Orde baru 1966-1998 paling cocok untuk Indonesia?

Diawali Supersemar, diakhiri dengan Sidang Istimewa…

Ekonomi Pembangunan menggila

Harga bahan pokok bisa terkendali

Korupsi tidak bisa tercium

Demokrasi “dikendalikan” sesuai keinginan Pemerintah

Pers dan aktivis ditekan

Intel disebar di mana-mana

Rakyat “agak” tenang dibanding sekarang

Banyak hal yang berbeda, beberapa hal masih sama…

Gimana, lebih cocok model ini untuk kita? Setujuh….

Pelantikan Presiden 2009

Yuk ucapkan selamat buat Presiden :

“Selamat ya pak, sudah dilantik menjadi Presiden. Oya, titip salam juga untuk Pak Budiono sampaikan ucapan selamat saya.”

Mohon seluruh partai politik (yang ikut tanda tangan) terus mendukung semua kebijakan bapak presiden. Lalu untuk partai-partai yang tidak opportunis, ingin menyatakan 4 jempol untuk sikap yang diambil (tapi beneran tho gak ikut?).

Untuk partai yang tidak bergabung, akan mendapatkan “pemasukan” dari mana? Ah, Romailprincipe masih banyak lah, “sumbangan”, “Donasi”, “Donatur”, “Teken less”, “Patungan”, dll, dsb. Lagian kan 5 tahun ke depan ini akan banyak Pilkada, jangan lupa itu! Partai juga akan invasi ke daerah, untuk 2 partai baru (3% dan 4%) mungkin perlu invasi lagi ke daerah-daerah ya, supaya bisa memiliki kekuatan fondasi politik yang kuat, toh 2014 akan ada lagi pertarungan sejenis.

Pelantikan Presiden 1999 masih dalam memori saya, bagaimana tidak, ketika itu sekolahan saya malah tawuran!!Dengan bodohnya saya lari tunggang langgang, karena ketika itu musuh kami membawa kelewang dan clurit yang mengerikan. Saya lari sekencang-kencangnya (dasar penakut), bukan juga sih, saya membawa teman saya yang jatuh terkena lemparan batu.

Pelantikan Presiden 2004 tidak terlalu menarik perhatian saya, karena incumbent ketika itu bagi saya tidak berhasil memberi dampak besar (seperti Habibie misalnya) untuk Indonesia. Tetapi incumbent 2004 ini pula menjadi tokoh dan Ibu bangsa bagi saya, karena melihat beberapa ‘keanehan’ dalam perpolitikan, ditambah gaungan macan asia, saya pun terpikat dengan mereka. Sayang kandas, kalah sangat Telak!

Jadi selamat Presiden terpilih, selamat buat partai yang ikut, selamat untuk yang berniat menjadi oposisi. Terus Selamat untuk rakyat? lah, ngapain selamat untuk rakyat? Emang ada hubungannya Rakyat dengan ini semua?

Tanya kenapa?

Big boss menyenangkan atau membuat emosi!!

Hawa emosi memuncak terkadang dikarenakan boss di tempat kerja memperlakukan kita semena-mena atau tidak sesuai dengan keinginan atau standar kita. Namun terkadang, tidak jarang juga boss adalah salah satu penyebab utama dan sumber inspirasi pekerja.

Boss yang buruk mungkin tidak usah dibahas dan diceritakan lagi, karena salah satu penyebab seseorang meninggalkan perusahaan bukan karena perusahan, gaji atau budaya kerja, tetapi karena atasan yang kurang baik.

Salah satu kriteria atau contoh praktis mengenai boss yang baik bisa dibaca pada Blog ronawajah.wordpress.com. Blog ini banyak membahas tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, kriteria manajer yang baik serta hubungan antar pekerja banyak dibahas di blog ini. Menjadi boss yang baik memang tidak mudah, begitu banyak tekanan dan pekerjaan (terkadang juga dari atasan nya boss lagi), namun memahami dan mengerti mengenai manajemen sumber daya manusia memang menjadi tantangan tersendiri bagi para boss untuk melakukan yang terbaik untuk bawahannya.

