MT = Management Trainee


Setelah 1 tahun lebih berposisi MT banyak hal yang bisa saya pelajari, salah satu diantaranya adalah Teori VS Kenyataan di lapangan.. Betapa sulitnya teori diaplikasikan, betapa sulitnya hitung2an di atas kertas menjadi realisasi dengan akurat, betapa sulitnya menerapkan keinginan level Top or Middle  Management ke lapangan..

Menurut pemahaman saya, paling tidak ada beberapa keuntungan seorang Management Trainee dalam mengaplikasikan teori di lapangan di antaranya :

  1. Masih fresh jadi segala teori kuliah bisa diingat, minimal bongkar2 buku sedikit..
  2. Idealisme tinggi (bagi beberapa yang tak terseret arus)
  3. Belum terkontaminasi orang lapangan

Melalui 3 hal itu pekerjaan seorang MT menjadi lebih menarik, bagaimana analisa mendalam dari satu kasus dilakukan dengan “polos” dan itulah yang sesungguhnya diinginkan atasan…Beberapa harus diakui mentah dan tidak dapat diaplikasikan, namun dengan kreasinya sendiri seorang MT dapat melebur ke tengah2 orang ‘lama’ dengan tentunya tidak kehilangan jati dirinya, teori2, kerangka berpikir, sehingga dengan kehidupannya di tengah2 orang yang jauh berpengalaman seorang MT dapat membawa kesegaran tersendiri.

Prinsip bekerja cerdas misalkan, dengan tidak mempermasalahkan jam kerja malah melihat kualitas jam kerja merupakan suatu hal menarik, kerja 20 hasil 80, bagaimana 20 kinerja bisa menghasilkan 80, artinya prioritas2 tertentu dari pekerjaan dapat diselesaikan…

Saat ini saya sedang meninggalkan tempat kerja saya di Jawa Timur, betapa senang jika rekan2 di sana sering menelpon dan memberi kabar beberapa progress dari pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan yang sempat saya godog namun belum dieksekusi, betapa senangnya beberapa perubahan kecil yang diambil mampu memberi hasil..Itu suatu bukti sebagai MT saya tidak se ’empty’ sebelumnya kan?

Ya, itu tetap butuh waktu, proses yang dijalani tanpa sadar perlahan memberi kematangan berpikir, atasan selalu meminta hasil instan, boleh saja dikejar hasil instan..namun ketika 80% kapasitas saya curahkan untuk hasil instan maka saya akan setiap hari bekerja keras, bukan cerdas..jika dibalik, 20% saja untuk hasil instan, dan yang 80% lain dikelola untuk perubahan2 kecil namun kontinyu sesuai prinsip kaizen..

Terlalu teoritis? tidak juga, briefing misalkan, membiasakan diri memberi briefing dan memberi komando bawahan supaya melakukan briefing dengan bawahan mereka lagi dengan guidance jelas akan menciptakan sistem yang menarik, kesinambungan visi kerja dapat dicapai sehingga level terbawah digerakkan mencapai tujuan, bukankah demikian definisi kepemimpinan sesungguhnya?memberi pengaruh sehingga orang2 yang dipimpin bergerak ke arah dan tujuan yang sama…

Lalu di mana posisi MT pada artikel ini? berpulang pada 3 poin di atas, yaitu teoritis, idealis serta pikiran murni, perjuangkan itu menjadi pengaruh di tengah2 perusahaan yang dipenuhi orang lama, jangan sebaliknya, terpengaruh dan ikut arus..Terpengaruh dan ikut arus hanya untuk meleburkan diri sehingga kita bisa berada di posisi yang sama dnegan mereka, rangkul mereka, berempati, makan bersama..setelah itu masukkan 3 poin di atas, tidak mudah sih.. tetapi 1 tahun belakangan ada pencapaian baik buat saya, beberapa parameter menunjukkan pertumbuhan, caranya? ya seperti di atas tadi…:)

Silahkan jika ada cerita rekan lain tentang Management Trainee..

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Iklan

5 thoughts on “MT = Management Trainee

  1. Gandi

    Keahlian minimum yang harus dimiliki untuk ikut MT apa saja??
    Terutama untuk itung2annya, biar aku “godog” lagi materi itu
    Thanks ya….

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s