Sistem Manajemen Gudang (WMS)


Pada tulisan di blog saya tentang Sistem Manajemen Gudang , saya mengulas tentang aktifitas-aktifitas pergudangan yang membentuk suatu sub sistem dan terintgerasi dalam satu sistem manajemen pergudangan. Beberapa pengunjung blog menginterpretasikan tulisan saya tersebut kepada adanya suatu software yang mensupport sistem manajemen gudang itu sendiri, ada yang menanyakan / konsultasi mengenai sistem manajemen gudang , atau ada juga pembaca yang tertarik ingin membeli software untuk mensupport manajemen pergudangan.

Kali ini saya tertarik untuk mengulas mengenai fitur-fitur software sistem  manajemen gudang (WMS) yang mungkin berguna bagi beberapa pengunjung blog ini atau anda yang memiliki pengalaman mengenai WMS, membutuhkan WMS atau ada referensi mengenai WMS bisa saling bertukar pikiran

Keberadaan software yang dapat mensupport aktifitas pergudangan mulai dari penerimaan barang, penyimpanan barang, pengambilan (picking) sampai dengan memuat ke truck dan delivery sangat dibutuhkan oleh gudang.  Bantuan sistem ini akan membantu untuk melacak informasi dan data-data yang dibutuhkan oleh customer ataupun pemilik gudang sendiri.

Wikipedia mendefinisikan Warehouse Management System sebagai :

WMS, is a key part of the supply chain and primarily aims to control the movement and storage of materials within a warehouse and process the associated transactions, including shipping, receiving, putaway and picking. The systems also direct and optimize stock putaway based on real-time information about the status of bin utilization.

Mengontrol pergerakan barang di dalam gudang sehubungan dengan transaksi keluar masuk barang, mungkin itu adalah keyword dari definisi dari wikipedia di atas. Bagaimana WMS (Warehouse Management System) ini bisa memungkinkan hal itu? Tentunya dengan satu sistem database yang memungkinkan user untuk melakukan kontrol mendetail. Saya coba membahas bagaimana WMS bisa melakukan hal tersebut, data-data ini saya dapatkan dari source yang memiliki lisensi langsung mengenai software database gudang.

Fitur di atas adalah fasilitas ideal yang disediakan oleh Warehouse Management System. Receiving and Putaway, Dispacthing, Stock Take, Reporting adalah beberapa fitur standard yang coba saya bahas.

Receiving and Putaway

Proses Receiving and Putaway dimulai ketika barang datang ke gudang. Secara fisik barang yang datang harus dimasukkan ke dalam sistem WMS, sehingga database barang di gudang akan terupdate. Opsi melakukan input barang adalah dengan menggunakan Input data PO (Purchase Order) secara otomatis yang dilakukan Departemen Purchasing / Pembelian, atau dengan input data manual. Prinsip utamanya adalah kesesuaian fisik yang datang dengan kebutuhan di gudang, sehingga menghindari terjadinya selisih stock pada saat melakukan cycle count atau stock opname.

Setelah fisik barang diterima, selanjutnya fisik barang tersebut harus diletakkan pada lokasi tertentu di gudang (Putaway). Proses Putaway ini sangat penting untuk mengetahui informasi dimana barang yang diterima diletakkan serta bisa mensupport sistem FIFO/FEFO (First In First Out / First Expired First Out).

Gambar di atas menunjukkan jumlah produk yang diterima dan lokasi yang peletakkan nya. Untuk gudang yang memiliki fasilitas barcoding serta kompleksitas dan nilai yang sangat tinggi maka disarankan melakukan pencetakan dokumen receipt pada sticker barcode yang akan ditempelkan pada barang, hal ini berguna untuk mempercepat aktifitas operasional karena proses perpindahan fisik barang akan disupport oleh adanya sistem scan barcoding menggunakan handheld dan operator yang melakukan putaway tidak perlu melakukan updating pada komputer.

Informasi receipt label yang ditempelkan pada pallet ini juga sangat membantu operator gudang melakukan cycle count / stock opname, tidak perlu melakukan penghitungan manual dan cukup melihat informasi pada sticker, maka waktu penghitungan akan sangat cepat dan akurat. Setelah barang di atas pallet ditempel lebel dan diletakkan sesuai lokasi yang tertera, maka proses receiving dan putaway bisa dikatakan selesai.

