Arsip Kategori: Teori Logistik

Perencanaan pembangunan gudang logistik [ bagian 2 ]


Menyambung tulisan Perencanaan Pembangunan Gudang Logistik [ bagian 1] yang menjelaskan secara umum tahapan pembangunan gudang sekaligus sedikit mereview mengenai tahapan-1, pada tulisan ini akan saya coba ulas tahapan-2 yaitu Feasibility Analysis.

Feasibility Analysis ini saya akan membagi atas 3 aspek : Aspek Teknis & Operasional, Aspek Finansial dan Aspek Manajemen Saya mengambil ke-3 aspek tersebut untuk mewakili aspek-aspek yang lazim terdapat pada studi kelayakan bisnis yaitu : Aspek Hukum, Aspek Ekonomi & Sosial Budaya, Aspek Pemasaran, Aspek Teknis dan Teknologi, Aspek Manajemen, Aspek Keuangan.

Aspek study kelayakan. source pic : http://bit.ly/Y72DQ2

Dari ke-4 aspek di atas skala tingkat kesulitan mulai dari yang paling sulit adalah Aspek Teknis & Operasional, Aspek Finansial, Aspek Manajemen serta Aspek Hukum. Dalam tahapan Feasibility Analysis ini, tingkat detail pembahasan sudah harus dilakukan dengan modelling / proyeksi mengenai semua aspek Feasibility Analysis berdasarkan data-data riil, historis ataupun asumsi-asumsi yang sudah disepakati bersama / telah diterima semua pihak. Lanjut membaca

Sistem Manajemen Persediaan Gudang


Setelah mencoba menuliskan tentang Sistem Manajemen Gudang, Sistem Operasional Gudang, Sistem Penerimaan barang di Gudang, Sistem Administrasi Gudang dan sejumlah Tulisan Logistik lain saya ingin mencoba menulis tentang Sistem Manajemen Persediaan Gudang untuk melengkapi beberapa tulisan dan mencoba mengundang rekan-rekan lain yang sudah lebih ahli untuk berkomentar dan memperkaya khasanah tulisan mengenai logistik.

Manajemen Persediaan dan Resiko

Manajemen persediaan digambarkan sebagai proses untuk mengelola jumlah barang yang disimpan untuk menunjang usaha atau bisnis yang digerakkan. Idealnya suatu sistem manajemen persediaan bisa berada dalam tingkat paling ekonomis tanpa adanya potensi resiko pada perusahaan. Resiko yang dimunculkan akibat adanya persediaan adalah biaya persediaan, kerusakan barang, kehilangan barang serta space untuk penyimpanan barang. Jika meninjau komponen resiko tadi, bisa dibayangkan bahwa manajemen persediaan yang tepat adalah mata rantai dalam supply chain management yang cukup vital.

Jika mengambil contoh pada resiko biaya persediaan, maka harus dicermati jumlah pembelian berada pada tingkat yang memenuhi permintaan dengan selisih yang mendekati 0 (Zero Inventory). Jika permintaan berada pada angka 200 setiap minggu dan gudang membeli sejumlah 800, maka dibutuhkan 4 minggu untuk menghabiskan persediaan. Dalam tingkat penjualan 200 maka gudang sudah menghabiskan biaya sejumlah 800. Yang disarankan adalah memiliki persediaan ‘mendekati’ 200, atau bahkan dalam 1 minggu bisa memesan 2 kali atau beberapa kali pun untuk memenuhi angka permintaan 200. Variable ini bisa lebih unik lagi jika memasukkan faktor Term Of Payment kepada supplier yang lebih panjang dari Selling Point.

Resiko kerusakan, kehilangan dan biaya space adalah biaya-biaya lain yang merugikan perusahaan. Kerusakan dan kehilangan muncul karena handling, operasional dan administrasi gudang yang tertata baik. Biaya space untuk penyimpanan adalah biaya yang hilang karena menyimpan barang di saat space itu lebih tepat digunakan untuk input lain yang lebih mempengaruhi tingkat output. Dari gambaran singkat mengenai resiko persediaan, maka bisa dipastikan bahwa memiliki sistem manajemen persediaan yang baik akan menghindarkan (atau paling tidak meminimalisir) perusahaan dari sejumlah resiko biaya.

Lanjut membaca

Mengenal secara singkat istilah Planogram


Dalam dunia pengecer (retail), istilah planogram seringkali dipakai untuk menunjukkan rencana visual yang menunjukkan penempatan produk di rak-rak display pengecer. Planogram ini sering disampaikan dalam bentuk diagram atau gambar, dan biasanya ditangani oleh visual merchandising atau tim merchandising (sumber).

Secara umum pengertian planogram sendiri adalah :

Sebuah teknik visual (diagram, bagan, foto, gambar, dsb) yang memberikan secara terperinci dan mendatail mengenai informasi penempatan tiap produk di display pengecer untuk tujuan produktifitas perusahaan, pengertian produktifitas terkait pada penjualan dan biaya. Penjualan produk misalnya dipengaruhi oleh harmonisasi peletakkan produk atau kemudahan dilihat oleh konsumen. Biaya produk misalnya pemakaian space tiap produk. Lanjut membaca

First Expired First Out (FEFO)


Tulisan berikut mengenai konsep (FIFO) First In First Out di dunia logistik, ditulis oleh salah satu praktisi logistik pada blog http://iwanbudianto.wordpress.com/. Menceritakan tentang istilah FIFO yang lebih tepat diabsorb melalui istilah FEFO (First Expired First Out). Silahkan melihat dan mengomentari :

Sumber : distribusi

Dalam teori-teori mengenai pergudangan istilah flow produk yang sering digunakan adalah FIFO dan LIFO. FIFO yang berarti yang pertama kali masuk harusnya yang pertama kali pula yang diprioritaskan untuk keluar. Sebaliknya LIFO berarti yang terakhir kali masuk justru yang pertama kali keluar. Biasanya konsep yang banyak digunakan adalah FIFO, wajar saja yang pertama kali antri pastinya yang harus dilayani. Tapi bagaimana jika produk yang dimaksud berupa “Pasir” yang hanya diletakkan di suatu tempat besar. Tidak mungkin kita mengambil bagian bawahnya terlebih dahulu kan, sehingga yang pertama kali dikeluarkan pastinya yang bagian atas. Lanjut membaca

Mem”bumi” kan Supply Chain Management


Untuk beberapa orang, istilah supply chain management merupakan suatu istilah yang akrab terdengar, anak kuliah (jurusan manajeman atau industri) dan dosennya, praktisi, serta perusahaan-perusahaan yang memiliki stock persediaan serta terkait dengan supplier dan retailer. Hmmm, istilah populer ini juga akhirnya terbit dalam sejumlah ilmu, seminar-seminar dan textbook. Semua orang tertarik dengan Supply Chain Management, yang bahkan dikatakan tahapan atau cakupan penguasaannya di atas pemahaman Manajemen Logistik. Keyword “Chain” menarik dikaji dan dibahas, Istilah Rantai pada SCM dimaksudkan apa sebenarnya? Lanjut membaca

Tipe dan jenis gudang


Gudang adalah jenis yang paling umum dari tempat penyimpanan meskipun memang ada bentuk-bentuk lain (misalnya, tangki penyimpanan. Beberapa gudang memiliki bangunan besar dan luas sehingga memungkinkan kegiatan pembongkaran barang dari truk pemasok dan kegiatan memuat barang ke pelanggan secara bersamaan

Di bawah ini kita membahas lima tipe gudang:

  • Gudang Pribadi/Swasta- jenis gudang ini dimiliki dan dioperasikan oleh pemasok dan reseller untuk digunakan dalam kegiatan distribusi mereka sendiri. Sebagai contoh, jaringan ritel besar menyediakan gudang untuk toko mereka atau grosir mengoperasikan sebuah gudang di mana ia menerima dan mendistribusikan produk.
  • Gudang Publik/Umum – gudang umum pada dasarnya adalah ruang yang dapat disewakan untuk mengatasi kebutuhan distribusi dalam jangka pendek. Pengecer yang memiliki gudang sendiri mereka sendiri terkadang mencari ruang penyimpanan tambahan jika kapasitas gudang mereka tidak mencukupi atau jika mereka melakukan pembelian produk dalam jumlah besar dengan alasan tertentu. Sebagai contoh, pengecer bisa memesan tambahan barang untuk memaksimalkan penjualan di toko atau ketika ada harga promosi dari pemasok jika membeli dalam jumlah besar.
  • Gudang otomatis – Dengan kemajuan teknologi komputer dan robotika banyak gudang sekarang memiliki kemampuan otomatis. Tahapan otomatisasi sampai pada pemakaian conveyor belt untuk mengangkut barang sehingga memerlukan orang yang lebih sedikit untuk menangani kegiatan penyimpanan.
  • Climate-Controlled Warehouse. Iklim-Controlled Warehouse – Gudang penyimpanan yang  menangani berbagai jenis produk dengan penanganan khusus kondisi seperti freezer untuk menyimpan produk beku dan kelembaban lingkungan.
  • Distribution Centre, Ada beberapa gudang yang hanya menyimpan produk dalam waktu sangat cepat. Gudang ini berfungsi sebagai titik dalam sistem distribusi pada produk yang diterima dari berbagai pemasok dan segera dikirimkan ke banyak pelanggan. Misalkan, seperti dengan penanganan Distribution Centre untuk Perishable Food sebagian besar produk yang masuk di pagi hari dan didistribusikan pada akhir hari,

Diterjemahkan secara bebas dari

 

Salam Romailprincipe

Silahkan pembaca untuk komentar di bawah tulisan ini atau share via email ke romailprincipe2012@gmail.com. Silahkan juga Follow blog ini dengan mendaftarkan email di sidebar blog ini :)

Daftar Tulisan Romailprincipe bisa dilihat di sini

Download Sample Template Excel atau Portfolio 

Mau belajar Logistik?


Bukan karena fasihnya mempraktekkan keilmuan logistik, sekedar mereview saja dan membanding-bandingkan tulisan-tulisan tentang logistik di Internet, Teori di bangku kuliah, Realisasi praktek di lapangan sehingga mempelajari dan menulis tentang logistik menjadi hal yang menarik. Sudah ada beberapa tulisan mengenai logistik pada blog ini dan menjadi salah satu ciri dari www.romailprincipe.wordpress.com Lanjut membaca