Boss yang membuat emosi terkadang adalah yang bussiness minded, (ini hanya istilah saya saja) yang berarti hubungan hanya sebatas hubungan pekerjaan, hal-hal personal yang bisa membangun relasi lebih baik lagi tidak dilakukan. Bercanda dan bercerita adalah contoh kecil pendekatan personal. Memperhatikan kebutuhan karyawan / bawahan merupakan tahapan lanjut dari hubungan atasan dan bawahan.

Dalam satu tahapan pernah saya memimpikan untuk bekerja dengan semua jenis atasan (mulai dari yang terbaik sampai dengan yang terburuk) dan saya mampu memiliki tingkat penerimaan dan hasil kualitas pekerjaan yang sama, itu dikarenakan karena rasa tanggung jawab dan motivasi terhadap apa yang diemban. Sepertinya  luhur sekali dan tahapan kesana masih sangat jauh! Jadi, buat para karyawan gimana? boss anda menyenangkan atau membuat emosi?

:)

Gajiku, Gajimu dan Gaji di Indonesia

Gaji

Beberapa hari ini saya sering aktif di situs penyedia informasi layanan kerja. Memberi informasi buat teman-teman, sekaligus melihat perkembangan dunia usaha khususnya bagi pencari kerja. Saya memperhatikan beberapa kali perusahaan tidak mencantumkan gaji yang akan diberikan kepada pencari kerja, hal ini mungkin dikarenakan alasan internal. Saya kemudian teringat oleh survey gaji 2009 yang dilakukan oleh Kelly service (silahkan di donlot). Segera saya memperhatikan kepada bidang pekerjaan saya dan membandingkan dengan standar gaji di lingkungan kerja. Ternyata survey Kelly Service ini sudah lumayan akurat, kalaupun ada pembeda itu dalam hal working experience saja, maklum saya tidak begitu mengetahui gaji atasan dan rekan lain yang bekerja di atas 2 tahun. Baca entri selengkapnya »

AC Milan VS AS Roma 2009-2010 (plus hasil Liga Italia dan Inggris)

Menuliskan tentang 2 tim yang sedang “sakit” ini sekedar untuk mereview pertarungan merek nanti, dan asyiknya lagi disiarkan langsung oleh RCTI nih. AS Roma dengan nilai 11 dari hasil 3 menang 2 seri dan 2 kalah berada di peringkat 8, sedangkan AC Milan di peringkat 12 dengan 2 menang 2 seri dan 3 kalah. AS Roma dan AC Milan sama-sama belum menemukan performa puncak mereka, paling tidak jika dibandingkan dengan nama-nama besar yang ada di dalam tim, maka tidak cocok jika mereka berada di peringkat 7 dan 12. Berikut sekilas statistik dari soccernet: Baca entri selengkapnya »

Langganan Internet First Media (195 ribu 512 Kbps)

Berawal dari sebuah brosur First Media yang mencantumkan internet broadband dengan harga murah, yaitu terdapat paket internet 512 kbps dengan harga langganan Rp 195.000 maka saya menghubungi marketing First Media. Setelah sebelum-sebelumnya browsing juga mengenai kelemahan atau kekurangan dari orang-orang yang telah memakai layanan ini. Karena lagi promo kartu kredit, maka pembayara dengan kartu kredit akan gratis modem Motorolla SB5101. Sayang sekali, saya masih rada kolot dan belum memiliki kartu kredit :) maka saya menawar cara pembayaran tunai. Baca entri selengkapnya »

Golkar Baru Bergaya (Pemerintahan Makin Kuat)

Lengkap sudah kekuatan pemerintahan SBY 2009-2014, meskipun belum mengumumkan kabinet, namun fenomena “Ketua MPR” dan “Ketua Umum Golkar” merupakan hal yang memperkuat kursi empuk pemimpin Republik tercinta. Menurut saya warna dan bau SBY lebih kuat terasa ketika Rizal Mallarangeng masuk susunan ketua DPP Partai golkar. Rizal Mallarangeng secara jelas terlihat pada setiap kesempatan kampanye wapres Boediono dan menjadi orang paling sering muncul mengobral statement dan menjadi akrab di mata pemirsa TV One (Kabar Indonesia Malam). Jadi jelas sekali persepsi bahwa Rizal Mllarangeng adalah “orang” nya siapa kan?