Dispacthing

Proses dispatching ini berfungsi sebagi pendukung operasional pengeluaran barang dari gudang (picking dan delivery barang) atas barang-barang yang akan dikirimkan ke outlet-outlet atau kepada customer. Pencarian lokasi atas barang-barang yang akan di picking akan dipermudah melalui adanya informasi pada WMS.

Bagi para pekerja gudang, tentunya fitur ini mempercepat pencarian. Cukup melihat informasi, atau bahkan informasi ini sudah terupload kedalam device handheld, melakukan picking dan melakukan scanning barcode terhadap sticker di pallet sehingga secara data barang tersebut sudah dinyatakan diambil dan stock pada lokasi sudah kosong sera bisa ditempati barang lain yang akan diterima.

Setelah melakukan picking pada lokasi maka operator pada gudang perlu dipandu dengan informasi barang-barang yang akan didelivery / diberangkatakan ke satu tujuan. WMS akan memberikan informasi order dari customer berupa sticker barcode yang ditempelkan pada setiap karton yang akan diberangkatkan. Sticker ini akan sesuai jumlahnya dengan fisik barang yang sudah diambil dari lokasi.

Setelah melakukan aktifitas picking, maka perlu dilakukan validasi antara item-item yang telah di picking dengan order dari outlet atau customer. Warehouse Management System mengakomodasi validasi ini dengan fitur dokumen yang dinamakan dengan Delivery Note atau bisa juga disebut sebagai Delivery Note. Fungsi utama fitur ini adalah memudahkan operasional gudang membandingkan antara item-item yang dipicking dengan item-item yang akan dimuat ke dalam truck, petugas gudang yang melakukan biasanya dinamakan “checker” yang melakukan fungsi double check antara hasil picking versus barang yang akan di loading. Sedemikian penting tugas checker ini sehingga untuk mempercepat pekerjaannya, WMS mensupport dengan pencetakan dokumen Delivery Note / Delivery Order seperti gambar berikut.

Selain fitur Delivery Note, dibutuhkan fitur double check berikutnya untuk memastikan seluruh barang keluar merupakan order dari customer, salah satu fungsi double check ini bisa dibantu dengan sticker dispatch label.

Sticker dispatch label ini akan memandu operator untuk melakukan loading ke dalam truck yang akan membawa barang ke satu tujuan tertentu. Dispatch label ini memiliki fungsi ganda sebagai proses double check pada tempat / destinasi yang nantinya akan menerima barang tersebut. Informasi sticker dan jumlah karton cukup menjadi dasar pengecekan, menghemat waktu pengecekan pada saat melakukan unloading di tempat tujuan.

Pada saat dipatch ini WMS akan memotong sejumlah stock yang telah didelivery ke tujuan, proses informasi ini dibaca sebagai pengurangangan tingkat persediaan dan secara otomatis bisa diproses kepada sebuah Sistem Manajemen Persediaan untuk selanjutnya diproses menjadi pemesanan kepada supplier. Detail artikel Sistem Manajemen Persediaan pernah saya ulas pada tulisan saya.

Stock Take

Stock take dilakukan untuk melakukan penyesuaian stock fisik dan stock komputer sehingga tingkat persediaan yang berhubungan dengan biaya persediaan pada sebuah gudang sesuai dengan keadaan fisik. Stock take sendiri merupakan satu aktifitas yang menyedot kapasitas dan sangat menguras waktu dari operator gudang. Tidak jarang proses stock take dilakukan dengan melibatkan banyak personil gudang, dilakukan penghitungan 1, penghitungan 2 dan seterusnya untuk memastikan barang secara fisik ada di dalam gudang. WMS sudah memudahkan dengan informasi detail setiap barang dan lokasi, sehingga operator cukup mudah untuk melakukan stock take. Dalam flow WMS maka operasional gudang tentunya tidak memunculkan selisih antara fisik barang dengan stock komputer.

