Bekerjasama (Memimpin) Orang Yang Lebih Tua


Saat pertama kali masuk kerja atau diterima di suatu perusahaan dan lingkungan baru maka akan tercipta interaksi antara new comer dengan orang-orang lama. Beberapa di antara nya malahan si pendatang baru akan menjadi pemimpin orang-orang, belum lagi usia pendatang baru yang lebih muda dan harus memimpin orang-orang lama yang lebih tua. Berada dalam keadaan yang tidak mudah kan? Pengalaman minim dan usia muda, diharuskan mengarahkan rekan-rekan yang lebih tua dan lebih berpengalaman…..

Memimpin pada hakikatnya adalah mempengaruhi, mempengaruhi sekelompok orang untuk mencapaiu tujuan bersama. Dalam situasi memimpin orang yang lebih tua, maka dapat muncul keadaan2 berikut :

  1. Pemimpin segan mengambil keputusan karena menyadari kapasitas kurang.
  2. Anak buah ‘mbulet’ atau sulit dipimpin, pintar mencari jawaban, bahkan mengcounter balik keputusan atasan yang lebih muda.
  3. Pemimpin patah semangat karena merasa sangat sulit memimpin.
  4. Anak buah merasa bebas, karena atasannya tidak pernah menekan.
  5. Dll,.., Dst…, Dsb…

Saya sekarang bekerja sama dengan lebih dari 200 orang yang bekerja di bawah tanggung jawab saya, usia saya sekitar 25 tahun dan memiliki bawahan langsung (Officer) dengan usia rata-rata di atas 30 tahun, bahkan ada yang sudah nyaris 40 tahun. Semasa kuliah saya merasa ‘khatam’ dalam sering ikut kegiatan dan nyaris menyenangi keseluruhan kegiatan organisasi.

Sekarang kondisinya benar-benar berbeda, sangat sulit dan ruang gerak tidak sebebas dulu lagi..Ibarat permainan sepakbola ketika main di liga Spanyol maka pertahanan agak terbuka dan sekarang main di Liga Italy dimana bek-bek sukar dilewati dan sering melakukan tackling keras, saya sebagai penyerang tentunya harus mengubah style permainan saya, jika dulu saya banyak melakukan dribbling dan melakukan akselerasi sendiri, maka sekarang saya harus bermain sedikit naik dan berada di dalam kotak pinalti, membiarkan rekan-rekan berkreasi di lini tengah untuk memberi umpan buat saya. Namun sebagai kapten tim saya bertanggung jawab terhadap Pelatih/Manajer saya, segala situasi di atas lapangan.

Ilustrasi saya menggambarkan situasi yang saya alami, sulit bergerak dan berkreasi, sungguh beda dengan masa mahasiswa, apapun yang saya tangani, saya merasa puas dan dapat berkreasi, sekalipun hasil buruk tetap sering saya peroleh. Pendekatan personal, dialogis dan fleksibel tidak laku di tempat saya bekerja, budaya di sini adalah keras, saling complain, menjatuhkan dan bekerja overtime menjadi salah satu hal yang wajar.

Dalam masa ini saya merasa harus mengubah permainan, sedikit lugas, keras dan membiarkan ruang gerak orang lain terbuka lebar untuk berkreasi bagi saya atau perusahaan (sebelumnya saya sering memaksa berkreasi sendiri dan membiarkan orang lain menikmati kreasi saya), namun jika koridor yang saya tetapkan di langgar maka saya tidak segan memanggil dan mengarahkan orang-orang tersebut dengan bahasa yang dapat mereka terima karena sekali lagi rekan kerja saya lebih tua dari saya. Bergerak dari luar dan mengamat-amati pergerakan rekan kerja dan memberi supervise pada mereka sungguh menyenangkan dan membuat ringan pekerjaan. Terkadang tak segan-segan menolong kesulitan terdalam mereka, semisal ada rekan kerja yang handphone nya rusak dan saya meminjamkan handphone saya sementara waktu untuk alat komunikasi, dengan demikian kontribusi saya hanya pada hal-hal yang bersifat general namun ketika turun ke lapangan saya wajib menjabarkan hal general menjadi detail dan memastikan hal detail berjalan sebagaimana kesepakatan, baru lah memandang dari sisi general lagi.

leadership

Kualitas kepemimpinan saya saat ini benar-benar dipertaruhkan oleh kemampuan mempengaruhi, lebih dari sekedar menggunakan posisi atasan untuk memerintah, karena saya sadar benar siapa yang saya hadapi, dan tujuan apa yang harusnya saya capai. Hubungan personal saya kesampingkan dan hubungan bisnis/pekerjaan sangat dominan, dimana mau tidak mau apa yang menjadi tujuan perusahaan saya kejar bersama dengan rekan-rekan kerja.

Jadi apa yang harus dilakukan untuk memimpin rekan yang lebih tua?

Pertama, jika memimpin banyak orang yang lebih tua maka kenali orang-orang yang secara posisi memiliki pengaruh kuat dan jabatan di atas yang lain. Semisal, seorang supervisor yang membawahi 6 orang officer, maka kenali secara detail gaya setiap officer dan sering-sering berkomunikasi dengan tujuan semakin menganali kelebihan dan kekurangan masing-masing officer. Ingat, tanpa ke-6 orang officer itu maka seorang supervisor tidak akan mampu mengerjakan banyak hal sendirian. Mengenali berari memahami watak, perilaku, respon dan hal-hal kecil yang menyangkut kepribadian, adak sulit jika rekan anda seorang introvert 100%..Namuns epanjang pengamatan saya, seorang Introvert sulit naik ke posisi atas.

Kedua, Jangan sampai menyerang kelemahan-kelemahan rekan yang lebih tua secara langsung. Pakailah cara-cara halus dan cenderung tidak di depan orang banyak. Sedapat mungkin cari solusi, tidak menyerang ketidakmsmpusn rekan kita, tunjukkan empati besar kita untuk memecahkan masalah bersama mereka. Berbeda jika rekan lebih muda, energy yang tinggi dapat di stimulus denga kritik langsung, sehingga mereka terpacu untuk berubah dan dapat berbuat lebih baik. Pada rekan lebih tua dan berpengalaman, betapapun mereka salah, seringkali itu terlalu memalukan untuk diakui.

Ketiga, tetap memanggil mereka dengan sebutan ‘pak’, selain efektif untuk menjaga jarak, cara inipun membuat anak buah mereka merasa respek kepada atasan mereka (yang notabene adalah bawahan kita)..

Keempat, akui kesalahan jika kita salah. Cara ini memberi contoh bahwa kesalahan itu bukan sesuatu yang perlu ditutup2i atau dipertahankan, perlihatkan saja bahwa mengakui kesalahan adalah sifat rendah hati yang mencari solusi dan membuat situasi kondusif.

Yah itu tadi sedikit tulisan dari pengalaman-pengalaman yang kulewati, meski tidak lancar, namun ke semua cara itu sedang kucoba untuk dipraktekkan….Ada yang kurang? Hmmm..pasti

Tulisan lain Romailprincipe mengenai pekerjaan

Iklan

One thought on “Bekerjasama (Memimpin) Orang Yang Lebih Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s