Presidenku…TV one


 Suatu terobosan baru dilakukan oleh TV one. 3 calon Presiden Indonesia 2009-2014 akan bertemu dan berbicara tentang berbagai hal, dan bahkan akan saling berdebat. Suatu hal yang baru bagi dunia Demokrasi Indonesia. SBY dengan penuh hal Normatif, JK dengan apa adanya dan humor segar, Mega dengan ‘kepolosan’ yang terkesan keibuan dan mengayomi menjadi diferensiasi tersendiri bagi para pemirsa yang akan menjadi calon pemilih pada PilPres nanti.

 Efek komunikasi dari TV one akan memberi dampak besar, jika para pemirsa yang nantinya akan memilih memiliki keterbukaan terhadap seluruh hal yang disampaikan oleh calon Presiden. Tidak berlaku buat saya, yang sudah memiliki cap ‘kurang baik’ bagi salah satu calon Presiden, dan meminjam jargon 1999 yang mengusung Asal Bukan Mega dengan pelopor the king maker Amien Rais, maka nantinya (dalam konteks lain) saya juga akan memiliki jargon tersebut. Asal bukan…… Jelas sekali saya pendukung Mega-Pro, dengan penuh kesadaran dan harapan akan bangkitnya perekonomian Petani, Nelayan, Usaha Kecil Menengah dan di lain arah akan menipisnya aliran uang para pemegang modal (saya bekerja di tempat seperti ini), yang berarti akan kemungkinan menjadi berkurangnya kenaikan gaji saya tahun depan…Tetapi tidak apa, selama Nelayan, Petani dan UKM bangkit saya cukup senang, bahkan dengan penuh harapan suatu saat saya akan menajdi bagian ekonomi kecil itu..hehe..

 Kembali ke acara TV one, beberapa hari ke depan kemungkinan akan ada penampilan lagi dari ke tiga Capres, memang dari sisi sosok yang tercitrakan maka Mega akan memiliki 1001 kelemahan sekaligus merupakan kekuatan. Saya harap, masyarakat Indonesia mampu menilai dan melihat dengan objektif, Presiden mana yang mampu membawa makanan cukup bagi setiap rakyatnya…itu saja, cukup…mungkin semua punya pilihan berbeda dan memiliki alasan masing-masing. Mega dengan cara nya yang lugas didukung seorang konseptor Prabowo (eksekutor ulung) yang akan diserahi kebijakan perekonomian akan memiliki diferensiasi berbeda dibanding yang lain (notabene mewakili pemerintahan saat ini). Keibuan Mega ditambah ketegasan Prabowo membuat saya sangat berhasarat menyaksikan duet ini. Saya harap dalam acara TV one ini akan muncul kelebihan-kelebihan Megawati, atau malah kelemahan-kelemahannya yang akan diserang oleh incumbent. Pada saat itu akan kita lihat ‘politik santun’ yang menjadi andalannya..benarkah santun?

Kesantunan itu muncul lewat citra, kesantunan itu muncul lewat tutur kata bicara halus dan mimik sempurna, tetapi kesantunan itu tidak muncul dalam diri seseorang yang memakai topeng..yah topeng berupa citra, tutur kata dan mimik sempurna..

 

Kelugasan muncul dalam sikap apa adanya, sederhana dan pemikiran yang cepat dan bertindak cepat. Rakyat butuh ini, rakyat menyukai yang seperti ini. Memakai produk dalam negeri, dan menegur orang-orang yang melanggarnya, bahkan sampai ngeblog dengan produk lokal…

 

Ketulusan muncul dalam tutur kata sederhana dan tidak berbelit, keibuan…Banyak orang menganggap tulus itu bodoh, tetapi orang bodoh saja yang menganggap ketulusan itu bodoh..Ketulusan yang mengayomi, pengalaman yang cukup dan akan memiliki pendamping eks Jenderal yang sangat popular (macan Asia…)

 

Saya suka iklan Indonesian Democracy Watch…Benar-benar berani, apa adanya, lugas…apa ada titipan dari salah satu pasangan? ah, tidak peduli, memang itu adanya..Iklan politik yang offensif kan tidak apa-apa, asal mendidik..ketimbang memamerkan gelar doktor (honoris Causa dari IPB kah?), atau 100 orang paling berpengaruh? ada yang membantah di sini ato di blog ini …apakah iri dengan kesuksesan?mungkin tidak juga, acara metro TV mengungkapkan bahwa pak DP adalah team marketing untuk pencitraan luar negeri..tapi tak apalah..Msekipun di kemudian hari terbukti memang benar-benar masuk 100 orang berpengaruh, jadi mari anggap saja benar merupakan 100 orang paling berpengaruh… ada lagi mengedepankan BLT (bukankah itu ide JK) yang benar-benar senang dengan bantuan tunai (ingat bencana Yogya dan situgintung..memang lebih cepat lebih baik)… Jadi iklan-iklan semacam Indonesian Democrazy Watch mudah2an banyak tampil (meski saya gak tau uang dari mana..hehe)

Tendensius? Tidak juga…Siap jadi macan asia?

5 thoughts on “Presidenku…TV one

    1. romailprincipe Penulis Tulisan

      nyang kayak gini masing2 punya plus minus juga…
      tapi yang menang debat gini pasti yang paling normatif…
      atau pak JK yang eksekutor lapangan… atau gaya simpel bu Mega..
      just wait n see…

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s