MT = Empty = Kosong?

2008 Juli 30

MT (Management Trainee) memang suatu posisi yang dijadikan incaran, posisi empuk cepat naik ke jajaran manajemen menengah maupun atas. Bayangkan aja, baru masuk sudah menyandang posisi lebih dari beberapa Supervisor yang telah bekerja belasan tahun. Hanya sedikit di bawah manajer, berbekal pengalaman minim dan harapan besar maka seorang MT diharapkan cepat matang

Ibarat kata mangga karbitan, kalau dikarbit maka rasanya gak begitu enak, karena proses matangnya tidak berlangsung alamiah dan dipaksakan. Meskipun tidak dapat dipungkiri memang karbitan adalah cara cepat memenuhi permintaan besar mengenai mangga matang. Analoginya dengan MT, posisi yang tinggi dan tekanan besar memaksa munculnya “karbitan” di perusahaan, apabila ngga dibekali dengan kematangan emosional maka arogansi anak muda akan muncul, tidak mengingat bahwa di sekitarnya banyak orang-orang yang iri karena keberhasilannya langsung naik di posisi “empuk”. Bila sudah seperti itu MT akan hanya menjadi “empty” (baca : emti), dimana empty = kosong maka seorang MT akan menjadi kosong karena program perusahaan yang memaksa seseorang cepat naik.

Management Trainee

Management Trainee

Bersyukurlah MT perusahaan yang berada pada jalur yang baik, tidak matang karbitan, namun menuntut Intelektual tinggi untuk cepat belajar dan menemukan ide-ide baru untuk kemajuan perusahaan. Dengan Intelektualnya dan kemauan belajar maka pengalaman belasan tahun orang-orang karir akan bias disamai bahkan dilampaui. Pengalaman adalah hal minus bagi MT, bulan demi bulan yang berjalan terasa begitu singkat sampai pada waktunya perusahaan menganggap si MT sudah siap atau belum. Jika sudah maka bersiaplah memimpin ratusan orang yang kebanyakan berusia dan memiliki pengalaman lebih banyak, jika belum maka silahkan terus menerus menikmati jabatan MT anda.

Ukuran kinerja MT juga menjadi abstrak, karena kinerja saat posisi belum jelas (belum ada jabatan structural), bahkan keharusan mengkoordinir puluhan orang dengan pengalaman belasan tahun menjadi seni tersendiri, setidaknya MT memiliki satu tingkat kecerdasan yang mengharuskan dirinya mengkoordinir orang-orang dan mengarahkan orang-orang itu untuk suatu tujuan bersama, itu sih definisi lain dari kepemimpinan…

Browsing di internet tentang MT juga menemui beberapa hal mirip, tekanan besar padahal belum memiliki anak buah yang jelas, buntut2 nya keharusan melakukan beberap proyek akan dikerjakan seadanya dengan hasil semaksimal mungkin. Sedikit berbeda memang jika menganalisa MT dengan karyawan karir, biasanya karyawan karir akan menganggap remeh seorang MT dan di sinilah letak atau celah yang bias dimanfaatkan seorang MT. Ketika dipandang sebelah mata, maka seorang MT akan mampu merendahkan dirinya (sesuai anggapan “rendah”) dan menyerap ilmu dari lingkungan. Biasanya ketika dianggap remeh dan dipandang sebelah mata, maka informasi akan terbuka seluas-luasnya dan proses interaksi dengan karyawan sekitar jauh lebih mudah.

MT = Empty = kosong, setuju, namun seorang MT punya waktu untuk membuat kekosongan itu menjadi sesuatu yang penuh terisi dan menjadi berguna tanpa mengancam kedudukan siapapun, bahkan karyawan karir merasa manfaat dari kehadiran MT bukan sekedar merasa iri dan terancam. Benar?

9 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Agustus 3

    ini curcol? :P
    so, fill your emptiness as full as possible, fren! :D

  2. 2008 Agustus 15
    Jaka permalink

    Bang, sekarang jadi MT di mana emangnya?? Trus mau tanya kalo untuk pertama kali jadi MT, salarynya berapa yach?? Thank you banget ya

  3. 2008 Agustus 17
    romailprincipe permalink

    jaka
    MT di kota..ada deh..he2x..Salary biasa kok, murah bagi perusahaan, tinggi buat ku..standard buat orang-orang …
    salary MT juga beda-beda, ada 2,5 ada 1,75, ada 3, ada 3,5 ada 4…tergantung perusahaan..tapi yang jelas MT sering = kosong..