Kemudian saya kutipkan pernyataan Arbi Sanit pada Kompas.com

Arbi menilai kemenangan Aburizal di Munas Golkar sesungguhnya merupakan kemenangan antara untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Fenomena ini serupa dengan kemenangan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taufik Kiemas dalam pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Apa yang dipikirkan Arbi Sanit menjadi rahasia umum dan ada di pikiran banyak orang juga, hal ini analog dengan kemenangan JK pada 2004 di pemilihan ketua umum golkar. Lalu apa yang salah dengan Ical, Rizal Mallarangeng dan Taufik Kiemas?

Saya rasa model orde baru seperti yang pernah saya tuliskan di Politik Devide Et Impera dan Manuver Politik Minggu ini (2) makin menemui kenyataan. Lalu memang kenapa? Kalau seperti itu mau apa? tidak tahu juga sih, cuman sepertinya ada yang kurang baik dan mengganjal saja. Kok demikian kuat Presidennya, kontrol pun semakin sulit. Belum lagi KPK dikebiri, dan masih banyak hal-hal lain. Demikian kah yang terjadi, tentu tidak sedemikian buruk, silahkan rekan-rekan yang jari nya dicelup pada pilpres lalu melihat apakah yang kita hasilkan ini sudah baik? Mudah-mudahan bisa seperti itu.

Satu lagi, Pak Prabowo, dimana anda? Jangan-jangan anda akan menjadi Men*****???….uuchhh…Mudah-mudahan…

Mem”bumi” kan Supply Chain Management

Untuk beberapa orang, istilah supply chain management merupakan suatu istilah yang akrab terdengar, anak kuliah (jurusan manajeman atau industri) dan dosennya, praktisi, serta perusahaan-perusahaan yang memiliki stock persediaan serta terkait dengan supplier dan retailer. Hmmm, istilah populer ini juga akhirnya terbit dalam sejumlah ilmu, seminar-seminar dan textbook. Semua orang tertarik dengan Supply Chain Management, yang bahkan dikatakan tahapan atau cakupan penguasaannya di atas pemahaman Manajemen Logistik. Keyword “Chain” menarik dikaji dan dibahas, Rantai pada SCM dimaksudkan apa sebenarnya? Baca entri selengkapnya »

Ruhut: ‘Kita Sumbang Gempa Rp500 Juta’ (Inilah.Com)

Berita dari Inilah.com mengenai sumbangan partai Demokrat :

INILAH.COM, Jakarta – Ruhut Sitompul dan Partai Demokrat sudah berhasil mengumpulkan dana Rp500 juta untuk korban gempa Padang. Tak hanya menyumbang, Partai Demokrat sudah mengirim utusan dan petugas sukarela ke Padang.

“Kita sudah urun rembug bantuan korban bencana gempa Padang ini. Realisasinya, kita dari Partai Demokrat sudah kirim utusan dan liasson officer (LO) ke Padang,” jelas Ruhut Sitompul saat ditemui di Gedung MPR-DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10) siang.

Tak hanya mengirim utusan dan petugas suka rela ke Padang, Ruhut yang artis juga pengacara, dan Partai Demokrat bakal menyumbangkan uang Rp 500 juta. “Sekarang sudah terkumpul 500 juta rupiah,” katanya.

Uang sumbangan Rp500 juta itu masih terus akan bertambah jumlahnya, karena pengumpulan dana masih terus berlangsung.

