Jam 10:41, ntah kepeleset ntah tidak TV One mengumumkan pooling dari Indonesia bagian timur. Padahal saya mengira TV one akan mengumumkan pada pukul 1, pada pooloing ini diceritakan SBY Boediono mendapat sekitar 58%, JK 25% dan Mega 15%.. Sungguh mengecewakan keputusan mengumumkan hasil pooling pada saat pemilihan belum selesai. Meskipun itu dari Indonesia Timur, dan diumumkan Lingkaran Survey Indonesia (kalau tidak salah) namun sungguh sangat-sangat mengecewakan, karena hasil pooling ini bisa membuat opini orang belum memilih bisa berubah, ntah berubah ke arah mana.
Saya jelas mengkritik keras (meskipun tidak ada yang peduli
hehe), TV One yang saya kira bisa bijak, namun mengumumkan hasil pooling pada saat pemilihan belums selesai tidak lah bijak dan tepat. Terbukti pembawa acara setelah iklan mengakui kesalahan dan mengatakan akan menunggu sampai pukul 13:00 untuk memilih. Apakah ini disengaja muncul poolin itu sebanyak 1 kali untuk mempengaruhi Pemilih?
Silahkan dipikir-pikir..cape deh….









Juli 8, 2009 pukul 4:31 am
Mengerikan…entah apa maksud mereka..entah untuk apa poolling-poollingan itu..dan mereka berdasi semua, mukanya licin, ganteng dengan muka berbinar, mungkin kalau kita dekat dengan mereka. mereka wangi, tetapi menjijikkan bagiku.
Juli 8, 2009 pukul 5:24 am
quick count dari LSI sepertinya
Juli 10, 2009 pukul 6:06 am
Sdr Singal, dikepala anda ini penuh dengan energi negatif, saya takut kalau sudah nyampe ke hati anda bisa gawat …. bersihkan diri anda sendiri dulu sebelum menilai orang lain …
Juli 8, 2009 pukul 7:42 am
Mas romail, tadi pas nyoblos kok TPS saya sepi sekali. Dari satu keluarahan, ada 3 TPS dihilangkan.
Tadi di TVRI sempat memberitakan bahwa dua anak dari Gubernur KalBar yang tidak didukung Partai Demokrat tidak terdaftar dalam DPT.
Ya sudahlah.
Sebisa mungkin ada ronde ke 2.
Juli 8, 2009 pukul 8:05 am
ndak ada ronde k 2 kyke..hiks2..
Juli 8, 2009 pukul 8:30 am
Tetap berdoa lah bung.
Btw, kok perolehan JK di hasil quick count LSI sedikit sekali? Padahal pendukungnya lebih banyak dari itu.
Mari terus menyimak.
Juli 8, 2009 pukul 8:31 am
kan kelihatan banget tuh, kemana arahnya quick count dari lembaga tersebut dan tv one
Juli 8, 2009 pukul 8:33 am
sudah menang mas..lemas aku..hehe
Juli 8, 2009 pukul 9:19 am
Menang atau kalah adalah wajar.
Jika orang yang kita jagokan kalah, bukan berarti semangat kita kalah.
Juli 8, 2009 pukul 12:19 pm
semangat dan impian melihat rakyat menjadi yang utama yang luntur..hehe
paling semangat terus dengan nulis Pro rakyat mulai jilid 3…mengupas rakyat sekitar..
Juli 8, 2009 pukul 9:28 am
ih politik kita ternyata masih kekanak kanakan belum politik sehat nan cerdas…. kemarin saya juga telah baca adanya kontrol polling sebuah stasiun TV swasta sehingga polling yang diperlihatkan di TV bukan murni polling dari pirsawan…. eh,,,,, semoga jadi pembelajaran kedepannya…
Juli 8, 2009 pukul 12:21 pm
Hendrawan : yah memang kadang2 perlu “menghalalkan” segala cara untuk menang..
L Ahsan : TV One do akhir Pilpres tidak berhasil menjaga pikiran saya bahwa TV One netral
Juli 8, 2009 pukul 11:24 am
Semula hadirnya kebebasan pers memang menggembirakan. Tapi saat ini seperti tv one bebas mengumumkan hasil pilpres 8 juli 2009 sebelum selesai pencontrengan memang telah menodai kebebasan itu sendiri.
Saya jadi berpikir, daripada kebebasan pers yang bertanggung jawab ini terus dinodai oleh salah satu tv yang mengklaim diri tv pemilu” mungkin akan lebih bijaksana kalau penayangannya dihentikan sementara demi ketenangan di bangsa ini. Saya lihat kayaknya tv ybs sdh cikal bakal meresahkan. Kok pencontrengan belum selesai sudah diumumkan hasilnya?? Logika bagaimana itu??
Saya pikir Akan lebih baik kalau hak publikasi hasil PILPRES diserahkan saja kepada tv publik, gt.
Juli 8, 2009 pukul 2:37 pm
Hehe… betul mas, capek deh. ayo “ngadem”, silakan kupas pilpres dari sisi biorhytm sajalah, ada kok di blog saya. monggo…
Juli 9, 2009 pukul 3:19 am
iya tuh, waktu wuick count itu keluar saia dan keluarga bahkan belum juga nyontreng. kan g bener bgt tuh, menjatuhkan masyarakat yg tidak ingin memilih SBY
bnr2 tdk etis tv0ne itu…
Juli 9, 2009 pukul 11:52 am
Yang menarik adalah komentar seseorang yang bangga telah menyajikan quick count tercepat.
Juli 9, 2009 pukul 4:33 pm
harusnya quick count harus ada undang-undangnya… dimana harus dipublikasikan keesokan hari termasuk hasil sms dari KPU. karena masih banyak yang belum nyontreng baik wilayah barat maupun yang di luar negeri…
mungki harus ada perubahan disitu…
Juli 10, 2009 pukul 2:38 am
setujuuuu
Juli 9, 2009 pukul 10:50 pm
e e e e. keceplosan die
ane juga nonton gan pas itu..
Dibalik pemilu itu, ada SBY ultah apa SBY menang?
Juli 10, 2009 pukul 2:37 am
keceplosan yang luar biasa
Juli 10, 2009 pukul 6:12 am
hihi, pak bagada, ekspresi kita beda-beda..
memang “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, sebab dari sanalh terpancar kehidupan..”
yukk