Untuk ibu (1)

Ibu, aku pergi ke pesta

Aku ingat apa yang engkau katakan

Kau melarangku untuk mabuk bu..

Aku bangga menurutimu ibu

Jadi, aku tidak mabuk ibu…

Meskipun beberapa mengatakan “Ayo kita mabuk..”

Aku yakin melakukan hal yang benar

Karena aku tahu kalau nasihat ibu selalu benar

Sekarang, Pesta telah usai bu..

Aku menyalakan mobil dan,

membayangkan ibu di rumah yang akan menyambut

Sangat menyenangkan..

Aku mulai menyusuri jalan

Tetapi ada mobil lain yang tidak melihatku

Mobil itu menabarak mobil dengan sangat keras…

Samar-samar saya mendengar Polisi

“Supir mobil itu MABUK…”

“Supir mobil itu mabuk..”

“Mabuk”..”Mabuk”..

Aku terbaring sekarat ibu..

Tadinya berharap ibu menyambutku di rumah

Tetapi sekarang aku hanya berharap ibu ada di sini

di sampingku yang sedang sekarat..

Mengapa ini terjadi padaku ibu?

….

Aku hanya mau berkata pada ibu

Aku tidak mabuk

Tetapi orang itu, supir itu yang mabuk

Kenapa orang itu mabuk ibu?

Karena mabuk dapat menghancurkan

Saat ini saya merasa sangat payah

Rasanya sakit sekali

Saya sekarat sekarang

Katakan pada abang untuk tidak menangis bu..

Katakan juga itu kepada Ayah

Saya akan ke surga sekarang

Seseorang harus menasehati pemabuk itu bu..

untuk tidak mabuk saat membawa mobil

Jika ada yang memberitahu dia

Saya akan tetap hidup bu

Sekarang nafasku semakin pendek

Saya sangat takut..

Jangan menangis untuk ku bu..

Ketika saya memerlukan ibu,

Kau selalu ada untukku…

Sekarang saya punya pertanyaan terakhir

Saya tidak mabuk,

Jadi mengapa saya harus mati?

3 Tanggapan ke “Untuk ibu (1)”

  1. sifafa Says:

    jadi teringat sama ibu fa…………


Tinggalkan Balasan