Sungguh luhur sekali bang Ruhut dan kawan-kawan menyumbang banyak uang atas nama Partai Demokrat. Hebat, tidak salah kalau mereka menjadi pemenang Pemilu 2009, bayangkan uang sebesar Rp 500.000.000 itu tidaklah sedikit kan?Tunggu dulu, uang Rp 500.000.000 banyak sekali ya? Dari mana saja? Sumber dana pribadi atau kas Partai? Ada audit gak ya? Kemarin Pemilu sudah melaporkan dengan jujur gak ya? Atau sisa uang Kampanye? Atau? Ada lagi gak Partai yang mau nyumbang dan diliput Media, meski Pemilu masih lama, tapi lumayan nabung simpati untuk Pilkada kan?

Ah, Romailprincipe…Anda terlalu banyak komentar….

Pelajaran dari Tukang Ojeg

Sebut saja Mamad (47 tahun), sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojeg. Pagi hari Mamad akan menjemput saya di rumah dan mengantar saya ke daerah Blok M. Setelah itu dia akan menunggu 2 orang langganannya di daerah Panglima Polim, kira-kira jam 11:00 ia beristirahat di warung tongkrongan nya sambil menunggu sms atau panggilan dari pelanggan lain. Sekitar jam pulang kantor Mamad kembali menjemput saya di tempat yang telah kami berdua sepakati. Sekitar pukul 21:00 Mamad pulang ke rumah dan membawa uang hasil kerjanya untuk diserahkan pada isteri tercinta.

Berapa kira-kira pendapatan Mamad? Jangan terlalu kaget kalau pendapatan kotornya bisa mencapai Rp 150.000-250.000 per hari, dipotong bensin dan uang makan maka Mamad membawa pulang sekitar Rp 100.000-150.000, dengan catatan jumlah tersebut adalah jumlah paling minim. Terkadang jika membawa langganannya (bos dari Filipina, Staff BI, keluarga pejabat Kejaksaan Agung) maka uang sejumlah Rp 300.00-Rp 400.000 bisa dibawa pulang. Dengan bekerja 23-25 hari per bulan (dipotong waktu reparasi motor dan istirahat bersama keluarga), maka minimal Mamad memiliki penghasilan Rp 3.000.000 dan dengan penghasilan ‘plus’ dari bos-bos yang ia bawa, maka Rp 4.000.000-Rp 5.000.000 menjadi akan menjadi rejeki Mamad.

Mamad tidak jumawa dengan hal itu, hidupnya tetap irit, anak-anaknya (2 orang) diajarkan untuk hidup bersahaja. Ia sering berkata pada anaknya “Ingat nak, Bapak hanya seorang tukang Ojeg”. Mamad tidak bermimpi menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, target terdekatnya adalah membuka satu usaha kecil seperti usaha counter HP, warung tegal, angkringan atau jualan sembako dengan mengkaryakan anak sulungnya sebagai pengelola usaha tersebut.

Mamad, contoh kecil yang membuat saya lebih memahami hakiki kehidupan. Tidak pernah keluhan terdengar dari nada bicaranya, tidak ada penyesalan atas profesi nya sebagai tukang ojeg. Saat banyak tawaran usaha “hitam” (kurir narkoba, bisnis fiktif, dll) Mamad tidak mengambilnya, dan tetap berjalan pada jalan terjal yang penuh dengan simbah keringat setiap hari. Jika saya memintanya menjemput, maka Mamad selalu ada 15 menit sebelum waktu yang dijanjikan, bahkan di kala saya terlambat karena hal-hal yang tak terhindarkan, Mamad tetap menunggu dengan penuh kesabaran. Kadang saya begitu mengagumi kesetian dan dedikasinya, pepatah “Setia terhadap perkara-perkara kecil” sungguh hidup di dalamnya, saya yakin dalam  “perkara-perkara kecil” yang dengan setia dijalaninya, maka suatu saat akan mendapat “perkara-perkara besar” yang membuat roda kehidupan Mamad dan keluarganya lebih baik lagi di kemudian hari.