Langsung ke isi

Logistik


Tulisan Logistik Romailprincipe tentang Logistik

 

Sebuah bidang pekerjaan yang mengasyikkan, dinamis dan penuh tantangan. Logistik di Indonesia dalam pengamatan saya belum menjadi hal yang prioritas untuk dikembangkan dan terfokus. Unit usaha lebih mementingkan profit dan terkadang lupa bahwa logistik adalah salah satu faktor penting yang memberi kontribusi besar pada profit unit usaha. Tetapi nampaknya ke depan era nya akan berubah, perusahaan-perusahaan besar telah concern pada bidang logistik. Lihat saja lowongan-lowongan pekerjaan yang mencantumkan kata-kata : “Supply Chain Management“. “Inventory“. “Distribution Center“, Distribution Center  Manager”, “Warehouse Manager”, dll…

Di luar negeri, logistik adalah salah satu cabang ilmu dari manajemen operasi. Begitu banyak modul perkuliahan yang terabsorb dari teori yang dikembangkan di luar negeri, terkadang saya berpikir apakah teori logistik seperti yang mereka bilang mampu menjawab kebutuhan di Indonesia. Meminjam salah satu quotes dari Albert Einstein “If the fact didn’t match with Theory, change the fact”, jadi apa yang kurang jika fakta lapangan sulit bertemu dengan teori-teori? Kompleksitas variable logistik merupakan salah satu penyebab bias nya teori dipraktekkan, dalam hal ini sejumlah teori dari Manajemen Logistik atau sekarang sudah terintegrasi dalam ilmu Manajemen Rantai Pasok haruslah bisa dapat diimplementasikan di lapangan. Kurangnya praktisi yang menguasai secara detail mengenai ilmu bidang logistik menarik minat saya untuk mempelajari lebih dalam mengenai logistik, namun tambah mempelajari dan sekaligus beberapa kali bersinggungan dengan pekerjaan membuat mata terbuka bahwa tidak semua teori dapat terjadi seideal yang dikatakan pada teori itu.

Informasi di buku, Browsing internet dan melihat model lain dari kasus logistik di sekitar merupakan pengayaan ilmu yang penting, karena apa yang dilihat dari tempat bekerja hanyalah sejumlah kecil kejadian dan belum tentu banyak mewakili ilmu logistik secara keseluruhan. Keilmuan logistik di luar negeri telah dipelajari sampai jenjang yang lebih tinggi dari S1, dengan tag line Master bidang logistik maka tentunya dalam bayangan saya isi dari pelajaran di dalamnya tentu sangat terfokus dalam ranah logistik. Lalu bagaimana di Indonesia? Fakultas Manajemen atau Teknik Industri memang mempelajari logistik, namun perlu disadari bahwa ketika S1 dari sekitar 150 SKS yang dipelajari maka paling tidak hanya sekitar 15 SKS yang berhubungan dengan logistik? Atau ada yang lebih? Jenjang S2 atau S3 bidang logistik juga belum saya dengar ‘bunyinya’, jika ada apakah lulusannya sudah concern di bidang logistik?

Salah satu keinginan menulis mengenai logistik didasari kepada rendahnya pengetahuan saya mengenai logistik dan cenderung lebih berhadapan pada praktek di sekitar gudang logistik tentunya menghambat pengetahuan yang “benar” mengenai ilmu logistik itu sendiri, namun ketika memiliki modal sedikit ilmu dan praktek mengenai logistik maka membuat keinginan menulis mengenai logistik cukup besar.

Berikut beberapa tulisan mengenai Logistik, tulisan didasarkan hanya pada pengalaman-pengalaman sekitar saja. Keinginan juga akan menuliskan beberapa teori, karena saya sendiri cukup sering mendownload bahan logistik. Browsing di internet, google, yahoo, maka kita akan menemukan sejumlah artikel menarik mengenai logistik, bahkan ada beberapa bahan yang merupakan perkulihan S2 di luar negeri loh!

Berikut ada sedikit update contoh-contoh operasional logistik dengan menggunakan teknologi tinggi (cirinya terkomputerisasi dan banyak mengganti tenaga manusia dengan mesin) :

Penggunaan teknologi menggantikan orang pada warehouse membuat efisiensi biaya variabel (gaji) namun memunculkan biaya investasi yang tidak kecil. Feasibility study yang detail serta segala resiko dan simulasi operasional didukung data-data diperlukan untuk instalasi teknologi pada operasional logistik. Di Indonesia telah ada Asosiasi Logistik Indonesia serta konsultan logistic yang bisa menjadi sumber informasi untuk menerapkan suatu sistem baru pada dunia logistik.  Namun jangan heran, jika pada situs konsultan logistik, teori dan situs ALI sendiri banyak berbeda jauh dengan kondisi “gudang” yang sebenarnya. Apa yang salah? Konsep Lean Warehouse yang saya tuliskan berbeda konten nya dengan tulisan Martin Murray di situs ALI. Konsep lean yang sama, ranah yang dikutip Murray adalah Supply Chain Management dan tulisan saya scope nya lebih kecil lagi, yaitu pada komponen Supply Chain Management yaitu “gudang”. Sekilas, minder sendiri membandingkan tulisan saya dengan tulisan Murray, tetapi hal itu membuat saya sebagai praktisi awam semakin termotivasi untuk mempraktekkan Konsep Lean ini (sungguh, menerapkan ini dalam SDM rendah sungguh sulit…. :) ). Jadi apakah Video tentang operasional logistik itu tidak dapat diterapkan di Indonesia? Saya percaya bisa, bahkan adopsi sesuai kultur Industri Indonesia bisa membuat operasional logistik yang lebih canggih lagi, sehingga dalam value stream Supply Chain Management bisa dikikis pemborosan-pemborosan yang ada.

Tulisan Logistik Romailprincipe tentang Logistik

8 Komentar
  1. Dwinanto permalink

    tulisana – tulisan tenanga supp;y cahin management masih sedikit bahkan jarang, training dan kursus puh masih terlalu mahal harganya. kalaiu begini terus bagaimana kita mau belajar…hee..hee

  2. Moh. Kusmayadi permalink

    dari pengalaman saya sangat sulit menerapkan teori supply chain manajemen secara concret, prinsip mencari profit masih yang utama disetiap perusahaan, ada sih beberapa DC retail besar di indonesia yang sudah menjalankan teknologi seperti vidio di atas…salam

  3. sugiyanto permalink

    maju terus pantang mundur ayo..kita dukung demi kemajuan logistik
    di Indonesia

  4. warsiti rahayu permalink

    wahai kel besar logistik, bantu aku dong untuk lebih memperdalam logistik….

    silahkan cek email warsiti_lg68@yahoo.co.id, sy reply di situ

  5. Moh. Anas permalink

    Boss, tolong dong bisa nulis keterkaitan logistic dengan supply chain management pada industri eksplorasi migas.

    Saya masih ‘baru’ di logistik oil and gas, biasanya paham diFMCG aja. Prinsipnya sepertinya sama, hanya berbeda karakteristik barang dan handling

  6. ivonny permalink

    Saya sedang mendesain sistem logistik untuk perusahaan keluarga yang bergerak di bidang trading dan maintenance alat berat. jadi produk mereka banyak di sparepart, alat listrik dan barang ketenikan. saya sangat awam di bidang logistik karena pada dasarnya saya back ground nya di keuangan. Mohon info2 yg berkaitan. tolong diemail infonya.
    Terima kasih sebelumnya.

    Saya reply via email ..

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Mau belajar Logistik? « Romailprincipe’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.