Report Stock take yang dicetak setelah hasil penghitungan fisik dilakukan idealnya adalah 0 atau tidak terjadi selisih sama sekali antara komputer dengan fisik. Jika ada nilai selisih plus atau minus maka dilakukan penghitungan ulang terhadap fisik, WMS telah membantu untuk melakukan referensi lokasi barang yang terjadi selisih, operator tidak perlu lagi berkeliling gudang untuk menghitung seluruh jumlah barang melainkan cukup menghitung ke lokasi yang menurut report terjadi selisih. Waktu yang digunakan akan sangat singkat. Setelah seluruh penghitungan dilakukan, maka komputer akan melakukan adjustment plus atau minus terhadap penghitungan fisik. Pada tahapan ini maka gudang telah memiliki stock update yang sesuai antara data dengan fisik.

Reporting

Fitur reporting adalah fitur pendukung yang cukup vital. Laporan yang tersedia pada WMS harus mampu menjelaskan banyak hal kepada pemilik barang, laporan ini juga harus valid dan bisa tersedia sewaktu-waktu dimana sebuah keputusan harus ditunjang oleh adanya data historis masa lalu. Fitur reporting ini menurut saya menjadi titik vital pentingnya ada sebuah WMS pada gudang.

Beberapa fitur reporting pada gambar di samping haruslah mampu mendukung kebutuhan sebuah gudang akan sebuah informasi yang lengkap. Idealnya seseorang akan mampu membaca kesehatan sebuah gudang pada fitur reporting ini. Misalkan reporting hari persediaan (Inventory Days) yang seharusnya berada pada tingkat minimum, anggap saja idealnya 5 hari. Jika reporting menunjukkan stock gudang ada di atas 5 hari, maka keputusan Kepala Gudang / Manajer Gudang haruslah mencoba menurunkan tingkat order dan mengoptimalkan pengeluaran barang, sehingga tingkat persediaan turun.

Report ini juga dibutuhkan customer (topik khusus pada penyedia jasa gudang) untuk mengetahui barang apa saja yang tersedia pada gudang dan akan dikirim ke outlet atau destinasi mana. Tanpa adanya fitur pendukung berupa reporting ini, maka WMS bisa dikatakan tidak lengkap dan kurang menjawab kebutuhan user.

Reporting juga harus dihubungkan dengan Key Performance Indicator (KPI) dari gudang. Misalkan KPI dari variansi stock adalah 1%, maka Report harus mampu mengeluarkan laporan selisih barang hasil stock opname. Untuk kebutuhan lebih lanjut (biasanya digunakan oleh Data Analyst), fitur reporting harus mampu mengekspor file ke dalam file .dbf .csv atau .xls yang bisa diolah lebih lanjut dengan Ms Excel.

Beberapa fitur standard dari WMS tadi seharusnya bisa ditemukan pada setiap gudang, tergantung dari nilai pergerakan barang yang terjadi di dalamnya. Instalasi software WMS sendiri memerlukan biaya tidak sedikit dan setidaknya membutuhkan 1-2 orang dedicated admin untuk bertanggung jawab atas WMS ini.

Investasi Warehouse Management System

Menurut beberapa sumber penyedia WMS, harga yang  ditawarkan cukup bervariatif. Bisa di atas 50 juta, atau bernilai di bawah 50 juta. Variasi ini biasanya ditimbulkan oleh kompleksitas fitur yang tersedia pada WMS tersebut. Idealnya, ketika membeli sebuah WMS, user harus mengetahui beberapa hal sebagai berikut :

  1. Kapabilitas penyedia jasa WMS.
  2. Portfolio atau pernah dipakai sebelumnya.
  3. Supporting jika terjadi bug atau error.

Jika instalasi WMS menjadi investasi yang cukup besar dan mungkin saja akan memberatkan bagi belanja modal (Capital Expenditure) bagi sebuah usaha, maka tidak ada salahnya mengalihkan pilihan kepada jasa persewaan WMS. Tentunya opsi ini akan lebih ‘ringan’ dan memiliki resiko lebih rendah karena pencatatannya akan sebagi biaya operasional (Operational Expenses) bulanan serta resiko apabila WMS tidak terpakai tentunya akan hilang karena sewaktu-waktu dapat memutuskan kontrak dengan penyedia jasa.

