Pro Rakyat (1), A’a Burjo yang bersemangat


Foto331 A’a burjo…ketika ditanya akan memilih siapa saat Pemilu Presiden nanti dia menjawab masih belum tahu, akan pikir-pikir dulu katanya…Rakyat, di saat semua capres berbicara soal rakyat, siapakah yang mereka masuk dengan rakyat?dan dimanakah posisi A’a burjo ini? Sebagai pedagang burjo (bubur kacang hijau) dimana barang yang dijual A’a adalah Indomie, Burjo, Kopi, Teh, Minuman berenergi dan beberapa barang konsumsi lain, ternyata penghasilan A’a ini cukup lumayan. Menurut pengakuannya satu hari omzet bersihnya bisa mencapai 300-500 ribu, dengan margin tinggi maka penghasilan bersih nya adalah 100-250 ribu per hari. Belum lagi dihitung ternyata A’a burjo ini memiliki 3 warung burjo dengan menggaji orang sebesar 500-1 juta per bulannya. Wirausaha kecil ini menghidupi juga saudara-saudaranya yang ada di kampung..A’a burjo termasuk salah satu “rakyat” yang sedang dicari-cari simpatinya oleh para Presiden. Bagi A’a burjo sendiri tidak ada masalah siapa saja yang jadi presiden, karena tidak ada pengaruhnya dengan kehidupannya. Sedemikian apatis nya ia, sampai-sampai terkadang ia malas untuk memberi pujian atau apresiasi pada salah satu capres, “semua sama saja” imbuhnya saat ditanyai siapa yang akan menjadi jagonya pada pemilu Presiden 8 Juli 2009 nanti. Menurutnya belum tentu semua iklan dan promosi yang ada di semua media saat ini akan benar-benar menjadi kenyataan pada saat capres yang beriklan itu terpilih nanti. Jadi apa artinya Pro Rakyat untuk A’a burjo?

Saya memikirkan beberapa hal agar “pro rakyat” itu menjadi kenyataan bagi A’a ini :

  1. Harga minyak tanah turun atau paling tidak jangan naik lagi. Minyak tanah menjadi ‘senjata’ A’a burjo dalam menghasikan pengisi perut dan pemuas dahaga pelanggan-pelangganya, dapat disimpulkan penurunan harga minyak tanah akan menaikkan profitnya, kemungkinan terbesar adalah uang kiriman A’a ke kampung lebih banyak atau tabungan untuk pendidikan sang anak lebih terjamin.
  2. Sosialisasi pinjaman uang tanpa jaminan (jika ada)…Dalam ekspansi bisnis burjonya, A’a telah berhasil mengembangkan beberapa unit. Dalam bayangan saya jika ada modal lagi maka si a’a akan melakukan ekspansi ke daerah-daerah baru yang masih memiliki niche market bagi pedagang burjo. Pinjaman tanpa jaminan akan menjamin kehidupan beberapa calon pedagang burjo yang bekerja kepada si A’a (biasanya sih saudaranya: dan itu berarti ada 1-2 orang baru akan tercukupi kebutuhan primernya.
  3. Pro Rakyat berarti menjaga supaya harga-harga lain (selain minyak tanah di point 1) tetap berada pada tingkatan sekarang, sehingga kebutuhan hidup A’a bisa tercukupi dan masih ada sejumlah uang tertentu untuk ditabung dan dikirim ke kampung.
  4. Program sekolah gratis juga diikuti dengan ketersediaan buku murah, hal ini jelas, karena anaknya A’a bersekolah di kampung.
  5. Kuliah murah di kampung dekat tempat A’a tinggal (daerah kuningan Jawa Barat), hal ini diperuntukkan bagi anaknya yang tentunya memiliki cita-cita mengenyam bangku sekolah yang tinggi dan turut serta membangun Nusantara dengan kemampuan sendiri (benar juga iklan salah satu capres kan..?), sehingga orang-orang asing tidak mudah lagi membodohi orang Indonesia..

A’a burjo ini bangun jam 04.00 untuk memasak burjo, tutup sekitar pukul 20.00..sungguh beban kerja yang berat, namun saya salut melihat semangatnya untuk bertahan. Saat ini saja dalam bayangan saya penghasilan A’a sudah cukup memadai dan memungkinkan dia membantu orang-orang lain untuk hidup layak. A’a tidak pernah mengeluh dan puas dengan keadaannya saat ini, kehidupannya pasti damai dan nyaman..belum tentu dengan elite-elite di atasnya..

4 thoughts on “Pro Rakyat (1), A’a Burjo yang bersemangat

  1. Bayu Probo

    Mungkin salah satu jenis dagangan Aa’ Burjo harus dihilangkan. Karena, kata salah satu capres, kalau kebanyakan makan itu, impor gandum akan meningkat dan mengakibatkan inflasi. Gilirannya rakyat kecillah yang sengsara. Lingkaran setan kan? Padahal salah satu jenis dagangan itu adalah sumber yang menguntungkan rakyat kecil — termasuk Aa’ Burjo ini. Yap, semua capres sepertinya over PD dan terlalu menyederhanakan masalah.

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      hi2..mas bayu..iya tuh..a’a burjo penghasilannya cukup ok..impor gandum kan bisa aja ditekan juga..buktinya kaliurang (menurut Rita PN) sudah bisa nanam gandum…gak tau kenapa gak dikembangin tuh..

      Suka

      Balas
  2. setia

    Salam kenal, wah… ngebahas ekonomo pro “rakyat” ya ? Kadang ana suka bingung sendiri (bego kali), yang dimaksud “rakyat” ini siapa ya?

    Suka

    Balas
    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      rakyat, ya rakyat…seluruh penduduk Indonesia,,
      masalahe sekarang banyak rakyat yang miskin..jadi mungkin rakyat yang dimaksud di sini yang berpenghasilan minim kali..hehe

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s