Yuk ucapkan selamat buat Presiden :
“Selamat ya pak, sudah dilantik menjadi Presiden. Oya, titip salam juga untuk Pak Budiono sampaikan ucapan selamat saya.”
Mohon seluruh partai politik (yang ikut tanda tangan) terus mendukung semua kebijakan bapak presiden. Lalu untuk partai-partai yang tidak opportunis, ingin menyatakan 4 jempol untuk sikap yang diambil (tapi beneran tho gak ikut?).
Untuk partai yang tidak bergabung, akan mendapatkan “pemasukan” dari mana? Ah, Romailprincipe masih banyak lah, “sumbangan”, “Donasi”, “Donatur”, “Teken less”, “Patungan”, dll, dsb. Lagian kan 5 tahun ke depan ini akan banyak Pilkada, jangan lupa itu! Partai juga akan invasi ke daerah, untuk 2 partai baru (3% dan 4%) mungkin perlu invasi lagi ke daerah-daerah ya, supaya bisa memiliki kekuatan fondasi politik yang kuat, toh 2014 akan ada lagi pertarungan sejenis.
Pelantikan Presiden 1999 masih dalam memori saya, bagaimana tidak, ketika itu sekolahan saya malah tawuran!!Dengan bodohnya saya lari tunggang langgang, karena ketika itu musuh kami membawa kelewang dan clurit yang mengerikan. Saya lari sekencang-kencangnya (dasar penakut), bukan juga sih, saya membawa teman saya yang jatuh terkena lemparan batu.
Pelantikan Presiden 2004 tidak terlalu menarik perhatian saya, karena incumbent ketika itu bagi saya tidak berhasil memberi dampak besar (seperti Habibie misalnya) untuk Indonesia. Tetapi incumbent 2004 ini pula menjadi tokoh dan Ibu bangsa bagi saya, karena melihat beberapa ‘keanehan’ dalam perpolitikan, ditambah gaungan macan asia, saya pun terpikat dengan mereka. Sayang kandas, kalah sangat Telak!
Jadi selamat Presiden terpilih, selamat buat partai yang ikut, selamat untuk yang berniat menjadi oposisi. Terus Selamat untuk rakyat? lah, ngapain selamat untuk rakyat? Emang ada hubungannya Rakyat dengan ini semua?
Tanya kenapa?