke jaman raja2 dulu … abiss ga ada maju2 nya,trus ajaa yg jadi musuh “saudara sendiri” sesama bangsa indonesia

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s