Ritme Hidup Jakarta


timbanganRitme Hidup Jakarta

Bulan ini saya baru merasakan adanya suatu perubahan ritme dari satu kota ke Ibukota tercinta Jakarta. Saat ini saya harus bangun jam 05.15 dan sampai di rumah jam 20.00. Dengan hari libur sabtu minggu tentunya saya harus cerdas mengelola waktu-waktu ini. Pekerjaan semakin berat, dan rekan kerja saat ini hanya sedikit, tentunya ini sedikit berbeda dibanding beberapa waktu lalu ketika saya berada di tengah-tengah tim yang berjumlah lebih banyak.

Ritme saya
05.15 – 05.30 Saya harus sarapan pagi. Sarapan pagi memiliki peran penting menjaga konsentrasi selama bekerja, jika perut lapar biasanya laptop/PC membuat saya berkunang-kunang dan jika ditanya atasan mengenai pekerjaan maka saya kurang dapat berpikir dengan jernih, hasilnya tentu jawaban-jawaban dan kualitas pekerjaan yang tidak berkualitas.
05.30-05.40 Mandi pagi dan bersiap pergi.
05.40-07.30 Inilah masa yang lumayan berat, saya harus 3 kali berpindah angkot dan 1 kali menaiki ojek. Namun saya tidak mau kehilangan waktu sekitar 1 jam 50 menit ini, di bis saya memikirkan beberapa rencana pekerjaan hari ini, target yang harus diselesaikan. SMS dengan pacar juga termasuk dalam hal ini. Beberapa hal lain seperti membaca buku dan rencana browsing, atau download program, bahkan sekedar tidur sebentar untuk menyegarkan tubuh. Terkadang saya juga mengamati orang-orang di sekitar (di bus, stasiun busway, di Stasiun kota, dll) yang bergerak sungguh cepat, seperti robot.
07.30-08.00 Sampai di kantor saya akan mencuci muka, maklum udara Jakarta membuat wajah berdebu. Menyegarkan diri dan memakai sedikit wewangian untuk menunjang performa. Mereview rencana hari ini dan mulai membuka laptop.
08.00-12.00 Menyelesaikan Pekerjaan tentunya.
12.00-13.00 Istirahat siang, biasanya saya membeli lauk seharga 4.000-5.000 (mengingat saya membawa nasi putih sendiri) dan menyantap makanan di ruang kerja. Saya juga memakai waktu untuk tidur atau sekedar duduk saja, yang penting tidak berbicara atau memikirkan pekerjaan sedikitpun.
13.00-17.30 Menyelesaikan pekerjaan dan memikirkan beberapa yang tidak selesai dan merencanakan bagaimana menyelesaikannya esok, saya tidak pernah membawa pekerjaan pulang ke rumah.
17.30-20.00 perjalanan pulang, Kemacetan di Jakarta saya nikmati saja. Busway cukup nyaman untuk tidur, kecuali ada ibu-ibu berdiri, maka jatah tempat duduk yang empuk tentunya tidak dapat saya nikmati.
20.00-20.15 Mandi dan minum teh ataau jus, tidak makan malam akan membantu berat badan saya tidak naik pesat.
20.15-21.15 Saya habiskan waktu dengan berkomunikasi, bisa dengan pacar, keluarga ataupun teman rumah. Hal ini tidak boleh hilang dari kehidupan tentunya.
21.15-22.15 Saya membaca buku, komik atau sekedar browsing, mengikuti berita. Setelah itu saya tidur untuk ritme yang mirip keesokan harinya.

Ritme yang padat menurut saya, dibanding ketika di kota lain, saya bisa sampai di kantor jam 10.00 dan pulang jam 20.00, waktu perjalanan juga hanya 15-30 menit, saya masih sempat menonton bioskop pada hari biasa, menonton liga champion, dll…

Keseimbangan Ritme?
Saat ini yang penting menemukan keseimbangan diri, jangan sampai pekerjaan mengatur saya, melainkan saya harus mengatur pekerjaan. Banyak hal tidak boleh hilang dari kehidupan, interaksi dengan keluarga dan teman lain merupakan hal yang penting.

Merencanakan bagian lain dari kehidupan seperti bisnis, usaha atau berolahraga tidak boleh hilang. Hal terpenting lagi adalah ibadah, karena tanpa ibadah maka saya adalah seorang robot yang berjalan dan menunggu kematian menjemput, ibadah membuat esensi kehidupan tetap saya pegang, saya memiliki Penolong dalam kehidupan dan dalam ibadah itu saya merasa suatu kehidupan yang dalam dengan Pencipta. Saat saya melupakan ibadah, maka saya hanyalah seorang robot yang diatur oleh dunia, padahal dunia ini sedang lenyap dengan keinginan-keinginan di dalamnya kan?

Selasa 20.00 dan Minggu 15.00 adalah waktu bermain Basket dan Futsal. Pasti setiap orang ada strategi sendiri untuk menikmati hidup. Tren Browsing, Chatting atau aktivitas internet juga berpotensi menghilangkan aktivitas sosial seseorang, terlebih yang memiliki koneksi 24 jam melalui Yahoo Messenger.
Memuaskan atasan penting, Memiliki penghasilan tinggi penting, Memiliki banyak kegiatan juga tidak apa-apa, tetapi bukankah keseimbangan yang lebih penting? 

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

6 thoughts on “Ritme Hidup Jakarta

  1. masoglek

    wah asik ya hidup sampeyan, teratur gitu
    coba bandingkan sama saya, jam 4 sore masuk kerja dan baru pulang sekitar jam 1 – 2 pagi, punya penyakit insomnia sehingga biasanya baru bisa tidur jam 4 pagi atau kadang2 sampai subuh

    berat mas, badan cepet ancur

    udah coba ngatur ritme hidup tetap aja susah

    Suka

    Balas
  2. Ping balik: Jakartaku..Jakartaku « Romailprincipe’s Weblog

  3. Ping balik: Tantangan tahun 2010, so what? « Romailprincipe Menulis

  4. Ping balik: Kehidupan anda dipengaruhi pekerjaan? « Romailprincipe Menulis

  5. Ping balik: (Akhirnya) Mulai Bekerja Lagi « Romailprincipe Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s