Kapan idealnya sebuah gudang membutuhkan Warehouse Management System (WMS)?

Pertanyaan tentunya memiliki berbagai macam penjelasan dan perspektif untuk menjawabnya, dari sisi ekonomis maka bisa saja sebuah gudang membutuhkan WMS ketika nilai pergerakan barang di dalamnya mencapai angka tertentu (katakan 1 Milliar rupiah sebulan) dan angka investasi WMS adalah 100 juta rupiah yang apabila disusutkan 60 bulan hanya sekitar 1,67 juta atau senilai 1,67% dari omzet sebulan. Dari sisi Good Warehousing Practices (GWP), bisa saja sebuah gudang membutuhkan WMS ketika tenaga atau aktifitas manual tidak bisa mendukung GWP itu sendiri sehingga gudang tersebut membutuhkan solusi berupa WMS tanpa memperhitungkan sisi finansial.

Pada akhirnya itu akan menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk melakukan investasi terhadap WMS, namun di tengah-tengah dinamis nya pergerakan bisnis atau usaha maka investasi tentunya akan melahirkan keunggulan kompetitif  tersendiri bagi suatu usaha, berani?


Salam Romailprincipe

Silahkan pembaca untuk komentar di bawah tulisan dan Follow blog ini dengan mendaftarkan email di sidebar blog ini :)

Jika pembaca membutuhkan aplikasi Warehouse Management System, ingin bertanya / berkonsultasi,  atau kebutuhan lainnya yang dapat dibantu , silahkan hubungi email romailprincipe2012@gmail.com atau no hp +6281310005342. 

Daftar Tulisan Romailprincipe bisa dilihat di sini

Download Sample Template Excel atau Portfolio 

About these ads

56 thoughts on “Sistem Manajemen Gudang (WMS)

  1. hendru

    bos, mau nanya donk kalo misalkan gudang itu tidak memungkinkan memakai system barcode apakah ada cara lain. karena gudang saya ini perputaran barangnya cepat. produk kami ini garment. dan untuk system FIFO/FEFO ini apakah bisa di lakukan apabila produk kami mempunyai ratusan artikel dalam bentuk box besar, box kecil dan eceran (pieces). mohon bantuannya. Thanks
    nb tolong di PM ke email ya thanks

    Saya sudah reply ke email :) .. thanks

    Balas
  2. scRm

    gan,sebenarnya yang jadi critical factor sampe dibutuhkan WMS ini apa ya??apakah proses bisnis tradisional(manual) tidak bisa meng-handle proses dalam gudang ini?

    Hi Mas, Thanks sudah berkunjung dan memberi Komentar. Critical factor nya menurut saya mungkin ada beberapa :
    Aktifitas manual tidak bisa mengcover kebutuhan sebuah gudang
    Terlalu banyak kesalahan karena proses yang rumit dan tidak simpel
    FIFO tidak berjalan dengan baik, mengandalkan ingatan manusia
    Terlalu banyak kertas / dokumen yang dicetak
    Performa bisnis yang baik di mata pelanggan

    Itu beberapa faktor yang mungkin menjadi alasan kita menginstal WMS pada gudang. Pembaca lain ada yang punya pendapat?

    Balas
    1. scRm

      aku mau nanya lagi gan,
      kalo misalnya kita pihak 3PL yg menyediakan gudang,dan dari pihak klien ada standard process untuk putaway dan pickingnya,apakah itu juga disebut SOP?

      Kalau memang standard klien itu tidak bisa diabsorb oleh existing SOP, mungkin jalan keluarnya adalah membuat SOP handling khusus barang customer. Tapi jujur saya belum lihat SOP khusus seperti ini :)

      Balas
      1. scRm

        hehe,iya juga seh,kita harus buat logic lagi untuk proses dari klien itu.
        satu lagi gan,
        kalo agan punya,aku boleh minta file SOP buat gudang yang digunakan untuk menyimpan produk berupa ban. misalkan aku mau implement WMS ini pada sebuah gudang baru.