  4. 2008 Oktober 12
    Ceu permalink

    MT..ada enaknya ada ga enaknya..

    Enaknya iya sih, emang dianggap posisi wuenaak, salary mayanlah utk beginer,tp pressure nya jg GUEDEEE bgt pak,bu..

    So..
    Silahkan dipilih tertarikkah menjadi “MT” ???

  5. 2008 Oktober 28

    saya memberikan anda 1 free ticket untuk seminar leadership, jika anda ingin datang silahkan registrasi, jika tidak teruskan pesan ini , silahkan liat pesan asli di blog : arylangga.blogspot.com

  6. 2009 Februari 9
    AJI permalink

    Untuk Pangeran Roma, perlu dipertimbangkan juga bahwa ketika mereka yang di ‘jalur karir’ mulai bekerja dan menerima uang gaji, para MT harus berkutat dengan buku-buku dan berbagai deadline tugas dari dosen masing-masing. Bahkan sering begadang tidak tidur menjelang ujian, untuk memperoleh nilai yang akan dianggap ‘berkualitas’ oleh calon perusahaan yang akan merekrut mereka. So, jangan underestimate dengan kemampuan anda. MT =empty ? TIDAK SETUJU>

    • 2009 Februari 9
      romailprincipe permalink

      not underestimate pak, but that’s a reality…kenyataan ‘kosong’ nya Mt di tengah2 harapan perusahaan. Memang beberapa tahap pendahuluan seleksi ada, namun trik si MT dan perusahaan lah yang mendukung pada akhirnya keberhasilan seseorang MT ‘kosong’ menjadi penuh…hmmm, saya belum pernah begadang demi MT, yang ada kan kerja cerdas bukan kerja keras..hihi…
      So kosong kah sekarang saya (setelah 1 tahun)? ternyata tidak, sudah ada beberapa hal yang menjadi bukti saya sudah ‘terisi’….

  7. 2009 Februari 22
    aya permalink

    halo2 pak, om, mas… hi3

    saya baru lulus S1 agustus lalu

    besok dipanggil buat interview MT di perusahaan FMCG gituh,,

    lumayan besar deh

    tapi kok pas ngliat banyak tulisan ttg MT,, kayaknya anak2 MT ga berharga bangett ya

    kalo mis saya ditanya,, ngapain km ngelamar jadi MT,, saya bakal jawab, yah namanya fresh grad, belum tau apa2, masih ingusan, jadi mencari training ato pelatihan sebelum kerja.

    saya dah pernah kerja dulu di perusahaan farmasi, tapi resign bulan desember, karena ga tau mesti ngapain pas kerja, ga dikasih training,, lgsg jadi staff

    wah,, gila saya

    saya keluar aja, skrg lg nyari MT, ODP, MDP apapun lah

    dan cita2 saya bukan buat ntarnya jadi manager ato apalah,, ga mimpi gw jadi gituan..

    prinsip saya, kalo dah tau mau ngapain, dibayar berapapun gw terima deh.. kasarnya gituh…

    2 juta perak jadi dah..

    hahahahaaa

    • 2009 Maret 1
      romailprincipe permalink

      Wah, kalo pak aya mengincar 2 juta perak lebih baik jangan mau dikasih pos MT..
      Justru menurutku MT itu sangat berat tekanannya, karbitan gitu..cepat dianggap bisa, ada standard iq dan segala macam..
      Tapi di MT setahun pertama pasti ga betah, karena tidak tahu mau ngapain, cuman belajar banyak
      padahal mas aya pingin yang pasti kan?
      secara all pekerjaan semua sama, berat..tapi mencari kerja MT jangan kepengaruh tulisan di internet..
      inti MT = mencari lulusan S1 berkualitas, mungkin mau upgrade SDM
      gitu mas.. jadi semangat ya..

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS