Bekerja, Tidak sekedar Senin dan Jumat…


Hari Senin, apakah begitu menakutkan bagi saya? Hari Kamis kemarin rekan kerja saya dengan tersenyum dan gerakan tubuh ‘ngulet’ mengatakan “Asyik, besok sudah hari Jumat..tidak terasa..”

Sedikit ada rasa sebal pada teman saya itu, karena pekerjaannya adalah di bawah tanggung jawab saya, dan seluruh anggota tim sedang berjuang mengerjakan semuanya sebaik mungkin, mengingat pekerjaannya bersifat proyek dan ada rentang waktunya, kok bisa-bisanya rekan itu mengeluarkan perkataan yang membuat semangat tim menurun..bukankah seharusnya dia bersemangat mengerjakan segala sesuatu nya dan ketika Jumat mulai berkoordinasi untuk Senin, sehingga suasana pekerjaan lebih kondusif? Saya jadi berpikir, apa yang salah dengan hari Jumat dan tentunya yang berhubungan dengan itu, ada apa dengan hari Senin? Apakah bekerja hanya sekedar hari Senin dan Jumat? Jika memang demikian, bagaimana sikap saya sebagai karyawan yang bertanggung jawab terhadap hari senin dan jumat? sehingga saya tidak terlalu takut menghadapi hari senin dan tetap bertanggung jawab dalam hari jumat yang menyenangkan?

Ada apa dengan hari Jumat dan Senin?

Bersenang-senang ketika hari Jumat datang memang tidaklah salah, tetapi dalam satu kasus (saya melihat sendiri) teman saya jadi bermalas-malasan dan meninggalkan beberapa pekerjaannya yang sebenarnya bisa diselesaikan hari Jumat. Tak urung saya juga terpengaruh, dan karena proyek ini beberapa di antaranya tanggung jawab saya, maka waktu penyelesaian meningkat dan kualitas semakin menurun. Saya sebagai rekan bisa berbuat apa? hal praktis apa yang bisa mempengaruhi tim, sehingga rasa senang pada hari jumat bisa menjadi produtif? Hari jumat, memang menyenangkan dikarenakan hari tersebut (bagi pekerja kantor atau 5 hari kerja) merupakan hari terakhir berada dalam aktifitas kantor dan ada kesempatan dalam 2 hari melakukan aktifitas lain yang (menurut masing2 orang) lebih menyenangkan daripada aktifitas kantor. Lalu ada apa dengan hari Senin? Hari Senin membuat sebagian orang teringat pada aktifitas kantor dan harus melepaskan diri dari aktifitas yang menyenangkan diri. Contohnya, setelah hari sabtu minggu bermalas-malasan dan nonoton tivi, maka hari senin telah menunggu di kantor setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan serta atasan yang menagih deadline tugas.

Jadi Gimana Seharusnya?

Bintang Ade Irwansyah (http://id.shvoong.com/humanities/1873703-melawan-malas-di-hari-senin/) mengatakan perasaan tidak enak menyongsong hari senin disebut ‘Mondayitis’ , lebih jelasnya bisa dibaca pada situs shvoong.com di atas. Menurut saya gejala ‘Mondayitis’ muncul akibat adanya dikotomi mindset antara aktifitas rutin di kantor dan aktifitas sabtu minggu. Jawaban untuk menghidarkan diri dari ‘Mondayitis’ adalah membuat aktifitas pekerjaan sama dengan atau paling tidak mendekati dari sesuatu yang menyenangkan, semacam art of work….Seni bekerja, dan karyawan adalah pekerja seni, jadi seorang pekerja seni yang mencintai pekerjaan akan membuat pekerjaan menjadi aktifitas menyenangkan.

Hal Praktis?

Buat saya ada beberapa hal praktis dalam meminimalisir mindset hari jumat sabtu  :

  1. Pada hari Senin membuat target pribadi yang akan diselesaikan minggu ini dan pada hari Jumat mendaftar hal-hal yang tidak terselesaikan, begitu juga Senin depan kembali mereview daftar yang tidak terselesaikan hari sampai hari Jumat atau kembali merancang target pribadi.
  2. Jam 15.00-Jam 16.00 pada hari Jumat mulai menyusun pekerjaan-pekerjaan, termasuk mengelompokkan file ke dalam folder-folder yang memudahkan kita, membereskan meja kerja, sehingga hari senin akan mendapat meja yang fresh dan file-file yang rapih.
  3. Hari Sabtu-Minggu tidak dilewati dengan pekerjaan sedikitpun, lakukan aktifitas yang menyenangkan diri dan membuat perhatian dengan keluarga dan teman-teman.
  4. Ketika hari Senin masuk, usahakan datang 1/2 jam lebih awal. Lihat keadaan sekeliling meja kantor, dan sadarilah sekitar kita adalah orang-orang yang sama dengan kita dan jika saya tidak memiliki semangat yang lebih dari mereka maka saya hanya orang yang biasa saja..mau jadi orang biasa? umumnya sejak SMU saya mendapati sungguh banyak orang-orang yang senang dengan menjadi orang biasa..

Jadi pilih mana? lepas dari sindrom hari Jumat dan Senin, atau hari Jumat dan Senin menjadi hari biasa dan bahkan lebih produktif dari sebelumnya…ok

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Iklan

4 thoughts on “Bekerja, Tidak sekedar Senin dan Jumat…

  1. dilla

    entah knapa kalo senin nyampe kantor, berasa nyawa belom ngumpul 😆 termasuk sindrom senin bukan ya?
    btw, aku termasuk pecinta jumat, mo dikata apa kek, walopun jumat itu deadline laporan mingguanku.. dengan wiken yang menanti di ujung sana, biasanya ngerjain laporan sih semangat 😀

    Suka

    Balas
  2. haris ahmad

    males kerja hari senin biasanya ke asikan libur, tapi yang bikin saya agak semangat menyongsong hari senin, saya memikirkan hari senin masuk kerja bisa nge-net, chatt, fb, n nge-blog lagi…. maklum fasilitas negara!

    Suka

    Balas
  3. Ping balik: Semangat baru di hari Senin!! « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s