        Dear Bp/Ibu, SOP nya silahkan cari yang sesuai di google, saya punya juga eks perusahaan sebelumnya dan sekarang yang belum tentu cocok, jika ada request minta dibuatkan bisa via email

  3. arie

    Gan ane kerja digudang sekarang mau tugas akhir…
    contoh tugas akhir sistem penerimaan barang di gudang bagaimana yakk
    masih bingung neh cara nyusun n buat penulisannya? share dunk gan
    thaxxx

    Balas
  4. Andri

    Pak, mohon informasi apakah ada perusahaan yg menyediakan jasa sewa “sistem” untuk pergudangan, mengingat kami ada klien yg akan menyewa gudang kami satu paket dengan jasa transportasi barang serta pelaporannya. Kami tunggu jawabannya segera ya..terima kasih.

    Tentunya yang saya review ini menyewakan dan menjadi solusi bagi perusahaan logistik kecil yang ingin memiliki WMS tanpa perlu investasi. Saya sudah kontak dari email ya :)

    Balas
    1. orlandoong

      halo Pak,

      saya juga perlu informasi serupa mengenai perusahaan yang bisa menyediakan jasa sewa ‘sistem’ untuk klien kami di site. tolong informasinya.

      Terima kasih dan Salam Kenal,
      Orlando

      Balas
  5. mnovael

    pak, bisa minta referensi buku, jurnal, link, dsb tentang WMS? untuk referensi proposal tesis
    thanks,
    nova

    Saya tidak ada, hanya based on pengalaman saja

    Balas
  6. barudakgudangavatarx

    good article boss. ada contoh buat pergudangan motor ato mobil ga? kalo ada mohon di-share. nuhun ah….

    Biasanya WMS bisa available untuk banyak jenis dan karakter barang. Mungkin perlu adjustment sedikit di sana-sini, jika tertarik untuk memakai WMS bisa kontak saya

    Balas
  7. albert

    Usaha saya, jasa penyewaan barang yg ada life timenya, saya tertarik mempelajari lebih lanjut. Kemana saya harus belajar? Kemana saya bisa berdikusi?

    Boleh via email atau chatting pak, bertemu atau visiting juga bisa sesuai percakapan :)

    Balas
  8. Rianti

    Pak, mohon berikan saran mengenai sistem penggudangan menggunakan barcode. Dengan barang dari satuan box besar, menengah, sampai kecil (per item). Product tidak disusun menggunakan pallet, apakah masih bisa menggunakan barcode utk pendataan product?

    Kasus menarik, saya pernah seperti mengalaminya.. saya coba email-emailan ya :)

    Balas
  9. Ping balik: Posting pertama tahun 2012 « Romailprincipe Menulis

  10. jazznuno

    saya liat konsep software WMS-nya cukup bagus, nama softwarenya apa pak?

    Saya reply via email ya, untuk komunikasi lanjut tentang WMS nya.. thanks

    Balas
  11. Juliani

    Makasih sharing infonya. Kalo mau tau lbh detail ttg WMS spt contoh yg diberikan dan implementasinya butuh biaya brp ya?

    Sudah saya reply via email :)

    Balas
  12. avzega

    sangat menarik informasinya, mohon info jasa pembuatan s/w untuk gudang galangan kapal, terutama yang menggunakan barcode. Terima kasih

    Balas
  13. avzega

    Sangat menarik informasinya, mohon petunjuk s/w dan perangkat barcode yang cocok untuk gudang Galangan kapal. mohon diberikan refensi
    salam

    Balas
  14. henrygd

    thanx atas infonya. gudang saya sangat berantakan sistem layout gak jelas. gak ngerti mo diapain lagi.mudah mudahan dengan teori ini gudang saya bisa stabil

    Balas
  15. Supriyanto

    Artikelnya Bagus….bahasanya mudah difahami . kalau ada artikle yang bahasanya mudah difahami seperti ini tentang GWAP ( Good Warehouse Practices ) sangat Appreciate kalau bisa di share ke kami…..salam LOGISTICS../ Supriyanto – Coca-Cola

    Balas
  16. dennys

    Dari mahasiswa logistik bisnis politeknikpos bandung : sangat bermanfaat atas ilmu yang saudara bagikan .

    Balas
  17. avzega

    Pak, mohon diberikan saran system pergudangan barcode. kami salah satu store shipyard (galangan kapal) proses pergerakan barang cukup cepat. disini kami sudah menggunakan SAP System, namun karena proses yg cukup cepat banyak transaksi yg dipending/dicatat manual sebelum di input ke SAP. mohon masukan system barcode yg cocok dan dapat terintegrasi ke SAP.

    Balas
  18. dian haryadi

    Apakah ini sebuah aplikasi software?
    perusahaan saya saat ini lagi membutuhkannya.. bagaimana cara saya mendapatkannya,?dan mohon dibuatkan penawarannya dan test demo..

    Sudah saya email ya :)

    Balas
  19. Ping balik: 300,000 hits Blog Romailprincipe « Romailprincipe Menulis

  20. Josep Gunawan

    Hi Pak..
    Mau tanya, berdasarkan pengalaman Anda..
    Kira-kira untuk pengelolaan Gudang Retail (Grocery & Fresh dengan >50rb SKU) sebaiknya aplikasi WMS mana yang lebih bagus ya?
    Apakah SAP-WM atau Infor WMS?
    MOhon pencerahannya…

    Wah, pertanyaan technically banget nih, coba deh saya reply via email

    Balas
  21. Bayu anggoro

    Perusahaan saya ingin membangun suatu gudang modern dimana item yg tersedia ada sekitar 5000 item. kalau kami ingin membangun suatu system WMS, barcode, RFID. Kira2 berapa basar investasi yang harus dikeluarkan? mohon infonya mengenai vendor yang bisa menyediakan jasa WMS dan sarana pendukungnya. Terima kasih

    Customize pak, bergantung volume. Untuk WMS saja bisa langsung ke vendor penyedia solusi logistik

    Balas
  22. rey

    Halo Pak,

    saya sangat tertarik dengan WMS ini, apakah ada demo software nya? dan bagaimana cara mendapatkan nya?
    gudang kami saat ini membutuhkan sistem yang tangguh mengingat sudah cukup komplek nya proses yg ada.

    Sudah kontak2an ya pak, semoga bisa membantu

    Balas
  23. offshore company

    Resiko kerusakan, kehilangan dan biaya space adalah biaya-biaya lain yang merugikan perusahaan. Kerusakan dan kehilangan muncul karena handling, operasional dan administrasi gudang yang tertata baik. Biaya space untuk penyimpanan adalah biaya yang hilang karena menyimpan barang di saat space itu lebih tepat digunakan untuk input lain yang lebih mempengaruhi tingkat output. Dari gambaran singkat mengenai resiko persediaan, maka bisa dipastikan bahwa memiliki sistem manajemen persediaan yang baik akan menghindarkan (atau paling tidak meminimalisir) perusahaan dari sejumlah resiko biaya.

    Balas
  24. M Nazief Nasrul

    Salam pak,
    Saya ingin mengaplikasikan Management pergudangan seperti diatas, cuman untuk kasus di bisnis konveksi saya, kami cuman melibatkan 10-20 item barang yang akan dikelola,
    Bagaimana sebaiknya WMS itu disederhanakan ? TOlong saran dan penjelasannya berikut berapa kira-kira biaya investasinya ?

    Saya reply di email ya Pak Nasrul

    Balas
  25. Sanjaya Melo

    kebetulan di gudang kami sudah menggunakan WMS dan termasuk dalam kategori warehouse modern, saat ini WMS kami akan menggunakan SAP, mohon kalau ada tutorialnya WMS SAP, bisa di share. Trim’s

    Tutorial belum ada pak :) .. Thanks

    Balas
  26. waldi

    artikel yang bagus Pak, apakah dgn WMS tersebut bisa juga input harga per item barang dan printout invoice? kebetulan sy mengkoordinir gudang dengan jumlah barang (sparepart mesin), sekali masuk gudang bisa sampai 6000-8000 item barang. jika boleh harga sofware program WMS nya info ya… tks.

    Terima kasih pak, pada dasarnya seharusnya seluruh WMS harus bisa customize dengan needs customer. Saya ada beberapa informasi, saya share via email ya pak. Thanks

    Balas
  27. Ferdy

    Nice info pak…
    Saya juga lagi dapet tugas dari atasan untuk menyelesaikan keruwetan Gudang kami yg berjumlah 10 gudang dan tersebar di daerah-daerah di indonesia.
    Satu-satunya ide yg saya pikir adalah penggunaan aplikasi WMS. Mohon info untuk aplikasi yg bapak rekomendasikan. Apakah aplikasi terebut dapat terintegrasi jika kami memiliki gudang lebih dari satu seperti kasus saya.
    Terimakasih pak. Salam.

    -FKH-

    Bisa pak, membuat melalui sistem WMS yang web based… saya coba email ya

    Balas
  28. diah puri

    bos , sistem wms bisa nda untuk mengelola barak pengungsi dan mendata pengungsi di daerah bencana,… matur tank you.. atas jawabannya.

    Fitur pendataan pengungsi tidak ada dalam standard default WMS. Harus dibuat semacam sistem lain mungkin pengembangan WMS jika memang WMS masih dibutuhkan untuk mengelola persediaan dan arus barang di gudang.

    Balas
  29. Nicho

    Pak berapa biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan aplikasi tersebut? apakah ada demo yang bisa saya coba untuk mengetahui kehandalan dari aplikasinya

    kira-kira 100 juta untuk sistem yang sudah baik, demo mungkin bisa diperlihatkan pak.. Thanks

    Balas
  30. sofyan

    kalo buat data barang dekorasi yg sering keluar masuk dan gak mungkin pake sistem barcode bisa gak ya?
    trims.

    Bisa pak, tapi sayang investasi nya… mending dibuat semi manual via excel

    Balas
  31. Arditya Bima

    dear pak, mohon di infokan biaya WMS dgn sistem & support yg baik & bisa di sewa atau jika investasi sendiri. bila ada referensi mohon di share ya pak.
    Email: arditya.bima@yahoo.com

    WMS nampaknya menjadi barang sexy sekarang ini, hati-hati dalam berinvestasi WMS , harus bisa mengetahui detail pro – cons nya

    Balas
  32. rudi

    Untuk aplikasi software WMS (buatan lokal) yg mencakup ‘rak’ (sistem sel) dan barcode apa ada yah ? Bisa tau nama pembuatnya ? thx

    Balas
  33. hery

    saya buka usaha expedisi barang atar daerah, bagusnya pake wms juga atau adau system lain yang bisa mempermudah kontrol barang?

    Hi Pak, ada sejenis freight management system , tetapi belum familiar dan banyak ditemukan di Indonesia sih… Salam

    Balas
    1. haris rahmanto

      Thanks untuk article’nya pak
      Saya ingin menambahkan beberapa informasi untuk aplikasi WMS, yang saya ketahui antara lain, Exceed, Infor, Manhattan & Symphony, untuk databasenya bisa disesuaikan biasanya sql server atau oracle, kebetulan perusahaan tempat saya bekerja adalah sebagai penyedia jasa logistics (3PL) yang menggunakan WMS dari Infor.
      Sitem juga kita costumize dngn membuat aplikasi tambahan yang kita sesuaikan dengan kebutuhan klien, terlebih untuk klien retail dan proses invoicing yang metodenya berbeda-beda untuk tiap klien,
      Thanks…

      Terima kasih sudah menambahkan

      Balas
  34. all you can eat

    Boss, saya di Surabaya, diminta mengelola gudang seluas kira2 1700m2 dan 2000m2, mengingat lokasinya relatif dekat dengan pelabuhan apakah Boss bisa bantu saran peruntukan, desain, wms-nya? Saya menyarankan untuk dijadikan semacam gudang transit utk distribusi ke Indonesia Timur

    Mas , sudah saya balas ya, thanks

    Balas
  35. Rizki Amalia

    Mau contoh software WMSnya? saya sedang mempelajari mengenai WMS tersebut. terima kasih

    Silahkan share di blog ini jika berkenan pak , thanks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s